Golkar Jatim: Wayang Jadi Politik Kebudayaan dan Jaga Identitas Bangsa

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua Bidang Pratama DPD Golkar Jawa Timur, Ahsanul Yakin, membuka wayang yang digelar DPD Golkar Lamongan. (Insani/Jurnas.net)
Wakil Ketua Bidang Pratama DPD Golkar Jawa Timur, Ahsanul Yakin, membuka wayang yang digelar DPD Golkar Lamongan. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - DPD Partai Golkar Kabupaten Lamongan menunjukkan komitmennya dalam melestarikan seni dan budaya Nusantara, khususnya wayang kulit, sebagai salah satu fondasi peradaban Jawa. Pada momentum peringatan HUT ke-61 Golkar itu, Golkar menunjukkan bahwa politik tidak hanya tentang kekuasaan, tetapi juga tentang menjaga akar budaya dan jati diri bangsa.

Wakil Ketua Bidang Pratama DPD Golkar Jawa Timur, Ahsanul Yakin, menyampaikan bahwa Golkar sejak lama melihat wayang kulit bukan sekadar tontonan, melainkan tatanan nilai yang relevan bagi kehidupan masyarakat modern.

"Wayang itu bukan hanya hiburan. Ia adalah cermin filosofi Jawa—menggabungkan seni pertunjukan, sastra, musik, dan spiritualitas. Di dalamnya ada pendidikan moral, etika, dan nilai pengabdian kepada sesama,” kata Yakin, dalam sambutannya di sela pagelaran wayang di DPD Partai Golkar Lamongan, Sabtu malam, 29 November 2025.

Menurutnya, Golkar memiliki kesadaran bahwa budaya adalah modal sosial bangsa. Melestarikan wayang berarti menjaga memori kolektif masyarakat sekaligus menghadirkan ruang perenungan di tengah hiruk-pikuk politik.

Menurutnya, wayang sebagai jalan spiritual dan pendidikan publik. Yakin menjelaskan, istilah wayang diyakini berasal dari akar kata “Ma Hyang” yang berarti perjalanan menuju spiritualitas.

Dalam setiap adegannya, kata dia, wayang memuat simbol kehidupan manusia, pertarungan batin, perjuangan, kemenangan, hingga kejatuhan. “Wayang itu mengajarkan perjalanan manusia menuju kebijaksanaan. Pesan moralnya sangat kuat, dan ini selaras dengan komitmen Golkar untuk menghadirkan politik yang beretika dan membumi,” tegasnya.

Wakil Ketua Bidang Pratama DPD Golkar Jawa Timur, Ahsanul Yakin, di sela membuka kegiatan wayang yang digelar DPD Golkar Lamongan. (Insani/Jurnas.net)Wakil Ketua Bidang Pratama DPD Golkar Jawa Timur, Ahsanul Yakin, di sela membuka kegiatan wayang yang digelar DPD Golkar Lamongan. (Insani/Jurnas.net)

Ia menyebut, banyak masyarakat Jawa Timur masih menjadikan wayang sebagai pedoman nilai, sehingga Golkar melihat seni tradisi ini sebagai jembatan komunikasi yang natural dan efektif.

Yakin mengatakan bahwa Ketua Golkar Jawa Timur Ali Mufthi selalu menekankan pentingnya kehadiran partai tidak hanya saat pemilu, tetapi dalam keseharian masyarakat. Salah satunya melalui dukungan terhadap pertunjukan wayang kulit yang masih menjadi kegemaran publik di berbagai daerah.

“Golkar ingin selalu hadir melalui ruang-ruang budaya yang dicintai masyarakat. Wayang adalah salah satu media yang mampu menyatukan, mendidik, sekaligus menghibur,” jelasnya.

Menurutnya, pelestarian budaya seperti wayang kulit tidak sekadar nostalgia, tetapi bagian dari strategi menjaga kedekatan emosional dengan masyarakat.

Dengan komitmen yang terus ditegaskan oleh para pengurusnya, Golkar Jatim menunjukkan arah politik kebudayaan yang berorientasi pada pelestarian nilai dan tradisi. Wayang kulit menjadi simbol bahwa partai ini tidak ingin tercerabut dari akar sosialnya.

"Kebudayaan adalah kekuatan bangsa yang harus dijaga, dan Golkar ingin menjadi bagian dari penjaga itu," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Lamongan, Ujik Silviana Effendi, menyampaikan optimisme tinggi menghadapi pemilu mendatang. Ia menegaskan seluruh kader harus bekerja maksimal untuk menambah kekuatan politik Golkar di Lamongan.

"Kami berharap dan berupaya keras untuk menambah kursi menjadi 10 di DPRD Lamongan. Ini kerja kolektif yang harus didorong bersama,” kata Ujik.

Dengan penuh semangat, Ujik juga mengucapkan selamat ulang tahun ke-61 Partai Golkar dan menutup pidatonya dengan seruan lantang "Merdeka!".

Berita Terbaru

KTP dan Ijazah Jadi Jaminan Kerja, Pemkot Surabaya Ingatkan Berpotensi Langgar Aturan

KTP dan Ijazah Jadi Jaminan Kerja, Pemkot Surabaya Ingatkan Berpotensi Langgar Aturan

Senin, 14 Sep 2026 14:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 14:23 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta masyarakat lebih waspada saat mencari pekerjaan melalui perusahaan penempatan pekerja rumah tangga (…

Pemkot Surabaya Ubah Cara Verifikasi Data Miskin, Warga Diajak Cek Penerima Bansos

Pemkot Surabaya Ubah Cara Verifikasi Data Miskin, Warga Diajak Cek Penerima Bansos

Senin, 14 Sep 2026 13:48 WIB

Senin, 14 Sep 2026 13:48 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mengubah pola verifikasi data kemiskinan melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel). Forum yang selama ini i…

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Jurnas.net - Ketika warga Bawean membutuhkan akses transportasi dalam kondisi darurat, kepastian untuk segera keluar dari pulau justru tidak tersedia. Skema…

Cari Kerja Jadi ART, Warga Surabaya 'Disekap' Tak Boleh Pulang dan KTP Ditahan

Cari Kerja Jadi ART, Warga Surabaya 'Disekap' Tak Boleh Pulang dan KTP Ditahan

Senin, 14 Sep 2026 10:27 WIB

Senin, 14 Sep 2026 10:27 WIB

Jurnas.net - Niat mencari pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (ART) justru membuat seorang warga Surabaya panik. Ika Pujiarsih (25) mengaku tidak…

Gus Lilur: Ber-NU Tak Harus Berada di Struktur PBNU

Gus Lilur: Ber-NU Tak Harus Berada di Struktur PBNU

Senin, 14 Sep 2026 07:36 WIB

Senin, 14 Sep 2026 07:36 WIB

Jurnas.net - Setelah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, usai digelar, HRM Khalilur R Ab. S…

Filosofi Daun Kelor di Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Filosofi Daun Kelor di Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Minggu, 13 Sep 2026 07:15 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 07:15 WIB

Jurnas.net – Menampilkan corak postmodern dengan simbol daun kelor, Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah tidak sekadar menjadi identitas visual.  Di ba…