'Ini Brutal!' Wawali Surabaya Murka, Oknum Ormas Pengusir Nenek Elina Diburu

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, saat menemuni nenek Elina Wijayanti. (Tangkapan layar video viral)
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, saat menemuni nenek Elina Wijayanti. (Tangkapan layar video viral)

Jurnas.net - Kasus pengusiran paksa dan perobohan rumah Nenek Elina Wijayanti (80) di Kecamatan Sambikerep, Surabaya, akhirnya mengetuk pintu kekuasaan. Bukan lewat laporan berlapis birokrasi, melainkan lewat kemarahan seorang Wakil Wali Kota yang merasa batas kemanusiaan telah dilanggar.

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, bereaksi keras setelah mengetahui seorang nenek lanjut usia diusir dari rumahnya, mengalami kekerasan, hingga kehilangan tempat tinggal. Baginya, kasus ini bukan sekadar sengketa rumah, melainkan alarm tentang rapuhnya perlindungan warga jika hukum kalah cepat dari intimidasi massa.

Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Rabu, 24 Desember 2025, Armuji mendatangi lokasi dan meluapkan kegeramannya. Bukan hanya kepada terduga pelaku, tetapi juga kepada lingkungan sekitar yang memilih diam.

"Kok diam saja?. Ini tindakan tidak manusiawi, tindakan brutal. Anda semua bisa dikecam oleh satu Indonesia,” kata Armuji dengan nada tinggi, sebagaimana dikutip dari akun @cakji1, Kamis, 24 Desember 2024.

Amarah Armuji menyasar satu persoalan mendasar terkait hilangnya keberanian kolektif. Ia mempertanyakan sikap para tetangga, RT, dan RW yang membiarkan pengusiran terjadi tanpa perlawanan atau laporan segera.

Ketegangan memuncak saat pihak RW berdalih tak bisa bertindak tanpa perintah Ketua RT. Namun pengakuan Ketua RT justru membuka bab baru. Ia mengaku sempat dihubungi seseorang bernama Samuel, yang diduga oknum Ormas Madas untuk membicarakan rumah Nenek Elina.

Mendengar itu, Armuji langsung mengambil alih.
“Berarti sampeyan kenal dengan Samuel?. Mana nomor teleponnya? Telepon sekarang. Samuel tinggal di mana? Omong kosong kalau tidak tahu," geram Armuji.

Telepon pun disambungkan. Di hadapan warga, Armuji meminta Samuel datang menemuinya secara langsung. "Sampeyan datang ke sini sendiri atau saya yang samperin?,” kata Armuji singkat.

Belakangan diketahui, Samuel adalah pihak yang mengaku membeli rumah Nenek Elina pada 2014. Namun klaim itu diduga disertai praktik intimidasi dengan memanfaatkan kelompok ormas, alih-alih menempuh jalur hukum yang sah.

Bagi Armuji, persoalan ini tak bisa berhenti pada klarifikasi. Ia menjadi ujian, apakah negara hadir untuk melindungi warga paling rentan, atau membiarkan mereka menghadapi kekuatan massa sendirian.

Kasus Nenek Elina kini bukan lagi cerita seorang nenek yang kehilangan rumah. Ia telah menjelma menjadi cermin, tentang keberanian melawan premanisme, tentang aparat yang tak boleh ragu, dan tentang negara yang tak boleh absen saat warganya disingkirkan secara paksa.

Berita Terbaru

Golkar Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik 2029, Ali Mufthi: Musda Tuntas, Kini Bidik Pemilih Muda

Golkar Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik 2029, Ali Mufthi: Musda Tuntas, Kini Bidik Pemilih Muda

Jumat, 31 Jul 2026 19:43 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 19:43 WIB

Jurnas.net - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur mulai mengakselerasi konsolidasi organisasi sebagai langkah awal menghadapi Pemilu 2029.…

Bupati Gresik Buka MPLS Sekolah Rakyat, Pendidikan Gratis Disiapkan untuk Putus Rantai Kemiskinan

Bupati Gresik Buka MPLS Sekolah Rakyat, Pendidikan Gratis Disiapkan untuk Putus Rantai Kemiskinan

Jumat, 31 Jul 2026 17:16 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 17:16 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Permanen di Desa…

Kado HUT Ke-81 RI, Pemprov Jatim Bebaskan Denda Pajak Kendaraan dan Beri Insentif untuk Buruh serta Ojol

Kado HUT Ke-81 RI, Pemprov Jatim Bebaskan Denda Pajak Kendaraan dan Beri Insentif untuk Buruh serta Ojol

Jumat, 31 Jul 2026 15:26 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 15:26 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggulirkan program pembebasan pajak kendaraan bermotor sepanjang Agustus 2026, berdasarkan Keputusan…

Kapal Express Bahari 3F Rusak Disenggol Tanker hingga Batal Berlayar, Bagaimana Hak Penumpang atas Kompensasi?

Kapal Express Bahari 3F Rusak Disenggol Tanker hingga Batal Berlayar, Bagaimana Hak Penumpang atas Kompensasi?

Jumat, 31 Jul 2026 14:36 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 14:36 WIB

Jurnas.net - Insiden senggolan yang merusak KM Express Bahari 3F kembali memicu terganggunya layanan penyeberangan Gresik–Pulau Bawean. Di tengah keterbatasan a…

Mengukur Keberhasilan Pemerintah: Apakah Survei Kepuasan Sudah Cukup?

Mengukur Keberhasilan Pemerintah: Apakah Survei Kepuasan Sudah Cukup?

Jumat, 31 Jul 2026 13:26 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 13:26 WIB

Oleh: Ir. Jailani, S.T., M.M. Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Di negara demokrasi, survei opini publik telah menjadi salah satu…

DPRD Jatim Dukung Putusan MK Pisahkan Anggaran MBG dari Pendidikan, Puguh: Mutu Sekolah Harus Jadi Prioritas

DPRD Jatim Dukung Putusan MK Pisahkan Anggaran MBG dari Pendidikan, Puguh: Mutu Sekolah Harus Jadi Prioritas

Jumat, 31 Jul 2026 09:18 WIB

Jumat, 31 Jul 2026 09:18 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menyambut positif putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menegaskan bahwa anggaran Program M…