Pentas Tunggal 'Dwiatma' UKMF-K Abstra UTM, Kolaborasi Seni dan Perenungan Diri

Reporter : Faizul
Pertunjukan Pentas Tunggal bertajuk “Dwiatma” oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Kesenian Abstra Universitas Trunojoyo Madura (UKMF-K Abstra UTM). (Istimewa)

Jurnas.net - Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Kesenian Abstra Universitas Trunojoyo Madura (UKMF-K Abstra UTM) kembali menegaskan eksistensinya sebagai ruang kreatif mahasiswa dengan sukses menggelar Pentas Tunggal bertajuk “Dwiatma”. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Student Center (GSC) UTM tersebut, mendapat sambutan antusias dari mahasiswa lintas fakultas hingga masyarakat umum.

Pentas tunggal ini mengusung tema “Dwiatma: Menggenapkan yang Retak di Ambang Dua Sukma”, sebuah konsep artistik yang merepresentasikan dualias batin manusia antara nalar dan rasa, gelap dan terang, luka dan pemulihan. Tema tersebut diolah secara mendalam melalui pendekatan simbolik, menjadikan panggung sebagai ruang refleksi sekaligus perenungan eksistensial.

Baca juga: Pembunuh Mahasiswi Ubaya Surabaya Divonis 20 Tahun Penjara

Beragam cabang seni ditampilkan secara kolaboratif, mulai dari tari tradisional, tari modern, teater, seni rupa, hingga sastra. Perpaduan lintas disiplin ini membentuk alur pertunjukan yang dinamis dan berlapis makna, membawa penonton masuk ke suasana kontemplatif yang sarat pesan filosofis.

Setiap karya yang dipentaskan tidak berdiri sendiri, melainkan saling terhubung sebagai satu narasi utuh tentang proses manusia dalam mengenali, merawat, dan menggenapkan dirinya. Penonton diajak tidak sekadar menikmati estetika visual, tetapi juga menafsirkan pesan-pesan kemanusiaan yang relevan dengan realitas kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Gelar Mimbar Bebas, Ribuan Mahasiswa Jatim Serukan Tolak Politik Dinasti

Ketua Pelaksana, Risdiana Nur Abdilah, menegaskan bahwa pentas tunggal ini memiliki makna strategis bagi keberlangsungan organisasi.

“Pentas tunggal ‘Dwiatma’ tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, tetapi juga media edukasi dan regenerasi. Kegiatan ini menjadi wadah memperkenalkan anggota muda UKMF-K Abstra kepada publik sekaligus menunjukkan proses pembinaan kreativitas yang terus berjalan,” kata Risdiana, Sabtu, 27 Desember 2025.

Ia mengatakan penghujung tahun sengaja dipilih sebagai momentum refleksi, di mana seni hadir sebagai medium perenungan dan perayaan karya. "Kami ingin seni tetap hidup di lingkungan kampus, sekaligus mendorong mahasiswa untuk berani melampaui batas kreativitasnya,” tandasnya.

Editor : Amal

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru