Ancam Sebar Isu Perselingkuhan Kadindik Jatim, Dua Mahasiswa Surabaya Jalani Sidang Perdana Pemerasan

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mahasiswa terdakwa pemerasan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur jalani sidang kasus pemerasan. (Insani/Jurnas.net)
Mahasiswa terdakwa pemerasan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur jalani sidang kasus pemerasan. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Dua mahasiswa asal Surabaya, Sholihuddin dan M. Syaefiddin Suryanto, resmi duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Keduanya menjalani sidang perdana perkara dugaan pemerasan terhadap Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Peawai, dengan modus ancaman demonstrasi dan penyebaran isu perselingkuhan.

Sidang yang digelar Senin (5/1/2026) tersebut menghadirkan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Erna Trisnaningsih dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Saksi pertama yang diperiksa adalah Andi Baso Juheman, SP, SH, sepupu sekaligus kerabat dekat korban.

Di hadapan majelis hakim, Baso mengaku tidak mengenal kedua terdakwa sebelumnya. Ia menjelaskan, kasus ini bermula dari informasi yang diterimanya mengenai adanya ancaman aksi demonstrasi di Dinas Pendidikan Jawa Timur, dengan materi tudingan korupsi dan perselingkuhan yang diarahkan kepada Aries Agung Peawai.

Menurut Baso, ancaman itu disertai permintaan uang sebesar Rp50 juta agar aksi demo dibatalkan dan isu tidak disebarluaskan. Namun karena mempertimbangkan situasi, Baso menyarankan agar disiapkan uang Rp20 juta. “Uang itu saya terima dari Pak Aries, lalu saya titipkan ke Fahri untuk diserahkan,” kata Baso, di persidangan.

Tak berselang lama setelah uang diserahkan, kedua terdakwa diamankan aparat kepolisian. Baso mengungkapkan, permintaan uang tersebut diketahuinya dari percakapan WhatsApp di ponsel Fahri. Dalam komunikasi itu, para terdakwa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Front Gerakan Rakyat Anti Korupsi (FGR).

Ia juga menyebut, sebelum penyerahan uang dilakukan, Aries Agung Peawai telah lebih dulu membuat pengaduan ke Intelkam Polda Jawa Timur, meskipun saksi mengaku tidak mengetahui secara detail isi laporan tersebut. “Saya percaya Pak Aries orang lurus. Tuduhan itu tidak benar,” tegas Baso saat dicecar penasihat hukum terdakwa.

Namun, fakta persidangan memunculkan kejanggalan waktu. Penasihat hukum terdakwa mengungkap bahwa laporan korban tercatat pada 29 Juli 2025, sementara penangkapan para terdakwa terjadi lebih awal, yakni 19 Juni 2025. Pernyataan ini langsung menjadi sorotan di ruang sidang.

Menanggapi hal tersebut, Baso menyatakan bahwa laporan awal ke Intelkam bukan secara spesifik terkait perkara ini. Atas keterangan saksi, kedua terdakwa membantah tuduhan pemerasan. Sholihuddin menyatakan, pihak yang lebih dulu menghubungi justru seseorang bernama Hendra, yang meminta agar isu tersebut diturunkan. Pernyataan itu diamini oleh M. Syaefiddin Suryanto.

Dalam surat dakwaan, JPU menegaskan bahwa Sholihuddin dan M. Syaefiddin Suryanto secara bersama-sama melakukan pemerasan terhadap Aries Agung Peawai dengan ancaman demonstrasi serta penyebaran isu dugaan perselingkuhan dan korupsi yang belum terbukti kebenarannya.

Sholihuddin disebut sebagai mahasiswa Fakultas Agama Islam semester IV Universitas Muhammadiyah Surabaya, yang sejak Februari 2025 bergabung dengan FGR, organisasi tanpa struktur jelas dan hanya menyisakan dua anggota aktif saat peristiwa terjadi.

Berdasarkan informasi dugaan perselingkuhan yang diterima pada 15 Juli 2025, terdakwa kemudian melayangkan Surat Pemberitahuan Demonstrasi ke Dinas Pendidikan Jatim, berisi rencana aksi pada 21 Juli 2025.

Setelah komunikasi melalui perantara, terdakwa diduga meminta uang Rp50 juta agar demo dibatalkan. Namun korban akhirnya mentransfer Rp20.050.000, yang diserahkan secara tunai kepada Sholihuddin di sebuah kafe di kawasan Sidosermo, Surabaya.

Jaksa menilai, isu yang belum diverifikasi tersebut sengaja digunakan sebagai alat tekanan untuk menimbulkan rasa takut pada korban. Akibatnya, korban mengalami kerugian materiil dan gangguan psikis, sebelum akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polda Jawa Timur.

