Jurnas.net - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat kualitas layanan publik, terutama di sektor kesehatan. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memperluas program Beasiswa Banyuwangi Progresif (B-Pro) dengan prioritas bagi mahasiswa kedokteran dan jurusan kesehatan, termasuk dokter spesialis.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan, program beasiswa tersebut dirancang untuk mencetak sumber daya manusia yang dibutuhkan daerah, khususnya tenaga medis yang masih terbatas jumlahnya di Banyuwangi.
Baca juga: Ngerandu Buko di Marina Boom Banyuwangi, Ramadan Jadi Panggung UMKM dan Wisata Senja
“Program beasiswa ini membantu putra-putri Banyuwangi yang sedang menempuh pendidikan tinggi, terutama di jurusan kesehatan dan kedokteran. Namun tetap terbuka juga untuk jurusan lainnya sesuai kebutuhan daerah,” kata Ipuk, Jumat, 6 Maret 2026.
Program Beasiswa Banyuwangi Progresif diperuntukkan bagi mahasiswa on going minimal semester tiga. Pendaftaran untuk penerima beasiswa tahun akademik 2027 dijadwalkan dibuka mulai April 2026.
Ipuk menjelaskan, prioritas beasiswa saat ini diarahkan pada pendidikan dokter spesialis karena kebutuhan tenaga spesialis di fasilitas kesehatan daerah masih cukup besar. Melalui program tersebut, pemerintah daerah berharap semakin banyak dokter spesialis yang nantinya bertugas di rumah sakit dan fasilitas kesehatan Banyuwangi.
“Melalui beasiswa ini diharapkan lahir lebih banyak dokter spesialis yang dapat mengisi fasilitas kesehatan di Banyuwangi, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin meningkat,” katanya.
Terdapat 12 program studi dokter spesialis yang menjadi prioritas dalam program ini, di antaranya spesialis jantung, saraf, urologi, THT, ortopedi dan traumatologi, penyakit dalam, kedokteran fisik dan rehabilitasi, kedokteran jiwa, spesialis mata, hingga spesialis bedah mulut dan maksilofasial.
Baca juga: Banyuwangi Bergerak Cepat Dukung Program Prabowo, Ribuan Warga Deklarasi Gerakan ASRI
Selain dokter spesialis, program ini juga membuka kesempatan bagi mahasiswa jurusan kesehatan lainnya seperti apoteker, ahli gizi, ahli sanitasi, bidan, dan perawat. Khusus untuk profesi bidan, perawat, dan apoteker, pemerintah daerah memprioritaskan penerima beasiswa yang bersedia mengabdi di wilayah terluar Banyuwangi yang masih membutuhkan tenaga kesehatan.
“Kami mengajak mahasiswa yang berasal dari daerah tersebut untuk mendaftar, karena mereka akan menjadi prioritas agar nantinya bisa kembali mengabdi di wilayahnya,” jelas Ipuk.
Tak hanya sektor kesehatan, Beasiswa Banyuwangi Progresif juga memberikan dukungan bagi mahasiswa di bidang strategis lain, seperti teknologi produksi tanaman pangan, teknik dan infrastruktur, ekonomi kreatif dan pariwisata, pendidikan, serta ilmu sosial.
Baca juga: Pemkot Surabaya Perluas Beasiswa Pemuda Tangguh, Jangkau 24.000 Mahasiswa
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfiyan, menambahkan bahwa program beasiswa ini khusus bagi warga Banyuwangi. Para penerima beasiswa nantinya memiliki kewajiban mengabdi di daerah setelah menyelesaikan pendidikan. “Penerima beasiswa wajib mengabdi di Banyuwangi minimal dua kali masa pemberian beasiswa ditambah satu tahun,” jelasnya.
Adapun komponen beasiswa yang diberikan meliputi biaya uang kuliah tunggal (UKT), biaya hidup, buku, riset, hingga praktik. Bantuan pendidikan diberikan sejak mahasiswa dinyatakan lolos seleksi hingga menyelesaikan studi, yakni maksimal semester 12 untuk kedokteran dan semester 8 untuk jurusan lainnya.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap dapat menyiapkan generasi muda berkompetensi tinggi sekaligus memastikan kebutuhan tenaga profesional di berbagai sektor strategis daerah terpenuhi di masa depan.
Editor : Risfil Athon