Longsor Trenggalek: Empat Korban Ditemukan Meninggal dan Satu Selamat

Reporter : Redaksi
Tim SAR evakuasi empat korban meninggal tertimbun longsor di Trenggalek. (Basarnas Surabaya)

Jurnas.net - Setelah dua hari berjibaku di tengah hujan, lumpur, dan risiko longsor susulan, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan seluruh korban bencana tanah longsor di Dusun Banaran, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. Dari lima korban yang tertimbun, satu ditemukan selamat, sementara empat lainnya meninggal dunia.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), memastikan operasi pencarian resmi ditutup setelah seluruh korban ditemukan.

Baca juga: Jelang Natal, Polri Perbaiki Gereja dan Siapkan Posko Ibadah di Sumut

"Pada hari pertama operasi SAR, Sabtu (1/11) tim menemukan satu korban bernama Wijianto dalam kondisi hidup. Selanjutnya, empat korban lainnya ditemukan pada hari kedua dan langsung dievakuasi ke rumah sakit,” kata Nanang, Minggu, 2 November 2025.

Keempat korban yang ditemukan pada hari kedua masing-masing adalah Syarif, Welas, Rohman, dan Fajar, 19. Seluruh jenazah dibawa ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Baca Juga : Jalur Cangar-Pacet Resmi Dibuka 24 Jam Pasca Longsor dan Dipastikan Aman Dilewati

Koordinator Pos SAR Trenggalek, Bayu Prasetyo, selaku On Scene Commander (OSC), mengungkapkan bahwa proses pencarian dilakukan secara manual menggunakan alat sederhana seperti sekop dan cangkul karena medan yang sulit.

"Medan yang licin dan minim penerangan membuat pencarian berlangsung sangat hati-hati. Kami juga menempatkan safety officer di setiap titik untuk memantau potensi longsor susulan,” kata Bayu.

Upaya pencarian melibatkan puluhan personel dari berbagai instansi, termasuk Pos SAR Trenggalek, Kodim 0806, BPBD Trenggalek, Polres, Damkar, Dinas Kesehatan, Koramil dan Polsek Bendungan, serta warga sekitar yang turut membantu.

Bencana longsor yang menimpa satu rumah warga di Dusun Banaran terjadi pada Sabtu malam, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Tanah yang labil menyebabkan longsoran besar menimpa rumah korban yang sedang beristirahat.

Baca juga: TNI–PU Kebut Pembangunan Jembatan Bailey Garoga, Target Rampung Januari 2026

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR secara resmi ditutup. Namun pihak BPBD dan warga setempat tetap diminta waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil.

Baca juga: Petugas Menembus Sungai Penuh Buaya Demi Salurkan Bantuan Warga Sekumur Tamiang Aceh

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru