Skema Keluarga Kuasai Proyek SMK Terbongkar, Kejati Jatim Tahan Direktur PT Buana Jaya Surya 

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menahan tersangka baru kasus dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana SMK se-Jawa Timur. (Humas Kejati Jatim)
Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menahan tersangka baru kasus dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana SMK se-Jawa Timur. (Humas Kejati Jatim)

Jurnas.net - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur kembali menahan tersangka baru dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa peningkatan sarana dan prasarana SMK Negeri dan Swasta se-Jawa Timur Tahun Anggaran 2017. Tersangka berinisial LT, Direktur PT Buana Jaya Surya, diduga berperan aktif dalam skema pengadaan yang bersifat fiktif dan manipulatif.

Penahanan LT merupakan hasil pengembangan penyidikan intensif terhadap perkara korupsi sektor pendidikan yang sebelumnya telah menjerat sejumlah pejabat dan pihak swasta.
Kepala Seksi Penyidikan (Kasi Dik) Pidana Khusus Kejati Jawa Timur, John Franky Yanafia Ariandi, menjelaskan bahwa penyidikan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejati Jatim Nomor PRINT-932/M.5/Fd.2/06/2025 tertanggal 20 Juni 2025.

“Berdasarkan alat bukti yang cukup, penyidik menetapkan saudari LT selaku Direktur PT Buana Jaya Surya sebagai tersangka baru dalam perkara ini,” kata John Franky, Rabu, 4 Februari 2026.

Kasus ini bermula dari pengelolaan anggaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2017 yang meliputi belanja pegawai, ATK, jasa, makan-minum, dan perjalanan dinas sebesar Rp759 juta, belanja hibah Rp78 miliar, serta belanja modal alat dan konstruksi senilai Rp107,8 miliar.

Dalam konstruksi perkara, tersangka SR, mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, diduga mempertemukan H selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan JT, pihak swasta yang sejak awal diarahkan untuk mengelola proyek belanja modal sarana dan prasarana SMK.

Pertemuan tersebut diduga menjadi pintu masuk pengaturan proyek, di mana JT berperan sebagai pengendali penyedia barang dan jasa pengadaan. Penyidik mengungkapkan, pertemuan lanjutan antara H dan JT dilakukan baik di luar kantor maupun di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Timur di Jalan Gentengkali Nomor 33 Surabaya.

Bahkan, tim dari calon penyedia yang dipimpin JT diduga menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS)—padahal kewenangan tersebut seharusnya berada pada pejabat pemerintah. HPS itu kemudian diserahkan kepada PPK untuk ditetapkan dan dijadikan dasar proses lelang.

Selanjutnya, JT mengikuti proses lelang melalui sejumlah perusahaan, antara lain PT Buana Jaya Surya, PT Lintang Utama Nusantara, PT Tunas Maju Bersama, PT Multi Centra Alkesindo, PT Delta Sarana Medika, dan PT Desina Dewa Rizky. Seluruh perusahaan tersebut ditetapkan sebagai pemenang proyek pengadaan sarana dan prasarana SMK Negeri serta hibah SMK Swasta.

Khusus PT Buana Jaya Surya yang dipimpin LT, perusahaan tersebut memenangkan paket pengadaan belanja modal alat bengkel SMK Paket 1. Penyidik menduga paket tersebut sejatinya dikendalikan oleh JT, yang diketahui merupakan kakak kandung LT, sehingga menguatkan dugaan adanya penguasaan proyek berbasis hubungan keluarga.

Dalam pelaksanaannya, LT diduga tidak memenuhi spesifikasi teknis kontrak serta terlambat mengirimkan barang. Namun, bersama-sama dengan tersangka H selaku PPK/KPA, pembayaran tetap dilakukan seolah-olah pekerjaan telah selesai 100 persen, tanpa pengenaan denda keterlambatan.

“Pembayaran tersebut dinilai tidak sah dan bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegas John.

