Jurnas.net — Inovasi wisata berbasis desa kembali mencuri perhatian. Wisata Pesona Senja (Sunset Point) di Dusun Salamrejo, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, kini menjelma menjadi magnet baru yang memadukan alam, kuliner, dan pengalaman santai menikmati senja di tepi sungai dengan latar megah Gunung Raung.
Destinasi ini menawarkan suasana berbeda: pengunjung bisa ngopi santai di pinggiran aliran sungai, ditemani hamparan sawah hijau dan suara gemericik air yang menenangkan. Saat senja tiba, langit berwarna keemasan berpadu dengan siluet Gunung Raung, menciptakan panorama yang memikat.
Tak hanya itu, pengalaman wisata makin unik dengan pemandangan kereta api yang melintas tak jauh dari lokasi, menambah daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi kreativitas warga dalam mengelola potensi lokal menjadi destinasi wisata yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.
“Ini bisa menjadi magnet baru untuk menarik wisatawan ke Glenmore. Kami siap mendukung, namun tetap jaga kebersihan dan kualitas produk UMKM agar pengunjung membawa kesan positif,” kata Ipuk, Kamis, 23 April 2026.
Untuk memperkuat daya tarik, Desa Sumbergondo juga menggelar event “Ngopi Pinggir Kali dan Tubing” yang sukses menyedot perhatian wisatawan. Dalam acara tersebut, pengunjung menikmati kuliner UMKM lokal sambil lesehan di tepi sungai, menunggu momen matahari terbenam.
Daya pikat Pesona Senja bahkan menarik wisatawan luar daerah. Dewi Fatmawati, pengunjung asal Jember, mengaku terkesan dengan kebersihan lingkungan dan suasana alami yang ditawarkan. “Tubing di sini seru sekali. Sungainya bersih, suasananya sejuk, dan warganya ramah. Cocok untuk liburan keluarga,” ungkapnya.
Kepala Desa Sumbergondo, Taufik Hidayat, menyebut destinasi ini terus menunjukkan tren positif sejak dikembangkan tiga tahun lalu. Saat akhir pekan, jumlah pengunjung bisa mencapai lebih dari 500 orang per hari. “Alhamdulillah, UMKM sangat terbantu. Dalam sehari saat libur, omzet bisa mencapai Rp1 juta per pelaku usaha,” jelasnya.
Saat ini, sekitar 20 pelaku UMKM terlibat aktif, menyajikan beragam kuliner lokal, termasuk kopi khas Glenmore yang semakin memperkuat identitas wisata tersebut. Meski terus berkembang, pengelola tetap menempatkan kelestarian lingkungan sebagai prioritas utama. Edukasi kepada pengunjung untuk menjaga kebersihan sungai rutin dilakukan agar daya tarik alam tetap terjaga.
Editor : Andi Setiawan