BMKG Peringatkan Badai Siklon, Golkar Jatim Minta Pemprov Aktifkan Alat Deteksi Bencana di Daerah

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Timur, Blegur Prijanggono. (Insani/Jurnas.net)
Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Timur, Blegur Prijanggono. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Timur, Blegur Prijanggono, mengingatkan pentingnya kewaspadaan nasional, khususnya di Jawa Timur, menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi badai siklon yang membayangi sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Menurut Blegur, informasi dari BMKG harus menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan, bukan untuk menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

“BMKG sudah menyampaikan bahwa ada beberapa titik di Pulau Jawa yang dibayangi badai siklon. Ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi sebagai bentuk kewaspadaan karena kondisi cuaca saat ini memang sulit diprediksi,” kata Blegur, di Surabaya, Jumat, 2 Januari 2025.

Ia menjelaskan bahwa perubahan iklim global membuat pola cuaca tidak lagi bisa dipastikan seperti sebelumnya. Jika dahulu masyarakat masih dapat mengenali musim hujan dan musim kemarau secara jelas, kini dinamika global dan eksploitasi potensi alam di berbagai negara telah memengaruhi stabilitas iklim secara luas, termasuk di Indonesia.

“Era globalisasi dan keterbukaan ini berdampak pada perubahan cuaca dunia. Jawa Timur dan Indonesia hari ini menghadapi situasi cuaca yang tidak menentu, sehingga badai siklon ini harus dimaknai sebagai peringatan dini, bukan ancaman,” ujarnya.

Blegur menekankan pentingnya peran BMKG Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk secara aktif menyosialisasikan potensi cuaca ekstrem kepada daerah-daerah rawan bencana. Wilayah rawan longsor, banjir, serta daerah yang berpotensi dilintasi badai siklon harus mendapatkan perhatian khusus.

“Pemerintah provinsi harus berkomunikasi intensif dengan pemerintah kabupaten dan kota, menyampaikan wilayah mana saja yang berpotensi terdampak badai siklon, agar kepala daerah dan masyarakat bisa bersiap,” tegasnya.

Ia menyebutkan, potensi cuaca ekstrem yang perlu diantisipasi antara lain hujan lebat disertai angin kencang hingga puting beliung, yang dapat memicu longsor dan banjir di sejumlah wilayah Jawa Timur.

Blegur juga menyoroti pentingnya optimalisasi early warning system (EWS) yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, sistem peringatan dini harus dipastikan aktif dan berfungsi maksimal sebagai bagian dari ikhtiar untuk meminimalkan risiko bencana.

“Early warning system itu harus benar-benar dijalankan. Ini bukan soal menakut-nakuti masyarakat, tetapi mempersiapkan masyarakat agar siap dan waspada jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” katanya.

Ia membandingkan kesiapsiagaan bencana di Indonesia dengan negara maju seperti Jepang, yang dikenal memiliki sistem peringatan dini yang kuat dan disiplin dalam mitigasi bencana. “Di negara maju seperti Jepang, warning system disampaikan terus kepada masyarakat. Mereka membangun tanggul dan infrastruktur mitigasi karena tahu daerahnya rawan. Di Jawa juga sama, banyak wilayah rawan bergerak, dan konsekuensinya adalah potensi bencana,” jelasnya.

Menurut Blegur, penguatan EWS dan koordinasi lintas pemerintah menjadi kunci untuk menekan jumlah korban jiwa dan kerugian material apabila bencana benar-benar terjadi. “Upaya manusia adalah ikhtiar. Dengan kesiapan dan peringatan dini, kita bisa mencegah atau setidaknya menekan angka korban agar tidak besar,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Polda Jawa Timur Bongkar Jaringan Mesiu Ilegal, Dua Pemuda Sidoarjo Ditangkap

Polda Jawa Timur Bongkar Jaringan Mesiu Ilegal, Dua Pemuda Sidoarjo Ditangkap

Selasa, 03 Mar 2026 22:11 WIB

Selasa, 03 Mar 2026 22:11 WIB

Jurnas.net – Praktik peredaran bahan peledak ilegal berbasis rumahan kembali terbongkar. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur m…

Eskalasi Konflik Timur Tengah, Eri Cahyadi Surabaya Minta Warga Surabaya Tunda ke Luar Negeri

Eskalasi Konflik Timur Tengah, Eri Cahyadi Surabaya Minta Warga Surabaya Tunda ke Luar Negeri

Selasa, 03 Mar 2026 20:33 WIB

Selasa, 03 Mar 2026 20:33 WIB

Jurnas.net - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah laporan serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah target di…

Rokok Lokal Madura Bidik Pasar Asia: RBS Siapkan Ekspansi Internasional

Rokok Lokal Madura Bidik Pasar Asia: RBS Siapkan Ekspansi Internasional

Minggu, 01 Mar 2026 02:28 WIB

Minggu, 01 Mar 2026 02:28 WIB

Jurnas.net - Pulau Madura selama ini identik dengan komoditas garam. Namun di balik itu, industri rokok lokal juga tumbuh dan berupaya menembus pasar nasional…

DPRD Jatim Kuliti Kinerja Bank Jatim - Bank UMKM: Sehat di Laporan, Tapi Dividen Seret

DPRD Jatim Kuliti Kinerja Bank Jatim - Bank UMKM: Sehat di Laporan, Tapi Dividen Seret

Minggu, 01 Mar 2026 01:07 WIB

Minggu, 01 Mar 2026 01:07 WIB

Jurnas.net - Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur mulai mengerucutkan fokus pengawasan terhadap dua bank milik daerah, yakni Bank Jatim dan Bank UMKM…

HUT ke-52, SIER Percepat Transformasi Kawasan Industri Hijau dan Berkelanjutan

HUT ke-52, SIER Percepat Transformasi Kawasan Industri Hijau dan Berkelanjutan

Sabtu, 28 Feb 2026 11:33 WIB

Sabtu, 28 Feb 2026 11:33 WIB

Jurnas.net - Memasuki usia ke-52 tahun, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menegaskan komitmennya untuk terus “naik kelas” melalui transformasi tata k…

PLN UIT JBM Gelar Posyandu Disabilitas untuk Anak Kurang Mampu di Malang

PLN UIT JBM Gelar Posyandu Disabilitas untuk Anak Kurang Mampu di Malang

Senin, 23 Feb 2026 21:16 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:16 WIB

Jurnas.net - Menyambut bulan suci Ramadan, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperluas makna pengabdian tak hanya…