Jurnas.net - Musyawarah Daerah (Musda) II Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Sidoarjo resmi ditutup pada Minggu, 30 November 2025. Selain menetapkan lima Presidium MD KAHMI Sidoarjo, forum tersebut juga mengesahkan kepengurusan baru Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Sidoarjo periode 2025–2030.
Pada periode ini, FORHATI Sidoarjo dipimpin oleh seorang dokter sekaligus akademisi, drg. Dwi Wahyu Indrawati, M.Kes., Sp.Perio. Ia akan didampingi oleh Aning Wijayanti sebagai Sekretaris dan Lenia Anggraeni sebagai Bendahara.
Dikonfirmasi usai terpilih, Dwi menegaskan bahwa amanah tersebut bukan hanya posisi organisasi, melainkan komitmen untuk menghadirkan perubahan nyata bagi perempuan dan masyarakat Sidoarjo.
“Amanah ini bukan sekadar posisi, tetapi sebuah panggilan untuk menghadirkan perubahan bermakna, terutama bagi perempuan, keluarga, dan generasi muda di Sidoarjo,” ujar Dwi, Rabu, 3 Desember 2025.
Sebagai seorang dokter spesialis periodonsia sekaligus akademisi yang aktif di dunia pendidikan, Dwi menyebut bahwa perempuan memegang peran strategis dalam pembangunan bangsa. Karena itu, FORHATI Sidoarjo harus menjadi ruang bagi alumni HMI-Wati, untuk tampil sebagai perempuan berilmu, berdaya, dan mampu mengambil peran di ruang publik.
Ketua FORHATI Sidoarjo, drg. Dwi Wahyu Indrawati, M.Kes., Sp.Perio., foto bersama pengurus KAHMI lainnya di sela Musda II KAHMI Sidoarjo. (Dok: Jurnas.net)
Dalam kepemimpinannya selama lima tahun ke depan, Dwi menegaskan bahwa FORHATI Sidoarjo akan bergerak dengan pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan. Ini sejalan dengan misi nasional FORHATI untuk membentuk perempuan Muslim yang cerdas, mandiri, dan kontributif.
Ia memperkenalkan lima pilar program strategis yang akan menjadi arah gerak FORHATI Sidoarjo 2025-2030. Berikut lima pilar program strategis FORHATI Sidoarjo:
1. Pemberdayaan dan Penguatan Kapasitas Perempuan
Meliputi literasi digital, pelatihan kewirausahaan, ekonomi kreatif, penguatan soft-skill, hingga edukasi kesehatan keluarga. Dwi menekankan pentingnya perempuan yang adaptif dan mandiri secara ekonomi.
2. Penguatan Peran Intelektual dan Kepemimpinan Alumni HMI-Wati
FORHATI akan mendorong perempuan alumni untuk hadir di ruang strategis seperti akademisi, organisasi profesi, sosial, dan kebijakan publik.
3. Gerakan Kesehatan Keluarga dan Edukasi Anak Muda
Sebagai dokter spesialis, Dwi akan memperkuat edukasi kesehatan keluarga, kesehatan mental, program remaja, dan kampanye hidup sehat berbasis pencegahan.
4. Kolaborasi Pentahelix
FORHATI Sidoarjo akan memperluas kemitraan dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan media untuk mempercepat dampak sosial yang terukur.
“Perubahan besar hanya bisa terjadi jika kita bergerak bersama,” kata Dwi.
5. Penguatan Organisasi dan Regenerasi Berkelanjutan
Fokus pada tata kelola organisasi yang profesional, transparan, serta kaderisasi perempuan berkarakter dan berkepekaan sosial.
Dwi optimistis kepengurusan ini akan membawa FORHATI menjadi ruang kolaborasi yang menyebarkan nilai ilmu, keislaman, kepemimpinan, dan solidaritas sosial.
"InsyaAllah FORHATI Sidoarjo akan menjadi rumah besar bagi perempuan hebat yang siap memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan kebersamaan, kita mampu membangun masa depan yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih berdaya,” pungkasnya.
Editor : Amal