Ratusan Petani di Ponorogo Beralih ke PLN, Hemat Biaya Produksi Hingga 65 Persen

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi - petugas PLN pasang daya baru. (Dok: Humas PLN UID Jatim).
Ilustrasi - petugas PLN pasang daya baru. (Dok: Humas PLN UID Jatim).

Jurnas.net - PT PLN (Persero) giatkan elektrifikasi untuk pertanian di wilayah Ponorogo. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama program agriculture bundling package (Listrik Masuk Sawah) dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo di Desa Ngampel, Kecamatan Balong, Ponorogo, Senin, 11 Desember 2023.

Melalui program listrik masuk sawah ini, sebanyak 821 petani di 10 lokasi telah beralih menggunakan listrik PLN. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengatakan program ini merupakan jawaban atas kebutuhan para petani. Sebelumnya, pengairan sawah tadah hujan di Ponorogo hanya mengandalkan mesin konvensional yang biaya cukup tinggi.

“Namun dengan pompa ini tentu menghemat biaya dan meningkatkan produksi pangan kita. Selama ini, dengan pengairan dengan mesin konvensional produksi padi hanya satu kali setahun. Namun dengan pompa listrik ini, produksi padi akan jauh meningkat,” kata Sugiri, Selasa, 12 Desember 2023.

Sementara itu, Kholid (50) salah satu petani yang merasakan manfaat dari program listrik masuk sawah. Ia menuturkan sebelumnya para petani di wilayahnya menggunakan genset untuk membantu pengairan sawah dan menghabiskan dana jutaan rupiah dalam semusim.

"Kami menggunakan lima sumur untuk pompa listrik pengairan sawah. Sebagai gambaran dalam 1 musim tanam untuk sawah 1 hektar menghabiskan biaya kurang lebih 1,4 juta jika menggunakan diesel sementara jika menggunakan pompa listrik hanya membutuhkan biaya 500ribu. Hemat biaya sampai dengan 65%," kata Kholid.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Agus Kuswardoyo menyampaikan elektrifikasi di sektor pertanian merupakan salah satu langkah PLN untuk mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi. Saat ini di Jawa Timur terdapat 20.486 pelanggan electrifying agriculture dengan total daya tersambung 84.211 kVA.

"Elektrifikasi untuk pertanian terus digiatkan di Jawa Timur. Untuk Banyuwangi, kami melistriki buah naga, di Gresik untuk kebun jeruk, ada juga untuk peningkatan produktivitas peternakan serta pertanian di berbagai wilayah," tandasnya. (Feb)

Berita Terbaru

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jurnas.net – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, warga Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal sebagai kiai kampung, membeberkan dokumen yang disebutnya …

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jurnas.net - Memasuki usia ke-24 tahun, Apotek K-24 mengajak masyarakat terlibat dalam perayaan perjalanan panjangnya melalui kegiatan olahraga bertajuk K-24…

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta harus menjalani laga kandang tanpa penonton saat menjamu PSM Makassar pada Jumat, 16 Oktober 2026. Namun, PSIM mendapat angin…

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (DPP LPKAN Indonesia) mengecam dugaan korupsi yang menyeret lima pejabat B…

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Jurnas.net – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mencatat konsentrasi partikel halus PM2.5 menjadi salah satu parameter kritis kualitas udara di Kota P…

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memperkuat upaya pengelolaan sampah melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dadapan …