Jurnas.net — Semangat emansipasi dan kepedulian sosial dalam peringatan Hari Kartini diwujudkan secara nyata oleh para Srikandi PLN. Melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Malang, mereka kembali menggelar Posyandu Disabilitas yang menyasar kelompok rentan di Jl. Danau Sentani Tengah, Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh empati ini diikuti puluhan penyandang disabilitas yang mendapatkan layanan kesehatan gratis. Mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan kesehatan umum, hingga terapi disabilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan individu.
Program ini menjadi bukti konkret bahwa PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia energi listrik, tetapi juga berperan aktif dalam membangun kesejahteraan sosial yang inklusif. Terutama bagi penyandang disabilitas yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam mengakses layanan kesehatan dan terapi.
Manager PLN UPT Malang, Emmy Muflihatun Asana, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PLN dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat.
“Kegiatan ini bukan sekadar memperingati Hari Kartini, tetapi juga bentuk nyata kepedulian kami terhadap saudara-saudara penyandang disabilitas. Kami berharap Posyandu Disabilitas ini dapat membuka akses layanan kesehatan dan terapi yang lebih luas serta menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” kata Emmy, Senin, 13 April 2026.
Sementara itu, General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, Ika Sudarmaja, menekankan pentingnya peran insan PLN dalam menghadirkan program yang berdampak langsung.
“Kegiatan sosial seperti ini adalah wujud tanggung jawab PLN sebagai agen pembangunan sosial. Srikandi PLN diharapkan terus menjadi motor penggerak dalam menghadirkan program yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari Champion Srikandi PLN, Titi Murdiyati. Ia menilai kegiatan ini sebagai refleksi nyata peran perempuan PLN dalam menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.
“Posyandu Disabilitas ini menunjukkan bahwa Srikandi PLN tidak hanya berkiprah di lingkungan kerja, tetapi juga hadir membawa perubahan positif di tengah masyarakat. Semangat kolaborasi dan kepedulian ini harus terus dijaga,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sinergi dengan berbagai pihak seperti Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dan Yayasan Bersama Anak Bangsa menjadi kunci keberhasilan program sosial yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, PLN berharap dapat terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat peran Srikandi PLN sebagai agen perubahan—perempuan tangguh yang tidak hanya berdaya secara profesional, tetapi juga aktif menebar manfaat sosial di tengah masyarakat.
Editor : Andi Setiawan