Nataru 2025, KAI Commuter Surabaya Fokus Kenyamanan dan Keselamatan

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda (paling kiri). (Insani/Jurnas.net)
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda (paling kiri). (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Arus mobilitas warga Jawa Timur selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 menjadi ujian nyata bagi layanan transportasi publik. Di tengah lonjakan penumpang, KAI Commuter Area 8 Surabaya memilih fokus bukan hanya pada jumlah perjalanan, tetapi juga pada kenyamanan, keselamatan, dan kualitas pengalaman pengguna.

Sejak masa Angkutan Nataru resmi diberlakukan pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, posko layanan KAI Commuter telah aktif penuh. Hingga Selasa (23/12), suasana stasiun dan perjalanan Commuter Line di wilayah Surabaya terpantau padat namun terkendali.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa dalam lima hari awal masa Nataru, tepatnya 18–22 Desember 2025, KAI Commuter Area 8 Surabaya telah melayani 310.917 pengguna. Angka ini menjadi sinyal awal tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel.

“Pada Nataru tahun ini, proyeksi pengguna Commuter Line di Wilayah 8 Surabaya mencapai 919.101 orang, naik sekitar 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Karina, Selasa, 23 Desember 2025.

Untuk menopang lonjakan tersebut, KAI Commuter menyediakan kapasitas angkut 25.144 penumpang per hari dengan mengoperasikan 50 perjalanan Commuter Line setiap harinya. Tidak hanya menambah perjalanan, KAI Commuter juga memperkuat unsur pengamanan dan pelayanan langsung di lapangan.

Sebanyak 347 personel keamanan disiagakan, termasuk dukungan dari BKO, Polri, dan aparat kewilayahan. Di sisi pelayanan, ratusan petugas frontliner dikerahkan, mulai dari pegawai posko, petugas loket, passenger service, tenaga paramedis, hingga operator rescue, guna memastikan respons cepat jika terjadi kondisi darurat.

Dari sisi pergerakan penumpang, lima stasiun dengan volume pengguna tertinggi hingga pukul 18.00 WIB tercatat berada di Stasiun Surabaya Gubeng (6.846 orang), disusul Wonokromo, Malang, Sidoarjo, dan Surabaya Pasar Turi. Sementara jalur favorit masyarakat masih didominasi Commuter Line Dhoho dan Penataran, yang menjadi tulang punggung mobilitas antarkota di Jawa Timur.

Menariknya, Karina mengungkapkan bahwa perbedaan volume penumpang antara hari kerja dan akhir pekan relatif tipis. Rata-rata pengguna harian di hari kerja mencapai 49.660 orang, sedangkan akhir pekan berada di angka 48.906 orang. Hal ini menunjukkan pola perjalanan masyarakat yang semakin merata, tidak lagi terpusat pada hari tertentu.

Menghadapi potensi lonjakan lanjutan, terutama menjelang libur sekolah, KAI Commuter menerapkan pengaturan okupansi sesuai ketentuan keselamatan. Untuk perjalanan di atas 100 kilometer, okupansi dibatasi hingga 120 persen, sedangkan perjalanan di bawah 100 kilometer dapat mencapai 150 persen, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan.

Petugas KAI memberikan pelayanan terbaik terhadap penumpang kereta api commuter. (Humas Daop 8 Surabaya)Petugas KAI memberikan pelayanan terbaik terhadap penumpang kereta api commuter. (Humas Daop 8 Surabaya)

Tak hanya fokus pada operasional, KAI Commuter juga melakukan peningkatan kualitas fasilitas stasiun. Selama masa Nataru, dilakukan beautifikasi mushola di 10 stasiun, pemasangan guiding block di 4 stasiun, penyediaan meja boarding dan tempat pilah sampah di 40 stasiun, charging booth di 6 stasiun, serta pemasangan totem nama stasiun dan ornamen tematik Nataru.

“Transportasi publik bukan hanya soal berpindah tempat, tapi juga soal rasa aman dan nyaman,” tegas Karina.

KAI Commuter mengimbau pengguna untuk memanfaatkan aplikasi Access by KAI untuk reservasi tiket mulai H-7 sebelum keberangkatan, datang lebih awal ke stasiun, serta selalu menjaga barang bawaan. Informasi terkini perjalanan dapat diakses melalui media sosial @commuterline atau call center 021-121.

“Pastikan barang bawaan selalu terpantau, jangan terburu-buru saat turun, dan dahulukan penumpang yang akan keluar dari kereta,” pungkas Karina.

Berita Terbaru

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jurnas.net – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, warga Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal sebagai kiai kampung, membeberkan dokumen yang disebutnya …

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jurnas.net - Memasuki usia ke-24 tahun, Apotek K-24 mengajak masyarakat terlibat dalam perayaan perjalanan panjangnya melalui kegiatan olahraga bertajuk K-24…

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta harus menjalani laga kandang tanpa penonton saat menjamu PSM Makassar pada Jumat, 16 Oktober 2026. Namun, PSIM mendapat angin…

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (DPP LPKAN Indonesia) mengecam dugaan korupsi yang menyeret lima pejabat B…

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Jurnas.net – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mencatat konsentrasi partikel halus PM2.5 menjadi salah satu parameter kritis kualitas udara di Kota P…

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memperkuat upaya pengelolaan sampah melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dadapan …