Jurnas.net - Sapi terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jawa Timur terus bertambah. Berdasarkan data iSIKHNAS atau system laporan real time berbasis android per 13 Januari 2025, sebanyak 12.934 ekor sapi di Jatim terserang PMK.
Dari jumlah tersebut, 65% sedang dalam pengobatan, 26% telah sembuh, 5,4% mati, dan 2,1% dipotong paksa. "Meskipun wabah PMK sedang meningkat. Kita tidak menutup pasar, tapi memastikan semua sesuai prosedur," kata Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono, Kamis, 16 Januari 2025.
Baca juga: Hampir 1000 Sapi Terinfeksi PMK, DPRD Sorot Lemahnya Pengawasan Pemprov Jatim
Ia mengimbau para peternak untuk tidak membawa sapi dengan gejala PMK ke pasar demi mencegah penularan lebih lanjut. Kata dia, kelayakan hewan ternak yang dijual harus terus dipastikan agar perekonomian Jatim tetap stabil. "Selesaikan dulu pengobatannya di kandang. Beri vitamin, obati, baru bawa ke sini. Ini langkah penting untuk mencegah penyebaran PMK di pasar," katanya.
Baca Juga : Jawa Timur Butuh 9 Juta Dosis Vaksin PMK dan Baru Terima 12.500
Baca juga: Jawa Timur Tetapkan Status Darurat Karena Kasus Terus Melonjak
Kata Adhy, Pemerintah Provinsi Jatim telah menyiapkan 12.500 dosis vaksin PMK dari Kementerian Pertanian pada Januari 2025. Selain itu, sebanyak 320.000 dosis tambahan akan didistribusikan akhir bulan ini. Pemerintah juga mengupayakan pengadaan 1,4 juta dosis tambahan pada Februari mendatang.
“Peternakan besar sepakat melakukan pengobatan mandiri, sementara pemerintah membantu peternak kecil dengan vaksin, obat, dan vitamin,” ujarnya.
Baca juga: Jawa Timur Butuh 9 Juta Dosis Vaksin PMK dan Baru Terima 12.500
Adhy menekankan pentingnya pengendalian lalu lintas hewan ternak antarprovinsi sebagai langkah preventif. "Hanya hewan yang sudah divaksin yang boleh masuk. Kami mohon kesadaran pemilik ternak untuk mengikuti kebijakan ini," tandasnya.
Editor : Redaksi