Pemkot Surabaya Ubah Skema Beasiswa 2026, Fokus Jamin Pendidikan Siswa Sekolah Swasta

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pelajar tingkat SMA di Surabaya antusias untuk mendapat Beasiswa Pemuda Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
Pelajar tingkat SMA di Surabaya antusias untuk mendapat Beasiswa Pemuda Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah pendekatan dalam program Beasiswa Pemuda Warga Kota Surabaya mulai Tahun Anggaran 2026. Bukan lagi sekadar bantuan uang saku, kebijakan baru ini dirancang sebagai instrumen perlindungan pendidikan agar siswa dari keluarga miskin, khususnya di sekolah swasta, tetap bisa bersekolah hingga lulus tanpa beban biaya tambahan.

Perubahan tersebut tertuang dalam Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 80 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pemberian Beasiswa kepada Pemuda Warga Kota Surabaya yang sedang menempuh pendidikan menengah atas.

Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra) Kota Surabaya, Arief Boediarto, menjelaskan bahwa salah satu perubahan mendasar adalah alih skema dari beasiswa menjadi Bantuan Sosial (Bansos) yang secara khusus menyasar siswa SMA/SMK/MA sederajat di sekolah swasta.

“Kalau tahun lalu semua siswa SMA, baik negeri maupun swasta, mendapat uang saku Rp200 ribu, maka tahun 2026 ini kami fokus pada perlindungan biaya pendidikan siswa di sekolah swasta. Bentuknya bansos sebesar Rp350 ribu per siswa per bulan,” kata Arief, Sabtu, 24 Januari 2026.

Yang membedakan kebijakan ini dari program sejenis di daerah lain, lanjut Arief, adalah mekanisme penyaluran langsung ke rekening sekolah. Langkah tersebut diambil untuk memastikan bantuan benar-benar digunakan untuk biaya pendidikan, sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan.

“Dengan uang masuk ke rekening sekolah, biaya pendidikan anak terjamin sampai lulus. Sekolah juga tidak diperbolehkan lagi menarik iuran tambahan karena sudah menerima bansos dari Pemkot,” tegasnya.

Tak hanya bantuan biaya pendidikan, Pemkot Surabaya juga memberikan seragam dan sepatu sekolah kepada penerima beasiswa. Khusus siswa sekolah negeri, bantuan difokuskan pada penyediaan seragam putih abu-abu, seragam pramuka, dan sepatu.

Program ini secara tegas menyasar keluarga miskin, pra miskin, yatim, piatu, dan yatim-piatu, dengan prioritas warga yang masuk Desil 1 hingga 5, terutama Desil 1 dan 2. Menurut Arief, kebijakan ini telah melalui proses sosialisasi berulang kepada kepala sekolah SMA negeri dan swasta, dengan pendampingan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, baik secara daring maupun luring sejak September hingga November 2025.

Pemkot Surabaya menilai kebijakan ini bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan strategi jangka panjang untuk mencegah putus sekolah, menekan angka kemiskinan, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Target akhirnya bukan hanya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tetapi juga memperkuat intervensi pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan,” pungkas Arief.

Berita Terbaru

HUT ke-25 Demokrat, Fraksi DPRD Jatim Fokus Perkuat Ekonomi Kerakyatan

HUT ke-25 Demokrat, Fraksi DPRD Jatim Fokus Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Kamis, 10 Sep 2026 18:37 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 18:37 WIB

Jurnas.net - Perayaan 25 tahun Partai Demokrat tidak hanya dimaknai sebagai penanda perjalanan politik partai. Di Jawa Timur, momentum tersebut dijadikan…

El Niño Diprediksi Bertahan hingga 2027, Warga Surabaya Diminta Waspadai 3 Ancaman Ini

El Niño Diprediksi Bertahan hingga 2027, Warga Surabaya Diminta Waspadai 3 Ancaman Ini

Kamis, 10 Sep 2026 13:34 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 13:34 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi…

SIER Bantu Tebus Ijazah dan Biaya Sekolah Warga Kurang Mampu, Dorong Pendidikan Berkelanjutan

SIER Bantu Tebus Ijazah dan Biaya Sekolah Warga Kurang Mampu, Dorong Pendidikan Berkelanjutan

Kamis, 10 Sep 2026 11:42 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 11:42 WIB

Jurnas.net - Kesulitan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan maupun menata masa depan. Semangat tersebut…

Gus Lilur Bela Gus Kikin soal Lukman Edy: PBNU Harus Representasikan Indonesia

Gus Lilur Bela Gus Kikin soal Lukman Edy: PBNU Harus Representasikan Indonesia

Kamis, 10 Sep 2026 10:26 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 10:26 WIB

Jurnas.net - Dinamika penyusunan kepengurusan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menjadi sorotan setelah Rapat Formatur Pertama digelar. Salah…

Guru Rohani Lintas Agama di Banyuwangi Dapat Insentif Rp700.000, Bupati Ipuk: Perkuat Karakter Anak

Guru Rohani Lintas Agama di Banyuwangi Dapat Insentif Rp700.000, Bupati Ipuk: Perkuat Karakter Anak

Rabu, 09 Sep 2026 18:16 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 18:16 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memberikan insentif kepada ratusan guru rohani lintas agama sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan…

Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk UMKM dan Kepentingan Warga

Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk UMKM dan Kepentingan Warga

Rabu, 09 Sep 2026 17:01 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:01 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil mengamankan kembali aset berupa lahan seluas 96.932 meter persegi di Kelurahan Jeruk, Kecamatan…