Jurnas.net — Aksi nekat seorang pemuda yang memanjat menara Base Transceiver Station (BTS) setinggi sekitar 20 meter di Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, berakhir dramatis. Setelah bertahan di ketinggian selama dua jam, ia akhirnya berhasil dievakuasi tim SAR gabungan dalam operasi penyelamatan menegangkan pada Rabu malam, 22 April 2026.
Pemuda tersebut diketahui bernama Andika Resta (25), warga asal Sleman, Yogyakarta. Ia dilaporkan naik ke puncak menara pada pukul 16.27 WIB, memicu kepanikan warga sekitar dan aparat setempat.
Baca juga: 11 Orang Korban Hilang Tertimpa Rumah Kontainer di Selat Madura
Mendapat laporan dari Polsek Sedati, Kantor SAR Surabaya langsung mengerahkan tim penyelamat lengkap dengan peralatan vertical rescue. Operasi evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian dan memakan waktu sekitar dua jam.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Surabaya, Didit Arie Ristandy, menjelaskan bahwa satu rescuer lebih dulu naik ke atas menara untuk melakukan pendekatan secara persuasif.
“Korban sempat tidak merespons saat diajak komunikasi. Namun syukurnya, ia tetap kooperatif ketika kami mulai memasangkan tali pengaman,” kata Lipendi, rescuer pertama yang berhasil menjangkau korban.
Baca juga: Tim SAR Cari 15 ABK Asal Lamongan Hilang Setelah 14 Hari Melaut di Pulau Masalembu
Setelah pengamanan awal berhasil dilakukan, satu personel SAR bersama dua anggota Damkar naik untuk memasang sistem lowering. Proses evakuasi dilakukan dengan teknik penurunan vertikal menggunakan tali, mengingat posisi korban yang berada di ketinggian dan berisiko tinggi.
Tepat sekitar pukul 20.23 WIB, Andika akhirnya berhasil diturunkan dengan selamat. Ia langsung mendapat pemeriksaan dari tim medis sebelum dilarikan ke Puskesmas Sedati untuk penanganan lebih lanjut.
Didit menyebutkan hingga saat ini penyebab pasti aksi nekat tersebut belum diketahui. Namun dugaan sementara mengarah pada kondisi psikologis korban. “Indikasi awal mengarah pada depresi. Saat ini kondisi korban selamat dan dalam pengawasan medis,” jelasnya.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengapresiasi sinergi cepat tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polsek Sedati, Damkar Sidoarjo, BPBD, Koramil, perangkat desa, PMI, Tagana, hingga Dinas Sosial. Menurutnya, keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam situasi darurat yang melibatkan keselamatan jiwa.
Nanang juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu mencari bantuan profesional jika menghadapi tekanan mental. “Permasalahan pribadi tidak harus dihadapi sendiri. Fasilitas layanan kesehatan jiwa tersedia dan bisa menjadi solusi sebelum kondisi memburuk,” tegasnya.
Editor : Risfil Athon