Kongres PSB Gresik, Yahya Zaini Proyeksikan Saudagar Bawean Jadi Kekuatan Ekonomi Global

Reporter : Faizul
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Muhammad Yahya Zaini saat membuka Kongres ke II Persatuan Saudagar Bawean (PSB) di Gresik. (Faizul/Jurnas.net)

Jurnas.net - Kongres Persatuan Saudagar Bawean (PSB) ke II, menjadi momentum penting konsolidasi dan proyeksi masa depan organisasi saudagar Bawean. Sedikitnya 100 peserta dari kalangan pengusaha dan tokoh masyarakat lintas daerah hadir dalam forum tertinggi pengambilan keputusan PSB tersebut.

Kongres ini turut dihadiri tokoh nasional asal Pulau Bawean, Muhammad Yahya Zaini, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI. Kehadiran legislator senior yang juga didapuk sebagai pembina PSB itu memberi warna strategis, terutama dalam mendorong perluasan jaringan PSB hingga ke tingkat internasional.

Baca juga: Strategi Besar PSB untuk Bawean: Benahi Transportasi dan Perkuat Fondasi Ekonomi

Dalam sambutannya, Yahya menilai berbagai program PSB selama ini telah memberi dampak nyata, mulai dari penguatan ekonomi anggota hingga layanan sosial dan kesehatan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa tantangan ke depan menuntut konsolidasi organisasi yang lebih kuat dan ekspansi jaringan yang lebih luas.

“Selama sembilan tahun pascakongres pertama tahun 2016, PSB masih berfokus di dalam negeri. Ke depan, saya memproyeksikan PSB Go Global,” kata Yahya, saat membuka Kongres PSB ke II, yang digelar di Gresik, Sabtu, 13 Desember 2025

Ia menyebut potensi besar kolaborasi antara pengusaha Bawean di tanah air dengan diaspora Bawean di luar negeri, khususnya di Malaysia dan Singapura, yang selama ini dikenal memiliki jejaring bisnis kuat.

“Nanti bisa dibentuk perwakilan PSB di Malaysia dan Singapura. Ini bukan hanya untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga membangun kerja sama dan jaringan bisnis lintas negara,” tegas politisi Fraksi Golkar tersebut.

Baca juga: Penyeberangan Bawean Disusupi Narkoba, Polres Gresik Bongkar Jalur Laut Surabaya

Pria kelahiran Desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean itu, juga menegaskan bahwa kongres merupakan forum tertinggi organisasi. Selain laporan pertanggungjawaban dan pemilihan ketua, kongres juga menjadi ruang perumusan visi-misi PSB hingga tahun 2045.

Selain ekspansi global, Yahya Zaini menaruh perhatian besar pada penguatan UMKM Bawean. Ia mendorong agar PSB aktif membina pelaku usaha unggulan agar mampu naik kelas, termasuk dengan memfasilitasi keikutsertaan dalam berbagai pameran.

“Saya berharap PSB bisa memberikan kontribusi konkret bagi UMKM Bawean, salah satunya dengan membuka akses promosi dan pasar,” katanya.

Baca juga: Asy’ari Bagikan Kunci Survive Hadapi Persaingan Bisnis di Hadapan Saudagar Bawean

Lebih jauh, Yahya juga mendorong PSB untuk terlibat aktif dalam program strategis pemerintah yang berorientasi pada ekonomi kerakyatan, seperti Koperasi Desa Merah Putih dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Anggota PSB yang bergerak di bidang usaha bisa menjadi distributor atau pemasok bagi koperasi desa maupun dapur MBG. Ini peluang besar untuk menggerakkan ekonomi lokal,” jelasnya.

Kongres PSB ke II juga dihadiri sejumlah tokoh berpengaruh, di antaranya Prof. Bahtiar Efendi, Guru Besar Fakultas Hukum Unissula Semarang, putra Kecamatan Tambak yang dikenal aktif membantu pemuda Bawean melanjutkan pendidikan tinggi. Hadir pula Akhmad Fatah Yasin, IAI, pengusaha sukses di bidang desain arsitektur dengan brand Imajiner Arsitek.

Editor : Amal

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru