19 Desa di Lumajang Terancam Krisis Air, DPRD Jatim Minta Distribusi Air Bersih Ditingkatkan

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Lumajang-Jember, Khusnul Khuluk. (Fraksipksjatim)
Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Lumajang-Jember, Khusnul Khuluk. (Fraksipksjatim)

Jurnas.net – Musim kemarau yang mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang mendapat perhatian Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Lumajang-Jember, Khusnul Khuluk. Ia mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur meningkatkan distribusi bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah yang mulai terdampak kekeringan.

Menurut Khusnul, intensitas musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya sehingga pemerintah perlu mengantisipasi sejak dini agar krisis air bersih tidak semakin meluas.

"Kami meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur menambah bantuan droping air bersih. Biasanya setiap tahun memang ada bantuan, tetapi tahun ini volumenya perlu ditingkatkan karena musim kemarau diperkirakan berlangsung lebih lama," kata anggota Fraksi PKS DPRD Jatim itu, Jumat, 17 Juli 2026.

Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, terdapat enam kecamatan dengan 19 desa yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih selama musim kemarau 2026. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Ranuyoso, Padang, Klakah, Kedungjajang, Senduro, dan Gucialit.

Seiring meningkatnya ancaman kekeringan, Pemerintah Kabupaten Lumajang telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan dan mulai menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Distribusi perdana dilakukan di Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, yang menjangkau sedikitnya 124 kepala keluarga atau 425 jiwa.

Khusnul mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah tersebut. Namun, menurutnya, dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap diperlukan mengingat potensi kekeringan diperkirakan akan terus meluas apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.

"Jangan sampai masyarakat semakin kesulitan memperoleh kebutuhan dasar berupa air bersih. Bantuan harus disiapkan sejak awal dan jumlahnya ditambah agar mampu memenuhi kebutuhan warga di daerah terdampak," katanya.

Selain memperbanyak distribusi air bersih, Khusnul juga meminta Pemerintah Provinsi terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten, BPBD, hingga pemerintah desa agar penyaluran bantuan tepat sasaran sesuai kondisi di lapangan.

Ia menilai penanganan kekeringan tidak cukup dilakukan melalui langkah darurat berupa droping air bersih. Pemerintah juga perlu memperkuat strategi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan air di daerah rawan kekeringan.

Menurutnya, pembangunan embung, optimalisasi sumber mata air, penguatan infrastruktur penyediaan air bersih, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan air perlu menjadi bagian dari kebijakan yang berkelanjutan.

"Kami berharap kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. Kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan, terutama oleh warga yang hampir setiap tahun menjadi langganan kekeringan," pungkas Khusnul.

Berita Terbaru

Surabaya Dinilai Relatif Mandiri Secara Fiskal, Potensi Investasi Masih Bisa Dongkrak PAD

Surabaya Dinilai Relatif Mandiri Secara Fiskal, Potensi Investasi Masih Bisa Dongkrak PAD

Senin, 31 Agu 2026 14:39 WIB

Senin, 31 Agu 2026 14:39 WIB

Jurnas.net — Kota Surabaya dinilai masih memiliki ruang yang besar untuk memperkuat kemandirian fiskalnya. Salah satu indikatornya terlihat dari rasio P…

Muhammadiyah Ucapkan Selamat kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Terpilih

Muhammadiyah Ucapkan Selamat kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Terpilih

Senin, 31 Agu 2026 11:16 WIB

Senin, 31 Agu 2026 11:16 WIB

Jurnas.net — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan selamat atas terpilihnya KH Miftahul Ahyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hak…

PLN UIT JBM Berbagi Senyum dan Harapan untuk Anak-anak Pejuang Kanker

PLN UIT JBM Berbagi Senyum dan Harapan untuk Anak-anak Pejuang Kanker

Senin, 31 Agu 2026 10:09 WIB

Senin, 31 Agu 2026 10:09 WIB

Jurnas.net — Energi bagi sebagian orang mungkin identik dengan listrik. Namun bagi anak-anak yang tengah berjuang melawan kanker, energi juga dapat berarti p…

Perlu Perubahan Paradigma dalam Konservasi 

Perlu Perubahan Paradigma dalam Konservasi 

Senin, 31 Agu 2026 08:45 WIB

Senin, 31 Agu 2026 08:45 WIB

Jurnas.net - Masyarakat adat dan komunitas lokal memiliki konsep yang sudah berjalan dalam menjaga lingkungannya, bahkan jauh sebelum istilah konservasi modern…

Investasi Triliunan Rupiah Masuk Jatim, SDM Konstruksi Bersertifikat Jadi Tantangan

Investasi Triliunan Rupiah Masuk Jatim, SDM Konstruksi Bersertifikat Jadi Tantangan

Minggu, 30 Agu 2026 21:40 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 21:40 WIB

Jurnas.net — Arus investasi dan pembangunan proyek berskala besar di Jawa Timur membuka peluang ekonomi sekaligus menghadirkan tantangan baru: memastikan t…

Kenalkan Skuat Anyar, PSIM Gandeng Apparel Asal Jerman

Kenalkan Skuat Anyar, PSIM Gandeng Apparel Asal Jerman

Minggu, 30 Agu 2026 13:48 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 13:48 WIB

Jurnas.net- PSIM Yogyakarta meluncurkan skuat baru untuk mengarungi kompetisi Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung Bantul pada Sabtu, 29 Agustus 2026.…