Jogja Good & Baverage Expo 2026 Dihelat di Tengah Persoalan Plastik

author A. Mustaqim

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pembukaan Jogja Good & Baverage Expo di Jogja Expo Centre (JEC) Yogyakarta. (Mustaqim/Jurnas.net)
Pembukaan Jogja Good & Baverage Expo di Jogja Expo Centre (JEC) Yogyakarta. (Mustaqim/Jurnas.net)

Jurnas.net - Gelaran Jogja Good & Baverage Expo kembali dihelat pada 2026. Di saat yang sama, krisis global berimbas pada persoalan plastik dan menjerat pedagang. 

CEO Krista Exhibitions, penyelenggara Jogja Good & Baverage Expo, Daud D. Salim menjelaskan kegiatan itu dihelat selama 8-11 April 2026. Sebanyak 120 peserta terlibat dalam pameran beragam makanan dan minuman. 

"Kegiatan ini menampilkan berbagai inovasi di sektor pangan, mulai dari teknologi food processing, peralatan dapur profesional, hingga bahan baku berkualitas dan functional ingredients," kata Daud dalam pembukaan Jogja Good & Baverage Expo di Jogja Expo Centre (JEC) Yogyakarta pada Rabu, 8 April 2026. 

Daud menjelaskan, berbagai hal yang ditampilkan di expo tersebut bisa melengkapi kebutuhan sektor pangan. Menurut dia, expo itu menghadirkan solusi pengemasan modern yang menjadi elemen krusial dalam keberhasilan produk makanan dan minuman. 

"Beragam teknologi pengemasan ramah lingkungan, mesin produksi dan packaging otomatis, sistem keamanan pangan terkini, serta solusi efisiensi logistik dipamerkan sebagai jawaban atas tantangan industri yang menuntut ketahanan, estetika, dan efisiensi proses," kata dia. 

Ketua Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman mengatakan pameran tersebut menjadi dukungan terhadap ekonomi industri makanan dan minuman. Apalagi di daerah-daerah memerlukan dukungan supaya industri-industri kecil dan industri menengah bisa semakin terinformasi pengetahuan-pengetahuan dan teknologi terbaru supaya bisa lebih maju. 

"Dan terbukti dari anggota kami yang kecil-kecil yang UKM, yang tadinya kemasannya jelek, kemudian produknya belum bagus, akhirnya dengan berbagai pameran mereka memperbaiki dan akhirnya semakin banyak yang ekspor sekarang," kata dia. 

Banyak stan di lokasi pameran tersebut berisi aneka makanan dan minuman, seperti rendang hingga aneka bumbu. Menurutnya, produk yang dihasilkan di stan-stan itu sebagian besar siap ekspor. 

"Jadi pameran ini sangat mendukung sekali. Jadi saya sangat mendukung supaya yang kecil-kecil ini ada kesempatan untuk naik kelas ya. Dan yang besar juga semakin menjadi contoh dan menunjukkan, mendisplay atau menjual produk-produk yang bisa dimanfaatkan oleh konsumen di daerah khususnya," kata dia. 

Persoalan Plastik

Jogja Good & Baverage Expo berjalan di tengah dampak situasi global, dalam hal ini masalah plastik. Adhi mengakui memperoleh informasi kenaikan harga plastik dua kali lipat atau 100%. Kondisi itu dikeluhkan para pedagang kecil. 

"Memang situasi seperti itu karena pasokan sangat terbatas, dan industri hulu plastik kita, saya dapat informasi mereka hanya produksi sekitar 30% ya. Dan banyak negara-negara juga sedang mengurangi produksi dan menghentikan produksi karena kesulitan sebagian bahan baku untuk memproduksi plastik tersebut," ucapnya. 

Adhi meminta para produsen makanan mencari alternatif menyikapi situasi terkini, termasuk dalam menjalankan bisnisnya. Di sisi lain, ia melanjutkan, kondisi industri besar kenaikan kemasan produknya sekitar 30 hingga 60%. 

Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad berharap pameran makanan dan minuman tersebut menjadi sarana efektif dan peluang membuka pasar dalam mengembangkan bisnis. Menurut dia, ajang itu bisa jadi tempat interaksi langsung dengan konsumen sehingga menjadi nilai tambah pengembangan produk dan layanan. 

"Harapannya juga bisa membuka akses baik nasional maupun internasional. Dengan inovasi dan pengembangan saya yakin industri bisa berkembang, itu itu tergantung semangat dan kolaborasi para pelaku usaha," jelasnya. 

Berita Terbaru

Pemkab Jepara Raih Penghargaan Pengelola JDIH dengan Progres Terbaik

Pemkab Jepara Raih Penghargaan Pengelola JDIH dengan Progres Terbaik

Senin, 05 Okt 2026 16:24 WIB

Senin, 05 Okt 2026 16:24 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Jepara meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah sebagai Pengelola Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) K…

SIER Dorong UMKM Lokal Perluas Pasar melalui Jatim Fest 2026

SIER Dorong UMKM Lokal Perluas Pasar melalui Jatim Fest 2026

Minggu, 04 Okt 2026 10:27 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 10:27 WIB

Jurnas.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus mendorong pengembangan dan perluasan akses pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah …

SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026, Sinyal Kepercayaan Investor ke Kawasan Industri Jatim

SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026, Sinyal Kepercayaan Investor ke Kawasan Industri Jatim

Sabtu, 03 Okt 2026 14:10 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 14:10 WIB

Jurnas.net — PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) kembali mencatatkan komitmen investasi melalui penandatanganan dua Letter of Intent (LoI) dengan PT F…

Bahaya Eksploitasi Digital di Balik Konten Lucu Anak

Bahaya Eksploitasi Digital di Balik Konten Lucu Anak

Jumat, 02 Okt 2026 16:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 16:20 WIB

Jurnas.net - Maraknya konten lucu bersama anak di media sosial mendapat banyak perhatian warganet, namun konten tersebut memunculkan indikasi bentuk…

Tumpeng Raksasa 3 Meter Jadi Ikon HUT ke-20 SMAN 1 Kebomas, Sarat Makna Tradisi dan Kebersamaan

Tumpeng Raksasa 3 Meter Jadi Ikon HUT ke-20 SMAN 1 Kebomas, Sarat Makna Tradisi dan Kebersamaan

Rabu, 30 Sep 2026 21:15 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 21:15 WIB

Jurnas.net – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 SMAN 1 Kebomas, Gresik, Jawa Timur, berlangsung meriah. Ribuan siswa larut dalam kemeriahan yang tidak hanya …

Gus Lilur: Saya Siap Perang Pidana, Tapi Ada 3 Syarat untuk Menepi dari Polemik NU

Gus Lilur: Saya Siap Perang Pidana, Tapi Ada 3 Syarat untuk Menepi dari Polemik NU

Selasa, 29 Sep 2026 13:18 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 13:18 WIB

Jurnas.net - Polemik pasca-Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, belum sepenuhnya mereda. Warga…