Arkeolog Desak Pemkab Gresik Serius Lestarikan Dhurung Bawean yang Terancam Punah

author M. Faizul

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Arkeolog asal Bawean, Khairil Anwar, saat acara sarasehan Halal Bihalal Bawean Internasional 2026 di Yogyakarta. (Faizul/Jurnas.net)
Arkeolog asal Bawean, Khairil Anwar, saat acara sarasehan Halal Bihalal Bawean Internasional 2026 di Yogyakarta. (Faizul/Jurnas.net)

Jurnas.net - Meski telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada 2024, eksistensi Dhurung Bawean justru dinilai masih berada di ujung ancaman. Arkeolog asal Bawean, Khairil Anwar, mendesak Pemerintah Kabupaten Gresik agar lebih serius dan konkret dalam upaya pelestarian, sebelum warisan budaya tersebut benar-benar hilang dari tanah asalnya.

Pernyataan itu disampaikan Khairil saat menjadi pemateri dalam sarasehan rangkaian Halal Bihalal Bawean Internasional 2026 yang digelar di Yogyakarta pada Sabtu, 11 April 2026.

Menurutnya, penetapan Dhurung sebagai WBTB oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi seharusnya menjadi titik awal langkah strategis pelestarian, bukan sekadar pengakuan administratif tanpa tindak lanjut nyata.

“Sudah dua tahun berstatus WBTB, tetapi tindak lanjutnya masih minim. Ini berbahaya, karena Dhurung bisa benar-benar hilang jika tidak segera ditangani serius,” kata Anwar.

Dhurung sendiri merupakan bangunan tradisional khas Bawean yang memiliki fungsi vital, mulai dari tempat penyimpanan hasil panen padi hingga ruang interaksi sosial masyarakat. Nilai historis, arsitektural, dan sosial yang melekat menjadikannya simbol penting dalam kehidupan masyarakat agraris Bawean.

Namun ironisnya, keberadaan Dhurung kini terus menyusut. Khairil mengungkapkan, banyak Dhurung justru berpindah tangan dan dijual ke kolektor dari luar daerah seperti Bali, Yogyakarta, hingga Belitung. Fenomena ini mempercepat hilangnya jejak Dhurung dari Pulau Bawean.

Karena itu, Anwar menekankan pentingnya langkah konkret dari Pemkab Gresik, dimulai dari pendataan menyeluruh. “Harus ada database resmi. Berapa jumlah Dhurung yang tersisa, bagaimana kondisinya, hingga keterkaitannya dengan luas lahan pertanian pemiliknya. Ini penting sebagai dasar kebijakan pelestarian,” ujarnya.

Selain pendataan, Khairil juga mendorong dilakukannya kajian komprehensif yang melibatkan akademisi, budayawan, dan pemerintah untuk merumuskan model pelestarian yang berkelanjutan. Kata dia, pelestarian Dhurung tidak cukup hanya dengan regulasi, tetapi juga harus diperkuat melalui pengarusutamaan budaya di ruang publik, salah satunya lewat festival budaya Bawean.

Dalam festival tersebut, berbagai kekayaan budaya Bawean dapat ditampilkan, seperti Molod Bawean, Tari Zafin Madilingan, Kercengan, hingga ragam kuliner khas. "Festival budaya harus digelar rutin setiap tahun, tidak hanya di Bawean, tetapi juga di daerah perantauan. Ini penting untuk menjaga eksistensi budaya kita,” jelasnya.

Diketahui, Halal Bihalal Bawean Internasional 2026 berlangsung selama dua hari, 11–12 April 2026, di Yogyakarta. Kegiatan ini diawali dengan sarasehan yang membahas isu strategis lintas sektor, mulai dari pendidikan, budaya, ekonomi, hingga politik kepemimpinan, dengan melibatkan diaspora Bawean dari berbagai daerah.

Berita Terbaru

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Jurnas.net - Tokoh masyarakat sekaligus kiai kampung Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, melontarkan dugaan adanya praktik…

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Jurnas.net - Kita sering melihat dalam kontestasi Pilkades, banyak calon kepala desa (cakades) membangun jalan dan membantu memasang lampu penerangan di…

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Jurnas.net - PSS Sleman membawa misi meraih poin perdana saat menjamu PSM Makassar pada pekan keempat Super League di Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman,…

Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

Minggu, 11 Okt 2026 05:54 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 05:54 WIB

Jurnas.net - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong mulai melontarkan kans juara timnya usai menang atas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Kabupaten…

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jurnas.net – Realisasi investasi di Kota Surabaya, Jawa Timur, mencapai Rp 23,608 triliun hingga semester I 2026. Capaian tersebut setara dengan sekitar 53 p…

Namanya Dikaitkan dengan Dugaan Pengondisian Muktamar NU, Dua Kiai Kalbar Tegaskan Tak Hadir

Namanya Dikaitkan dengan Dugaan Pengondisian Muktamar NU, Dua Kiai Kalbar Tegaskan Tak Hadir

Jumat, 09 Okt 2026 14:03 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 14:03 WIB

Jurnas.net – Dua pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di Kalimantan Barat memberikan klarifikasi setelah nama mereka dikaitkan dengan kegiatan di Jakarta yang disebut …