Krisis Vaksin PMK Ancam Peternakan di Jatim

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, meninjau salah satu tempat ternak sapi di Kabupaten Lamongan. (Dok: Humas Pemprov Jatim)
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, meninjau salah satu tempat ternak sapi di Kabupaten Lamongan. (Dok: Humas Pemprov Jatim)

Jurnas.net - Jawa Timur masih kekurangan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang cukup besar. Dari kebutuhan tahunan sebesar 6,6 juta dosis, saat ini Jatim baru menerima 2,2 juta dosis, sehingga masih diperlukan tambahan 4,4 juta dosis guna menekan penyebaran wabah PMK di provinsi ini.

"Kami masih butuh 4,4 juta dosis lagi, saat ini telah menerima 1,7 juta dosis vaksin dari pemerintah pusat," kata Pj. Gubernur Jatim, Adhy Karyono, Rabu, 12 Februari 2025.

Adhy menyebut bahwa Jatim telah mendapatkan dukungan 1,7 juta dosis vaksin dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Dari jumlah tersebut, sebanyak 870.000 dosis mulai didistribusikan ke 38 kabupaten/kota di Jatim, di antaranya Pamekasan, Kediri, Bojonegoro, Probolinggo, dan Pasuruan.

"Hari ini kami mendistribusikan 520.000 dosis, ditambah tahap kedua sebanyak 350.000 dosis dari Kementan. Tapi jumlah ini masih jauh dari kebutuhan sebenarnya," katanya.

Kekurangan vaksin ini menjadi tantangan besar mengingat Jatim adalah lumbung ternak nasional dengan populasi sapi potong dan perah mencapai 3,3 juta ekor. Jika vaksinasi tidak segera dilakukan secara merata, dampaknya bisa meluas ke sektor peternakan di seluruh Indonesia.

Baca Juga : Jawa Timur Terima 1,7 Juta Vaksin Untuk Kendalikan Wabah PMK 

Adhy pun mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk mengalokasikan APBD guna pengadaan vaksin tambahan. Sejumlah daerah sudah menyatakan kesiapan, namun koordinasi lebih lanjut tetap diperlukan.

Tak hanya bergantung pada pemerintah, Adhy juga mengajak peternak untuk melakukan vaksinasi mandiri. Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) di Jatim telah menyediakan vaksin dengan harga terjangkau bagi peternak skala besar maupun koperasi.

“Daripada rugi karena ternaknya terjangkit PMK, lebih baik peternak menyisihkan sedikit anggaran untuk vaksinasi,” katanya.

Ketua DPRD Jatim, M. Musyafak, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mengupayakan tambahan anggaran meskipun APBD mengalami penyesuaian. Ia berharap dengan strategi vaksinasi yang tepat dan keterlibatan semua pihak, penyebaran PMK di Jatim bisa dikendalikan dan Jatim tetap menjadi penyokong utama kebutuhan ternak nasional.

“Kami akan terus mengawal penanganan PMK ini karena menyangkut kesejahteraan peternak dan perekonomian Jatim,” ujarnya.

Berita Terbaru

Kisah Bahlil Lahadalia Jadi Inspirasi, Golkar Salurkan 200 Paket Sembako untuk Sopir Len

Kisah Bahlil Lahadalia Jadi Inspirasi, Golkar Salurkan 200 Paket Sembako untuk Sopir Len

Minggu, 18 Okt 2026 15:02 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:02 WIB

Jurnas.net – Pengalaman Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menjadi sopir angkutan kota (angkot) saat muda menjadi inspirasi di balik penyaluran 200 p…

Karhutla dan Krisis Tanggung Jawab Ekologis Negara

Karhutla dan Krisis Tanggung Jawab Ekologis Negara

Sabtu, 17 Okt 2026 23:23 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 23:23 WIB

Oleh: Saiq Khayran Mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Nurul Jadid Di tengah ambisi pemerintah mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperluas investasi,…

PSIM Yogyakarta Pecat Jean Paul van Gastel dari Kursi Pelatih

PSIM Yogyakarta Pecat Jean Paul van Gastel dari Kursi Pelatih

Sabtu, 17 Okt 2026 18:04 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 18:04 WIB

Jurnas.net – PSIM Yogyakarta mengambil keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih Jean Paul van Gastel. Keputusan tersebut menjadi langkah penting b…

Kapolri Temui Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Perkuat Komunikasi Polri dan Ulama

Kapolri Temui Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Perkuat Komunikasi Polri dan Ulama

Sabtu, 17 Okt 2026 14:29 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 14:29 WIB

Jurnas.net – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bersilaturahmi dengan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, di Yayasan P…

Keok dari PSM, PSIM Yogyakarta Jalani Lima Laga Super League Tanpa Kemenangan

Keok dari PSM, PSIM Yogyakarta Jalani Lima Laga Super League Tanpa Kemenangan

Sabtu, 17 Okt 2026 07:36 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 07:36 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta gagal memutus tren tanpa kemenangan pada masa awal Super League 2026/2027. Teranyar, PSIM dikalahkan PSM Makassar 1-2 di Stadion…

Duka ke Amal Jariah, Muhammad Suryo Resmikan Masjid Hj Anis Syarifah

Duka ke Amal Jariah, Muhammad Suryo Resmikan Masjid Hj Anis Syarifah

Jumat, 16 Okt 2026 21:14 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 21:14 WIB

Jurnas.net – Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi Desa Palihan, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka hadir me…