Mangkir Pemeriksaan, Ditangkap di Jakarta
John Franky mengungkapkan, sebelum ditetapkan sebagai tersangka, LT telah tiga kali dipanggil sebagai saksi namun tidak pernah hadir dan diduga menghindari pemeriksaan. Penyidik kemudian melakukan penelusuran keberadaan LT hingga menemukannya di Menteng Park Apartemen, Jakarta.

“Setelah dibawa ke Kejati Jawa Timur dan dilakukan pemeriksaan, penyidik memperoleh bukti yang cukup untuk meningkatkan statusnya menjadi tersangka,” jelasnya.

Untuk kepentingan penyidikan, LT ditahan selama 20 hari, terhitung sejak 3 Februari hingga 22 Februari 2026, di Rutan Kelas I Surabaya Cabang Kejati Jawa Timur.

Dalam perkara ini, Kejati Jatim sebelumnya telah menetapkan tersangka JT, H, SR, HB, dan S. Akibat perbuatan para tersangka, negara diduga mengalami kerugian keuangan sebesar Rp157.603.093.098 dari kegiatan belanja modal serta belanja barang dan jasa (hibah).

Kejati Jatim menegaskan penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap pihak lain yang terlibat sekaligus mengupayakan pemulihan kerugian negara. “Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara transparan dan akuntabel demi menjaga integritas anggaran pendidikan,” pungkas John.

Berita Terbaru

Eri Cahyadi Tegaskan Dana Rp5 Juta per RW untuk Gen Z Harus Berdampak Nyata, Ini Syaratnya

Eri Cahyadi Tegaskan Dana Rp5 Juta per RW untuk Gen Z Harus Berdampak Nyata, Ini Syaratnya

Senin, 16 Feb 2026 06:19 WIB

Senin, 16 Feb 2026 06:19 WIB

Jurnas.net - Eri Cahyadi menegaskan bahwa bantuan dana Rp5 juta per bulan untuk setiap RW di Kota Surabaya tidak diberikan secara cuma-cuma. Anggaran yang…

Refleksi Sejarah Golkar, Sekjen Tekankan Kader Harus Relevan Menjawab Kebutuhan Rakyat

Refleksi Sejarah Golkar, Sekjen Tekankan Kader Harus Relevan Menjawab Kebutuhan Rakyat

Minggu, 15 Feb 2026 21:38 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 21:38 WIB

Jurnas.net - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, M. Sarmuji, mengingatkan seluruh kader agar kembali pada ruh dasar kelahiran Golkar, yakni sebagai…

Bahlil Targetkan 73 Persen Pemilih Produktif Jadi Basis Kemenangan Golkar 2029

Bahlil Targetkan 73 Persen Pemilih Produktif Jadi Basis Kemenangan Golkar 2029

Minggu, 15 Feb 2026 17:43 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 17:43 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan arah baru strategi politik partainya dalam menghadapi Pilkada dan Pemilu 2029. Golkar,…

Bahlil Optimistis Golkar Jatim Tambah Kursi DPRD hingga DPR RI pada 2029

Bahlil Optimistis Golkar Jatim Tambah Kursi DPRD hingga DPR RI pada 2029

Minggu, 15 Feb 2026 16:26 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 16:26 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyatakan optimisme tinggi terhadap kekuatan Partai Golkar di Jawa Timur dalam menghadapi Pilkada…

Ali Mufthi: Golkar Jatim Siap Jadi Kunci Kemenangan Nasional di 2029

Ali Mufthi: Golkar Jatim Siap Jadi Kunci Kemenangan Nasional di 2029

Minggu, 15 Feb 2026 14:16 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 14:16 WIB

Jurnas.net - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk menjadi salah satu penopang utama kemenangan Partai Golkar…

Sejarah Baru Golkar Dimulai dari Jatim, Bahlil Apresiasi Inovasi Pelantikan Serentak DPD 

Sejarah Baru Golkar Dimulai dari Jatim, Bahlil Apresiasi Inovasi Pelantikan Serentak DPD 

Minggu, 15 Feb 2026 13:44 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 13:44 WIB

Jurnas.net - Sejarah baru politik nasional tercatat dari Jawa Timur. Untuk pertama kalinya di Indonesia, 38 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar tingkat…