Selain Pengasuh Pondok, Kiai Diduga Cabul Ternyata PNS Aktif di MINU

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi - pencabulan
Ilustrasi - pencabulan

Jurnas.net - NS, pengasuh pondok pesantren (Ponpes) Tahfidz Hidayatul Qur'an di Dusun Kalimalang, Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, ternyata berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pria berumur sekitar 49 tahun ini bertugas sebagai guru mata pelajaran (mapel) agama di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Binaspa, di Dusun Binaspa, Desa Kebunteluk Dalam.

"NS memang punya pondok, tapi dia juga mengajar sebagai guru PNS di MINU di Binaspa," kata H, salah satu guru teman NS, kepada Jurnas.net, Sabtu, 23 Desember 2023.

Perempuan ibu dua anak itu mengatakan bahwa NS, merupakan teman seangkatan saat diterima sebagai PNS guru pada tahun 2005. NS merupakan guru mapel agama, seperti Alqur'an dan Hadits, Fikih, Aqidah dan akhlak, Bahasa Arab, dan Sejarah Kebudayaan Islam. "Kalau gak salah NS mapel agama Alqur'an dan Hadist di MINU," ujarnya.

Sementara terkait kasus yang menjerat NS, dia mengaku sudah mendengarnya sejak bulan Oktober lalu. Informasi itu beredar luas di kalangan guru. "Infonya beredar luas. Saya gak kaget, karena NS agak genit kalau sama perempuan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Gresik telah menjemput NS sekitar pukul 07.00 WIB di kediamannya. NS dibawa petugas kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus tersebut.

Kasus pencabulan ini mencuat setelah korban melaporkan ke Polres Gresik. Saat ini ada tiga korban yang telah melaporkan kasus tersebut ke polisi.

"Kasusnya masih kita lidik, kemarin juga sudah ada pemeriksaan saksi-saksi dulu. Doakan semoga terungkap," kata Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Aldhino Prima Wirdhan.

Berita Terbaru

KTP dan Ijazah Jadi Jaminan Kerja, Pemkot Surabaya Ingatkan Berpotensi Langgar Aturan

KTP dan Ijazah Jadi Jaminan Kerja, Pemkot Surabaya Ingatkan Berpotensi Langgar Aturan

Senin, 14 Sep 2026 14:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 14:23 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta masyarakat lebih waspada saat mencari pekerjaan melalui perusahaan penempatan pekerja rumah tangga (…

Pemkot Surabaya Ubah Cara Verifikasi Data Miskin, Warga Diajak Cek Penerima Bansos

Pemkot Surabaya Ubah Cara Verifikasi Data Miskin, Warga Diajak Cek Penerima Bansos

Senin, 14 Sep 2026 13:48 WIB

Senin, 14 Sep 2026 13:48 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mengubah pola verifikasi data kemiskinan melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel). Forum yang selama ini i…

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Demi Bisnis, Susi Air Ogah Sediakan Tiket Emergency untuk Layanan Darurat di Bawean

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Senin, 14 Sep 2026 12:39 WIB

Jurnas.net - Ketika warga Bawean membutuhkan akses transportasi dalam kondisi darurat, kepastian untuk segera keluar dari pulau justru tidak tersedia. Skema…

Cari Kerja Jadi ART, Warga Surabaya 'Disekap' Tak Boleh Pulang dan KTP Ditahan

Cari Kerja Jadi ART, Warga Surabaya 'Disekap' Tak Boleh Pulang dan KTP Ditahan

Senin, 14 Sep 2026 10:27 WIB

Senin, 14 Sep 2026 10:27 WIB

Jurnas.net - Niat mencari pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (ART) justru membuat seorang warga Surabaya panik. Ika Pujiarsih (25) mengaku tidak…

Gus Lilur: Ber-NU Tak Harus Berada di Struktur PBNU

Gus Lilur: Ber-NU Tak Harus Berada di Struktur PBNU

Senin, 14 Sep 2026 07:36 WIB

Senin, 14 Sep 2026 07:36 WIB

Jurnas.net - Setelah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, usai digelar, HRM Khalilur R Ab. S…

Filosofi Daun Kelor di Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Filosofi Daun Kelor di Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah

Minggu, 13 Sep 2026 07:15 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 07:15 WIB

Jurnas.net – Menampilkan corak postmodern dengan simbol daun kelor, Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah tidak sekadar menjadi identitas visual.  Di ba…