147.545 KK Surabaya Masih Nonaktif, Ribuan Warga Belum Bisa Akses Layanan Publik

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Layanan adminduk di Kota Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
Layanan adminduk di Kota Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net — Ratusan ribu warga Surabaya kini menghadapi situasi pelik secara administratif “menghilang” dari sistem. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya masih menonaktifkan sementara 147.545 kartu keluarga (KK) karena tidak ditemukan dalam pendataan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dampaknya, akses terhadap layanan publik hingga bantuan sosial ikut terhenti.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan bahwa per 31 Maret 2026 terdapat 148.537 KK yang dinonaktifkan sementara. Setelah dibuka ruang klarifikasi sejak awal April, sebanyak 992 KK tambahan telah melakukan konfirmasi, sehingga jumlah yang masih nonaktif kini tersisa 147.545 KK.

“Begitu warga melakukan klarifikasi, status nonaktif akan langsung dibuka dan bisa kembali mengakses layanan,” kata Eddy, Minggu, 19 April 2026.

Jika ditarik ke awal, angka ini sempat menyentuh 181.867 KK pada Februari 2026. Dalam hampir dua bulan, sebanyak 34.322 KK telah berhasil diverifikasi ulang. Meski demikian, angka yang tersisa masih tergolong besar dan menunjukkan adanya tantangan serius dalam sinkronisasi data kependudukan.

Di lapangan, status nonaktif ini bukan sekadar angka statistik. Warga yang terdampak tidak dapat mengakses berbagai layanan penting, mulai dari administrasi kependudukan, pendaftaran beasiswa, hingga pengajuan izin usaha. Bahkan, bantuan sosial dari pemerintah kota otomatis tidak bisa diproses.

Situasi ini memperlihatkan sisi lain dari digitalisasi dan integrasi data: akurasi menjadi kunci, tetapi kesalahan atau keterlambatan verifikasi dapat berujung pada terhambatnya hak warga. Eddy menegaskan bahwa proses pembaruan data akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan. Warga yang merasa terdampak diminta segera melakukan klarifikasi, baik secara daring maupun melalui kantor kelurahan sesuai alamat pada dokumen kependudukan.

Selain itu, pemerintah juga menyediakan fasilitas pengecekan status melalui laman resmi agar warga dapat memastikan apakah datanya termasuk yang dinonaktifkan. Eddy mengungkapkan, mayoritas KK yang dinonaktifkan tidak ditemukan saat petugas melakukan survei lapangan. Banyak di antaranya diketahui sudah tidak tinggal di alamat tersebu berpindah ke luar kecamatan, luar kota, bahkan luar negeri.

Namun, kondisi ini juga membuka pertanyaan lebih luas sejauh mana sistem pendataan mampu mengikuti mobilitas warga yang semakin tinggi?. Di satu sisi, DTSEN menjadi instrumen penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Di sisi lain, proses validasi yang belum sepenuhnya adaptif berpotensi membuat sebagian warga kehilangan akses hanya karena belum terverifikasi.

Dengan masih tersisanya lebih dari 147 ribu KK berstatus nonaktif, pekerjaan rumah Pemkot Surabaya belum selesai. Kecepatan dan akurasi pembaruan data kini menjadi kunci agar tidak ada warga yang “hilang” dari sistem—dan kehilangan haknya sebagai penerima layanan publik.

Berita Terbaru

PSS Sleman Tampung Masukan Suporter Jelang Kompetisi Super League Bergulir

PSS Sleman Tampung Masukan Suporter Jelang Kompetisi Super League Bergulir

Selasa, 01 Sep 2026 11:24 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 11:24 WIB

Jurnas.net - Manajemen PSS Sleman menggelar acara sarasehan di Pendopo Omah PSS bersama perwakilan suporter BCS dan Slemania dalam rangka persiapan menjelang Ko…

Inovasi PSIM di Super League 2026/2027, Sediakan Tiket Musiman Bagi Suporter

Inovasi PSIM di Super League 2026/2027, Sediakan Tiket Musiman Bagi Suporter

Selasa, 01 Sep 2026 08:15 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 08:15 WIB

Jurnas.net – Manajemen PSIM Jogja secara resmi meluncurkan program tiket terusan atau season pass untuk mengarungi bergulirnya kompetisi liga musim 2026/27. Lan…

Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, Golkar Jatim Gelar Tasyakuran dan Dorong NU Perkuat Peran Kebangsaan

Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, Golkar Jatim Gelar Tasyakuran dan Dorong NU Perkuat Peran Kebangsaan

Senin, 31 Agu 2026 19:27 WIB

Senin, 31 Agu 2026 19:27 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menggelar tasyakuran atas terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua U…

Surabaya Dinilai Relatif Mandiri Secara Fiskal, Potensi Investasi Masih Bisa Dongkrak PAD

Surabaya Dinilai Relatif Mandiri Secara Fiskal, Potensi Investasi Masih Bisa Dongkrak PAD

Senin, 31 Agu 2026 14:39 WIB

Senin, 31 Agu 2026 14:39 WIB

Jurnas.net — Kota Surabaya dinilai masih memiliki ruang yang besar untuk memperkuat kemandirian fiskalnya. Salah satu indikatornya terlihat dari rasio P…

Muhammadiyah Ucapkan Selamat kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Terpilih

Muhammadiyah Ucapkan Selamat kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Terpilih

Senin, 31 Agu 2026 11:16 WIB

Senin, 31 Agu 2026 11:16 WIB

Jurnas.net — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan selamat atas terpilihnya KH Miftahul Ahyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hak…

PLN UIT JBM Berbagi Senyum dan Harapan untuk Anak-anak Pejuang Kanker

PLN UIT JBM Berbagi Senyum dan Harapan untuk Anak-anak Pejuang Kanker

Senin, 31 Agu 2026 10:09 WIB

Senin, 31 Agu 2026 10:09 WIB

Jurnas.net — Energi bagi sebagian orang mungkin identik dengan listrik. Namun bagi anak-anak yang tengah berjuang melawan kanker, energi juga dapat berarti p…