Hampir 1000 Sapi Terinfeksi PMK, DPRD Sorot Lemahnya Pengawasan Pemprov Jatim 

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau hewan ternak di wilayahnya. (Humas Pemprov Jatim)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau hewan ternak di wilayahnya. (Humas Pemprov Jatim)

Jurnas.net - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Jawa Timur kembali melonjak tajam pada awal 2026. Hampir seribu ekor sapi dilaporkan terinfeksi dalam waktu singkat, memunculkan sorotan tajam terhadap lemahnya pengawasan lalu lintas ternak dan belum solidnya sistem pengendalian wabah yang dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Data Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur mencatat, pada 25 Januari 2026 jumlah kasus PMK berada di angka 803 ekor, lalu naik signifikan menjadi 839 ekor hanya dalam satu hari, per 26 Januari 2026. Lonjakan cepat ini menunjukkan bahwa penularan PMK masih berlangsung aktif di lapangan, meski wabah tersebut telah berulang kali terjadi sejak beberapa tahun terakhir.

Dari total kasus tersebut, 221 ekor sapi dilaporkan sembuh, sementara 605 ekor sapi masih sakit dan dalam perawatan. Selain itu, delapan ekor sapi mati akibat PMK, dan lima ekor lainnya terpaksa dipotong paksa untuk mencegah penyebaran virus lebih luas.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Ony, menilai angka tersebut menjadi alarm keras atas lemahnya sistem pengawasan Pemprov Jatim, terutama dalam pengendalian mobilitas ternak antarwilayah yang hingga kini masih longgar.

“Jika dalam satu hari kasus bisa melonjak puluhan ekor, ini menandakan ada celah besar dalam pengawasan. PMK bukan wabah baru, tapi respons kita masih seperti pemadam kebakaran,” ujar Ony, Rabu, 28 Januari 2026.

Anggota Komisi B DPRD Jatim itu menegaskan, selama ini penanganan PMK masih cenderung reaktif dan darurat, tanpa dibarengi penguatan sistem pencegahan jangka panjang. Akibatnya, setiap kali terjadi peningkatan lalu lintas ternak, kasus PMK kembali naik.

“Selama pengawasan distribusi ternak lemah dan vaksinasi tidak konsisten, PMK akan terus berulang. Peternak selalu jadi korban, sementara sistemnya tidak pernah benar-benar dibenahi,” tegasnya.

Ony menilai, Pemprov Jatim seharusnya sudah beralih dari pendekatan krisis menuju ketahanan peternakan berbasis sistem, mulai dari pengawasan pintu masuk ternak, pengetatan lalu lintas hewan, hingga deteksi dini di tingkat kandang.

Ia juga menyoroti vaksinasi PMK yang belum terjadwal secara disiplin. Menurutnya, vaksinasi harus dilakukan minimal dua kali setahun dengan pendekatan zonasi risiko, bukan sekadar respons ketika kasus sudah melonjak.

Selain itu, Ony mengingatkan bahwa lemahnya pengawasan juga berdampak langsung pada beban ekonomi peternak. Ketika wabah terjadi, biaya pakan meningkat, produktivitas turun, dan risiko kerugian semakin besar.

Untuk itu, ia mendorong Pemprov Jatim mengembangkan sistem peternakan terintegrasi dengan sektor pertanian rakyat, memanfaatkan hijauan dan limbah pertanian sebagai pakan lokal. Ia bahkan mengusulkan pendirian pabrik pakan murah melalui skema BUMD atau kemitraan swasta guna menekan biaya produksi peternak saat wabah terjadi.

Dalam konteks pengendalian wabah, Ony juga mengusulkan pembentukan Pusat Layanan Teknis Biosekuriti dan Penanganan PMK di daerah sentra ternak seperti Tuban, Sidoarjo, dan Jember. “Pusat ini penting untuk edukasi, pendampingan peternak, deteksi dini, hingga manajemen isolasi ternak sakit. Jangan sampai peternak dibiarkan menghadapi wabah sendirian,” jelasnya.

Tak kalah krusial, Ony menilai digitalisasi data PMK berbasis real-time belum optimal. Padahal, sistem pelaporan cepat sangat dibutuhkan untuk memetakan zona merah dan menutup celah penyebaran sejak dini. “Kalau datanya lambat dan pengawasan longgar, wabah akan selalu lebih cepat dari kebijakan,” katanya.

Ia menegaskan, Komisi B DPRD Jatim akan terus memperkuat fungsi pengawasan terhadap kinerja Pemprov Jatim, terutama dalam aspek pengendalian PMK yang kini telah berulang dan berdampak luas. “Tujuan kita bukan sekadar menurunkan angka kasus, tapi membangun sistem peternakan Jawa Timur yang benar-benar tangguh. Kalau pengawasan lemah, wabah akan terus naik,” pungkas Ony.

Berita Terbaru

Kasus Pungli Perizinan ESDM Jatim, Anak Buah Khofifah Jadi Tersangka Keempat Dugaan Pungli Rp1,33 Miliar

Kasus Pungli Perizinan ESDM Jatim, Anak Buah Khofifah Jadi Tersangka Keempat Dugaan Pungli Rp1,33 Miliar

Selasa, 28 Jul 2026 19:47 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 19:47 WIB

Jurnas.net – Penyidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses penerbitan perizinan di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa T…

PSIM Yogyakarta Gaet Striker Asal Spanyol

PSIM Yogyakarta Gaet Striker Asal Spanyol

Selasa, 28 Jul 2026 18:58 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 18:58 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogayakarta secara resmi memperkenalkan penyerang baru asal Spanyol, Adrian Dalmau, untuk memperkuat kedalaman skuad Laskar Mataram dalam meng…

PLN Siagakan 60 Personel dan Sistem Berlapis Amankan Listrik Piala Presiden Elite 2026 di GBT

PLN Siagakan 60 Personel dan Sistem Berlapis Amankan Listrik Piala Presiden Elite 2026 di GBT

Selasa, 28 Jul 2026 17:19 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 17:19 WIB

Jurnas.net – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, memastikan k…

Banyuwangi Pamerkan Inovasi Kesehatan di Forum Nasional: Mal Orang Sehat hingga Konsultasi WhatsApp 24 Jam

Banyuwangi Pamerkan Inovasi Kesehatan di Forum Nasional: Mal Orang Sehat hingga Konsultasi WhatsApp 24 Jam

Selasa, 28 Jul 2026 16:12 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 16:12 WIB

Jurnas.net – Berbagai inovasi layanan kesehatan yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendapat panggung di tingkat nasional. Bupati Banyuwangi Ipuk …

DPRD Jatim Dukung Akreditasi Rumah Sakit Berbasis Hasil Klinis, Soroti Minimnya Pemahaman Aturan BPJS

DPRD Jatim Dukung Akreditasi Rumah Sakit Berbasis Hasil Klinis, Soroti Minimnya Pemahaman Aturan BPJS

Selasa, 28 Jul 2026 15:34 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 15:34 WIB

Jurnas.net – Rencana Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengubah sistem akreditasi rumah sakit dari berbasis pemenuhan administrasi menjadi berbasis hasil klinis …

Musda Golkar Sumenep Digelar 29 Juli, Gus Navis Resmi Lolos Verifikasi sebagai Calon Tunggal Ketua DPD

Musda Golkar Sumenep Digelar 29 Juli, Gus Navis Resmi Lolos Verifikasi sebagai Calon Tunggal Ketua DPD

Selasa, 28 Jul 2026 14:31 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 14:31 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Sumenep mulai mematangkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI yang dijadwalkan b…