Jurnas.net - Antusiasme tinggi masyarakat terhadap bursa kerja di Surabaya Industrial and Labour (SIL) Festival 2026 menjadi sinyal kuat tingginya kebutuhan lapangan kerja. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Surabaya berencana memperpanjang durasi acara pada penyelenggaraan berikutnya.
Tercatat, lebih dari 2.000 pelamar memadati agenda job fair yang digelar di Balai Pemuda dan Grand City Convention Hall pada 7–9 April 2026. Lonjakan ini mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk mengevaluasi skema pelaksanaan agar peluang kerja bisa lebih optimal terserap.
Sekretaris Daerah Surabaya, Lilik Arijanto, menegaskan bahwa tingginya minat masyarakat menjadi indikator penting perlunya pengembangan kegiatan serupa. “Antusiasmenya sangat besar. Ke depan, durasi kegiatan kemungkinan akan kita tambah agar lebih banyak peluang yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” kata Lilik, Kamis, 9 April 2026.
Menariknya, SIL Festival 2026 tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi erat antara pemerintah kota dan pelaku usaha, di mana pemkot berperan sebagai fasilitator. “Pemerintah memfasilitasi dan mengoordinasikan, sementara pembiayaan ditanggung oleh pelaku usaha,” jelasnya.
Lebih dari sekadar bursa kerja, SIL Festival juga menjadi panggung bagi produk lokal Surabaya untuk naik kelas. Beragam produk unggulan, mulai dari makanan, minuman, fesyen, hingga kerajinan, dipamerkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Pemkot bahkan melakukan kurasi ketat terhadap produk yang berpotensi menembus pasar internasional. Proses ini disertai business matching antara pelaku usaha lokal dengan calon pembeli dari luar negeri. “Kurasi dilakukan untuk memastikan produk siap ekspor, dan business matching membantu menyesuaikan kebutuhan pasar global,” ujar Lilik.
Di sisi lain, kesiapan infrastruktur logistik Surabaya dinilai semakin mendukung ekspansi pasar. Konektivitas antarwilayah, baik dalam maupun luar pulau, terus diperkuat guna memperlancar distribusi barang.
Dengan kombinasi bursa kerja dan promosi produk lokal, SIL Festival 2026 tak hanya menjawab kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis industri dan UMKM.
Evaluasi durasi pun menjadi langkah awal agar ke depan, manfaat kegiatan ini semakin luas—baik dalam membuka lapangan kerja maupun memperluas pasar produk lokal hingga level global.
Editor : Rahmat Fajar