Atas perbuatannya, kedua mahasiswa tersebut didakwa melanggar Pasal 368 Ayat (1) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang pemerasan secara bersama-sama. Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi berikutnya.

Berita Terbaru

Legislator PKB: Usut Tuntas Kasus Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

Legislator PKB: Usut Tuntas Kasus Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

Senin, 02 Nov 2026 10:58 WIB

Senin, 02 Nov 2026 10:58 WIB

Peristiwa penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an di Sukoharjo, Jawa Tengah, oleh tim gabungan kepolisian beberapa waktu lalu, terindikasi melanggar HAM…

Ketum PBNU Angkat Suara Sikapi Insiden Sukoharjo

Ketum PBNU Angkat Suara Sikapi Insiden Sukoharjo

Senin, 02 Nov 2026 10:30 WIB

Senin, 02 Nov 2026 10:30 WIB

Ketua Umum PBNU KH Kikin Abdul Hakim atau Gus Kikin mengimbau masyarakat, khususnya di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tetap tenang.…

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Jika Surat Penyetaraan Tidak Sah, Masih Lengkapkah Syarat Pencalonan Gibran?

Minggu, 01 Nov 2026 10:49 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 10:49 WIB

Oleh: Wakit Nurohman Advokat dan Mahasiswa Magister Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) Putusan Mahkamah Agung Nomor 742 K/TUN/2026 mengenai Surat Keterangan…

Golkar Jatim Dukung Pemulangan Jimat Klontong, Pusaka Leluhur Tengger yang Tersimpan di Belanda

Golkar Jatim Dukung Pemulangan Jimat Klontong, Pusaka Leluhur Tengger yang Tersimpan di Belanda

Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB

Jurnas.net – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, H. Ali Mufthi, mendukung upaya pemulangan Jimat Klontong, pusaka bersejarah yang menjadi bagian dari identitas …

Ketika Angka Pertumbuhan Tidak Lagi Cukup

Ketika Angka Pertumbuhan Tidak Lagi Cukup

Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB

Oleh: Prof. Dr. Dian Anita Nuswantara, S.E., M.Si., Ak., CA, CIPSAS Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Perekonomian tidak hanya bergerak melalui…

SIER Salurkan Dua Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

SIER Salurkan Dua Tandon Air Bersih untuk Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB

Jurnas.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab…

PMII Desak Kapolres Probolinggo Buka Dasar Hukum Melepas Dua Orang dalam Kasus Rokok Ilegal

PMII Desak Kapolres Probolinggo Buka Dasar Hukum Melepas Dua Orang dalam Kasus Rokok Ilegal

Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB

Jurnas.net – Penanganan dugaan peredaran rokok ilegal oleh Polres Probolinggo menjadi sorotan setelah dua orang yang dipersoalkan massa demonstran disebut d…

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

SIER Gerak Cepat Tangani Insiden Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 19:42 WIB

Jurnas.net – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) bergerak cepat menangani insiden kebakaran yang terjadi di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (…

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Bangun Platform Ekspor Kopi, Wisudawan Universitas Ciputra Hubungkan 50 Petani ke Pasar Global

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 17:10 WIB

Jurnas.net – Memulai bisnis kopi dari pasar lokal, Aryasetya Kanaka Dumadi berhasil mengembangkan usahanya hingga menembus pasar internasional. Wisudawan p…

Data KTP dan KK Warga 4 Wilayah Diduga Dipakai untuk Penipuan dan Judol, Polisi Tangkap Pria Sidoarjo

Data KTP dan KK Warga 4 Wilayah Diduga Dipakai untuk Penipuan dan Judol, Polisi Tangkap Pria Sidoarjo

Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 10:27 WIB

Jurnas.net – Direktorat Siber Polda Jawa Timur mengungkap dugaan penyalahgunaan data kependudukan berupa kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) y…

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Alit Kelakan Terpilih sebagai Ketua Umum DPP GPM Periode 2026–2030

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 20:35 WIB

Jurnas.net - I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan atau Alit Kelakan terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) periode…

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Fakta Persidangan: Eks Kadis ESDM Jatim Nur Kholis Diduga Terima Rp 687,5 Juta Hasil Pungli Izin Tambang

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 17:21 WIB

Jurnas.net – Dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) senilai Rp 687,5 juta kepada mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Nur K…

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Eddy Soeparno Sebut Transmisi Kunci Transisi Energi, Dorong Investasi dan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 21:55 WIB

Jurnas.net - Penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi…

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Hasto Kristiyanto: Marhaenisme adalah Ideologi Pembebasan

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 20:56 WIB

Jurnas.net - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dan menempatkan Marhaenisme…

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Gerakan Pemuda Marhaenis Hidupkan Kembali Pemikiran Bung Karno

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 18:48 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc., menekankan pentingnya mengenalkan kembali pemikiran Bung Karno…