Jawa Timur Butuh 9 Juta Dosis Vaksin PMK dan Baru Terima 12.500

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, meninjau salah satu tempat ternak sapi di Kabupaten Lamongan. (Dok: Humas Pemprov Jatim)
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, meninjau salah satu tempat ternak sapi di Kabupaten Lamongan. (Dok: Humas Pemprov Jatim)

Jurnas.net - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Peternakan (Disnak) menyatakan kebutuhan vaksin untuk mengendalikan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayahnya mencapai 9 juta dosis. Kepala Disnak Jawa Timur, Indyah Aryani, mengungkapkan bahwa 7,2 juta dosis diperlukan secara mendesak untuk melindungi populasi ternak yang rentan.

"Kami telah menghitung kebutuhan vaksin PMK di Jawa Timur. Totalnya 9 juta dosis, dengan prioritas utama sebesar 7,2 juta dosis untuk memenuhi kebutuhan mendesak," kata Indyah, Kamis, 9 Januari 2025.

Indyah menjelaskan, vaksin ini sangat penting untuk mencegah penyebaran PMK yang dapat menyebabkan kerugian ekonomi besar di sektor peternakan. Saat ini, pihaknya telah menerima bantuan dari pemerintah pusat berupa 12.500 dosis vaksin yang akan digunakan untuk situasi darurat di beberapa wilayah.

"Vaksin bantuan pusat mulai kami distribusikan ke daerah yang tingkat kasus PMK-nya tinggi. Untuk sisa kebutuhan, pengadaan sedang kami upayakan melalui APBD dan APBN," katanya.

Baca Juga : Pasar Hewan Ternak di Tiga Daerah di Jatim Ditutup Sementara Dampak Wabah PMK

Selain itu, Indyah menegaskan pentingnya langkah preventif lain, seperti penutupan sementara pasar hewan di wilayah terdampak dan pengawasan ketat pada pergerakan ternak. “Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan ketersediaan vaksin tambahan guna melindungi hewan ternak di seluruh Jawa Timur,” ujarnya.

Menurut data Disnak Jatim, kasus PMK di Jawa Timur masih tinggi, dengan populasi ternak yang terpapar mencakup sapi, kambing, dan domba. Kata Indyah, vaksinasi massal akan segera dilakukan begitu dosis tambahan tiba.

"Kami berharap para peternak ikut aktif dalam program vaksinasi dan menjaga kesehatan ternak mereka melalui kebersihan kandang, pola makan sehat, dan pengawasan intensif," tandasnya.

Berita Terbaru

DPRD Jatim Warning Perusahaan Jangan Akali Kuota Disabilitas dengan Dalih Kekurangan Kompetensi

DPRD Jatim Warning Perusahaan Jangan Akali Kuota Disabilitas dengan Dalih Kekurangan Kompetensi

Rabu, 17 Jun 2026 16:27 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 16:27 WIB

Jurnas.net – DPRD Jawa Timur mengingatkan kalangan dunia usaha dan dunia industri agar tidak menjadikan alasan minimnya kompetensi sebagai dalih untuk m…

Pasca Insiden Maut di Margorejo, Eri Cahyadi Hentikan Sementara Pengerukan Proyek Box Culvert

Pasca Insiden Maut di Margorejo, Eri Cahyadi Hentikan Sementara Pengerukan Proyek Box Culvert

Rabu, 17 Jun 2026 14:16 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 14:16 WIB

Jurnas.net – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengambil langkah tegas menyusul kecelakaan maut yang menewaskan seorang warga lanjut usia di lokasi proyek saluran …

Raline Shah Kagumi Digitalisasi Banyuwangi, Sebut Layak Jadi Contoh Nasional

Raline Shah Kagumi Digitalisasi Banyuwangi, Sebut Layak Jadi Contoh Nasional

Rabu, 17 Jun 2026 13:07 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 13:07 WIB

Jurnas.net – Kunjungan artis sekaligus Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital, Raline Shah, ke Banyuwangi m…

Surabaya Marathon 2026 Kembali Digelar, Pemkot Kejar Perputaran Ekonomi dan PAD Daerah

Surabaya Marathon 2026 Kembali Digelar, Pemkot Kejar Perputaran Ekonomi dan PAD Daerah

Rabu, 17 Jun 2026 11:46 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 11:46 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur resmi menggelar kembali ajang sport t…

Hobi Merawat Ternak, Anak Buruh Serabutan Diterima Kuliah Gratis di Peternakan UGM

Hobi Merawat Ternak, Anak Buruh Serabutan Diterima Kuliah Gratis di Peternakan UGM

Rabu, 17 Jun 2026 10:00 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 10:00 WIB

Jurnas.net - Di ujung barat Yogyakarta, Ririn Dwi Nurtyani, 17 tahun, dan keluarganya hidup sederhana dengan kondisi ekonomi terbatas. Ayahnya, Sutiono, 50 tahu…

Warga Lansia Tewas di Proyek Margorejo, Lilik Desak Pemkot Surabaya Evaluasi Total Proyek Konstruksi

Warga Lansia Tewas di Proyek Margorejo, Lilik Desak Pemkot Surabaya Evaluasi Total Proyek Konstruksi

Senin, 15 Jun 2026 17:16 WIB

Senin, 15 Jun 2026 17:16 WIB

Jurnas.net — Peristiwa tragis meninggalnya seorang perempuan lanjut usia setelah kendaraan yang dikendarainya tercebur ke area proyek pembangunan gorong-gorong …