Geolog Dunia Teliti Emas - Tembaga Geopark Ijen Banyuwangi

Reporter : Wulansari
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menerima kedatangan geolog asal Australia di Pendopo Banyuwangi. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net - Kawasan Geopark Ijen kembali menjadi pusat perhatian komunitas geologi internasional. Sebanyak belasan geolog dari Indonesia dan Australia menjadikan Banyuwangi sebagai “laboratorium terbuka” untuk mempelajari jejak mineralisasi emas dan tembaga yang langka, terutama di kawasan Pulau Merah dan kompleks vulkanik Ijen.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian annual conference Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) di bawah Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI). Selama empat hari, rombongan yang terdiri atas 10 peserta dan 3 trip leader itu melakukan field trip mendalam guna memetakan hubungan genetis antara Pulau Merah dan Gunung Ijen, dua tapak geologi yang disebut para ahli sebagai “dua sisi dari satu proses mineralisasi”.

Baca juga: Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi di Banyuwangi Tembus Rp150 Ribu per Kg

Perwakilan MGEI, Arif Hermawan, menjelaskan saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, bahwa Banyuwangi dipilih karena menyimpan potensi mineralisasi yang kuat dan unik.

“Kami ingin memahami bagaimana sistem mineral emas dan tembaga di kawasan ini terbentuk, sekaligus membandingkannya dengan batuan vulkanik di Ijen. Pengetahuan ini bisa menjadi rujukan pencarian mineral di wilayah lain, baik di Indonesia maupun global,” kata Arif, Selasa, 2 Desember 2025.

Wakil Ketua Jaringan Geopark Indonesia, Abdillah Baraas, memberikan gambaran yang lebih filosofis namun ilmiah tentang hubungan tersebut." Jika ingin melihat masa lalu Pulau Merah, lihatlah Ijen. Jika ingin melihat masa depan Ijen, lihatlah Pulau Merah,” katanya.

Menurut Abdillah, karakter batuan Kawah Ijen memiliki kemiripan dengan Pulau Merah yang berwarna kemerahan akibat proses oksidasi—indikasi penting dalam pembentukan endapan mineral.

Para geolog juga mendalami materi di Pusat Informasi Geologi Gopak Ijen, yang memuat rekonstruksi lengkap sejarah geologi Banyuwangi sejak lebih dari 30 juta tahun lalu. Selain mempelajari endapan vulkanik muda yang kini menjadi wilayah permukiman, rombongan juga mengeksplorasi jejaring budaya dan keanekaragaman hayati yang menjadi satu kesatuan geopark.

Baca juga: Banyuwangi Bangun TPS3R Karetan, Mampu Olah 160 Ton Sampah per Hari untuk 100 Ribu Rumah Tangga

Dari sisi akademik, Dr. Ir. Arzyana Sunkar, peneliti dari IPB University yang turut mendampingi kunjungan, menilai Ijen sebagai contoh ideal integrasi konservasi, geowisata, dan keberlanjutan. "Banyuwangi dan Geopark Ijen sudah bergerak menuju best practice dunia. Kolaborasi akademisi, masyarakat, dan pemerintah adalah model yang bisa direplikasi,” katanya.

Arzyana bahkan berencana memperkenalkan Banyuwangi dalam International Conference on Responsible Tourism and Hospitality di Malaysia pada Juli tahun depan, dan mengundang Bupati Ipuk untuk memaparkan model pengelolaan geopark.

Tak hanya mengeksplorasi geologi alamiah, rombongan juga meninjau praktik pengelolaan lingkungan pertambangan yang dilakukan PT Bumi Suksesindo (BSI). Menurut Rendy, exploration geologist dari PT Meares Soputan Mining (MSM), praktik lingkungan BSI menjadi pembelajaran berharga.

Baca juga: RSUD Blambangan Banyuwangi Buka Poli Eksekutif, Pasien Bisa Langsung Pilih Dokter Spesialis

“Kami melihat bagaimana mineralisasi ditemukan, sekaligus bagaimana lingkungan dikelola dengan standar yang baik. Ini bisa menjadi referensi bagi perusahaan kami,” ujarnya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi kehadiran para ahli tersebut. Menurutnya, kekayaan geologi Banyuwangi bukan hanya aset pariwisata, tetapi juga sumber ilmu pengetahuan dan riset internasional.

“Kami membuka seluas-luasnya Banyuwangi sebagai ruang belajar bagi akademisi, geolog, dan industri. Kami berharap kunjungan ini mendorong lebih banyak kolaborasi dan memperkuat pengembangan Geopark Ijen ke depan,” kata Ipuk.

Editor : Risfil Athon

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru