Jurnas.net - Peringatan Hari Ibu tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap peran perempuan, tetapi juga momentum lahirnya energi empati dan solidaritas. Hal inilah yang ditunjukkan oleh PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalui PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Gresik, yang mengubah Hari Ibu, 22 Desember 2025, menjadi aksi nyata kemanusiaan bagi korban bencana di sejumlah wilayah Sumatera.
Melalui kolaborasi Srikandi PLN UPT Gresik, Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK) UPT Gresik, serta Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, gerakan sosial ini menegaskan bahwa peran perempuan di lingkungan PLN tidak hanya hadir di balik layar, tetapi menjadi penggerak utama nilai kepedulian dan ketahanan sosial.
Dalam aksi tersebut, PLN UPT Gresik berhasil menghimpun dana kemanusiaan sebesar Rp23.112.762, yang berasal dari donasi PIKK, Srikandi PLN, serta partisipasi pegawai PLN. Dana tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, wilayah yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami bencana hidrometeorologi.
Tidak berhenti pada bantuan finansial, YBM PLN UPT Gresik juga menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako, bahan makanan, dan obat-obatan. Seluruh bantuan diserahkan kepada BNPB Kabupaten Gresik untuk melalui proses pemilahan dan pemaketan, sebelum didistribusikan melalui BNPB Provinsi Jawa Timur ke daerah terdampak bencana di Sumatera.
General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu menjadi ruang refleksi nilai-nilai dasar kemanusiaan yang harus terus dirawat di lingkungan kerja PLN.
“Hari Ibu menjadi momentum bagi insan PLN untuk menguatkan empati, kepedulian, dan semangat gotong royong. Di balik tugas menjaga keandalan listrik, ada tanggung jawab moral untuk hadir membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” ujar Ika.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif perempuan PLN melalui Srikandi dan PIKK mencerminkan wajah lain PLN sebagai institusi yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan nilai dan ketahanan sosial.
Melalui gerakan ini, PLN UIT JBM menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya memastikan pasokan listrik tetap andal, tetapi juga menjadi bagian dari solusi sosial ketika bencana melanda. Di momen Hari Ibu, empati dan kepedulian menjadi energi yang sama pentingnya dengan listrik—menghidupkan harapan di tengah situasi sulit.
Editor : Amal