Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menegaskan komitmennya pada pendidikan yang inklusif dan berkeadilan melalui Beasiswa Penghafal Kitab Suci Tahun 2026. Program lintas agama ini memasuki tahapan penting setelah 5.012 peserta didik jenjang TK, SD, dan SMP/sederajat dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tes lanjutan.
Pengumuman hasil seleksi administrasi sekaligus jadwal seleksi lanjutan telah diumumkan secara resmi melalui laman Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya di situs resmi pemerintah daerah.
Tes lanjutan akan digelar selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Februari 2026, di sejumlah lokasi yang telah ditentukan sesuai dengan agama masing-masing peserta. Sementara itu, hasil akhir seleksi dijadwalkan diumumkan pada 20 Februari 2026 melalui website resmi Dispendik Surabaya.
Kepala Dispendik Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menyampaikan bahwa antusiasme peserta pada program tahun ini sangat tinggi dan mencerminkan semangat keluarga Surabaya dalam menanamkan nilai religius sejak usia dini.
“Total ada 5.012 anak dari enam agama yang lolos seleksi administrasi. Ini menunjukkan bahwa beasiswa ini bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi juga ruang pembinaan karakter yang diminati masyarakat,” kata Febrina, Senin, 9 Februari 2026.
Febrina menjelaskan bahwa salah satu syarat mutlak seleksi administrasi adalah status kependudukan sebagai warga Kota Surabaya, yang dibuktikan melalui Kartu Keluarga (KK). Peserta yang tidak melampirkan KK atau mengunggah dokumen tidak sesuai otomatis gugur dalam tahap administrasi.
“Seleksi ini murni berbasis data. Jika berkas tidak lengkap atau tidak sesuai, sistem langsung menolak. Ini untuk menjamin transparansi dan keadilan,” tegasnya.
Setelah tes hafalan selesai, seluruh nilai akan diolah dan peserta yang dinyatakan lolos akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pendidikan. Peserta terpilih kemudian wajib mengikuti tahap pemberkasan lanjutan secara daring, termasuk pengisian rekening bank atas nama anak penerima beasiswa.
“Sistem pemberkasan hanya bisa diakses oleh peserta yang benar-benar lolos. Jadi tidak ada ruang abu-abu,” kata Febri.
Dispendik memastikan proses seleksi berjalan objektif dan terstandar. Selama tiga hari pelaksanaan tes, seleksi dimulai serentak pukul 08.00 WIB di seluruh lokasi. Febrina menegaskan akan turun langsung memantau proses seleksi di lapangan.
“Saya akan hadir mendampingi pelaksanaan tes selama tiga hari. Ini bentuk tanggung jawab kami agar seleksi berjalan jujur, adil, dan nyaman bagi anak-anak,” katanya.
Penilaian hafalan disesuaikan dengan indikator masing-masing agama. Untuk peserta Muslim, misalnya, penilaian meliputi ketepatan lafaz, tajwid, serta ketenangan membaca. Prinsip serupa diterapkan pada peserta dari agama lain, dengan fokus pada ketepatan, pemahaman, dan sikap saat melafalkan kitab suci.
“Semua peserta yang lolos administrasi pasti anak-anak hebat. Tapi karena kuota terbatas, kami harus memilih yang paling memenuhi kriteria. Karena itu kami minta anak-anak datang dengan tenang, siap, dan menjaga kesehatan,” pesannya.
Jadwal dan Lokasi Seleksi
Pelaksanaan tes lanjutan dilakukan di sejumlah lokasi sebagai berikut:
Islam:
12–13 Februari 2026
SD Islam Cheng Hoo, Jalan Gading No. 2
SMP 17 Agustus 1945, Jalan Semolowaru Untag No. 45
Kristen:
12–13 Februari 2026
Kompleks Sekolah Kristen YBPK, Jalan Luntas No. 33
Katolik:
12–13 Februari 2026
SMP Katolik Santo Stanislaus, Kompleks Gereja Kristus Raja, Jalan Residen Sudirman No. 3
Hindu:
14 Februari 2026
Pura Segara, Jalan Memet Sastrowiryo No. 1A
Buddha:
14 Februari 2026
Buddhayana Dharmawira Centre (BDC), Jalan Raya Panjang Jiwo Permai No. 44
Konghucu:
14 Februari 2026
Klenteng Pak Kik Bio, Jalan Jagalan No. 74–76.
Editor : Risfil Athon