Dubes India Sebut Demokrasi Indonesia Sumber Stabilitas dan Kekuatan Pedamaian Dunia

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, saat zoom dialog dengan awak media. (Insani/Jurnas.net)
Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, saat zoom dialog dengan awak media. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menyebut demokrasi di Indonesia merupakan sumber stabilitas regional dan global serta kekuatan perdamaian dunia. Bahkan, Demokrasi di dalam negeri memberikan kredibilitas dan penerimaan yang lebih besar terhadap seruan reformasi sistem internasional dan tuntutan perdamaian

"Indonesia yang akan melakukan pemungutan suara untuk memilih Presiden baru dan anggota legislatif, saya sebagai Duta Besar India, negara demokrasi terbesar di dunia, sangat gembira untuk mengucapkan selamat kepada masyarakat dan pemerintah Indonesia atas peristiwa penting ini," kata Sandeep, dalam sesi dialog online bareng Jurnalis Surabaya, Senin malam, 13 Februari 2024.

Sandeep mengatakan selama 25 tahun terakhir, Indonesia telah membuktikan kepada rakyatnya dan dunia, nilai bawaan sistem demokrasi dalam hal peralihan kekuasaan secara damai dan politik inklusif.

Ia menuturkan, demokrasi telah memberi semua warga tentang hak untuk bersuara. Setiap suara berarti. Masyarakat mempunyai hak siapa yang ingin mereka pilih.

"Jadi bagi kami, siapa pun yang menjadi Presiden, kami akan sambut dia dan bekerja bersamanya. Dan saya yakin, saya sudah mendengar ketiga kandidat tersebut dan saya telah mendengar tentang kebijakan dari masing-masing. Semua orang telah berbicara mengenai peningkatan dan mengintensifkan hubungan dengan India," ujarnya.

Dari sisi kampanye, Sandeep mengakui bahwa dirinya menyaksikan dengan penuh daya tarik kampanye pemilu Indonesia pada putaran pemilihan presiden kali ini.

"Selama kampanye ini, kandidat-kandidat yang berbeda telah mengartikulasikan kebijakan-kebijakan mereka masing-masing dan perbedaan-perbedaan yang ada dengan penuh rasa hormat," ucapnya.

Debat capres dan cawapres telah menjadi perdebatan kelas atas dalam komunikasi publik dan debat sipil. Debat ini merupakan ciri dari negara demokrasi yang sudah matang dan bahkan lebih mengesankan lagi di negara demokrasi yang masih muda seperti Indonesia.

"Meski tidak mengherankan, kaum muda telah menjadi partisipan aktif dalam proses tersebut. Mereka telah menggunakan kecerdikan mereka dalam menggunakan media sosial serta banyak cara komunikasi kreatif lainnya untuk memberikan dampak yang besar," jelasnya.

Hal ini merupakan wujud nyata Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi karena generasi muda sadar bahwa politik saat ini akan memainkan peran penting dalam menentukan masa depan mereka.

"Melalui interaksi dengan generasi muda Indonesia dan juga masyarakat umum, kita dapat dengan mudah memperoleh banyak pengetahuan tentang proses pemilu dan juga para kandidat," kata Sandeep.

Dia menulai para pemilih di Indonesia mempunyai informasi yang baik. Mereka tertarik untuk mengungkapkan pilihan mereka. "Hal ini merupakan hasil yang tidak terlihat namun nyata selama bertahun-tahun demokratisasi di negara ini," tegasnya.

Sandeep merasa sangat nyaman bekerja sama dengan Indonesia, karena Indonesia adalah negara demokrasi.

"Saya yakin kami akan masih melakukan banyak hal lagi antara Indonesia dan India. kami merasa sangat nyaman bekerja sama dengan Indonesia, karena Indonesia adalah negara demokrasi. Kami tahu itu ketika kita sedang berurusan dengan pemerintah, kita juga sedang berurusan dengan harapan masyarakat Indonesia," pungkasnya.

Berita Terbaru

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jurnas.net - Memasuki usia ke-24 tahun, Apotek K-24 mengajak masyarakat terlibat dalam perayaan perjalanan panjangnya melalui kegiatan olahraga bertajuk K-24…

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta harus menjalani laga kandang tanpa penonton saat menjamu PSM Makassar pada Jumat, 16 Oktober 2026. Namun, PSIM mendapat angin…

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (DPP LPKAN Indonesia) mengecam dugaan korupsi yang menyeret lima pejabat B…

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Jurnas.net – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mencatat konsentrasi partikel halus PM2.5 menjadi salah satu parameter kritis kualitas udara di Kota P…

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memperkuat upaya pengelolaan sampah melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dadapan …

Dugaan Suap Muktamar NU, Gus Lilur Sebut 130 PCNU Siap Kembalikan Dana ke KPK

Dugaan Suap Muktamar NU, Gus Lilur Sebut 130 PCNU Siap Kembalikan Dana ke KPK

Kamis, 15 Okt 2026 07:19 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 07:19 WIB

Jurnas.net – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, warga Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus kiai kampung, berencana kembali melaporkan sejumlah pihak ke …