Jurnas.net - Perjuangan menghidupi rumah singgah dari hasil mengumpulkan rongsokan tak menyurutkan langkah Yayasan Rakyat Bantu Rakyat (RBR) Indonesia Sehat. Memasuki usia hampir 10 tahun, yayasan tersebut justru memperluas aksi sosialnya dengan menggelar khitan massal gratis bagi 100 anak dari keluarga prasejahtera di Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan tersebut merupakan implementasi gerakan "Jaga Lembur" yang selama ini menjadi semangat pengabdian yayasan dalam membangun kepedulian sosial di tingkat masyarakat. Program akan dilaksanakan di Kampung Saar Mutiara RT 002/RW 007, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, pada Kamis, 23 Juli 2026, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus perwakilan Yayasan RBR Indonesia Sehat, Misbah atau yang akrab disapa Emis, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas perjalanan yayasan yang hampir genap 10 tahun melayani masyarakat.
"Gerakan Jaga Lembur pada dasarnya merupakan upaya memperkuat ketahanan sosial dan kepedulian antarwarga. Selama hampir 10 tahun kami berupaya merawat masyarakat yang terpinggirkan. Memasuki satu dekade ini, kami ingin berbagi kebahagiaan yang lebih luas melalui sunatan massal gratis sebagai bentuk ikhtiar menjaga kesehatan generasi penerus," ujar Emis saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).
Yayasan RBR Indonesia Sehat bukanlah nama baru dalam kegiatan sosial kemanusiaan di Bandung Barat. Yayasan yang telah mengantongi izin resmi Nomor AHU-0006218.AH.01.12 Tahun 2026 itu dikenal aktif mengevakuasi, merawat, dan merehabilitasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terlantar yang ditemukan di berbagai wilayah Jawa Barat.
Berbeda dengan banyak lembaga sosial lainnya, operasional yayasan dijalankan secara mandiri tanpa donatur tetap. Untuk memenuhi kebutuhan makan, pengobatan, dan perawatan para pasien di rumah singgah, Emis bersama sekitar 10 relawan mengumpulkan serta memilah barang rongsokan yang kemudian dijual sebagai sumber pendanaan.
Pendekatan rehabilitasi yang diterapkan juga mengedepankan sisi kemanusiaan. Para pasien dilibatkan dalam aktivitas kebersihan, olahraga, hingga ibadah bersama sebagai bagian dari proses pemulihan. Melalui metode tersebut, sejumlah ODGJ berhasil pulih dan kembali berkumpul bersama keluarganya.
"Kami terbiasa membiayai operasional dari hasil mengumpulkan rongsokan. Semua dilakukan demi memastikan pasien tetap mendapatkan perawatan yang layak. Melalui momentum menjelang 10 tahun berdiri, kami ingin memperluas manfaat dengan menghadirkan sunatan massal bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu," kata Emis.
Selain mendapatkan layanan khitan gratis yang ditangani tenaga medis, seluruh peserta juga akan memperoleh berbagai fasilitas pendukung seperti paket baju koko lengkap, obat-obatan pasca-khitan, konsumsi dan bingkisan serta uang saku sebesar Rp200 ribu untuk setiap peserta.
Menurut panitia, pemberian bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi rasa takut anak saat menjalani khitan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi keluarga.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari jajaran pengurus Yayasan RBR Indonesia Sehat, termasuk Penasehat Yayasan Ir. R. Haidar Alwi, MT, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama di Desa Karang Tanjung dan Kecamatan Cililin.
Panitia juga membuka kesempatan bagi perusahaan maupun pelaku usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Dalam penyebarluasan informasi, Yayasan RBR Indonesia Sehat menggandeng sejumlah media sebagai mitra publikasi, yakni Bandungkita.id, Limawaktu, Jurnas, Deskjabar, dan Siloka.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan informasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa gerakan kemanusiaan dapat tumbuh dari inisiatif swadaya masyarakat di tingkat kampung.
Yayasan Rakyat Bantu Rakyat (RBR) Indonesia Sehat
Rumah Singgah: Kampung Saar Mutiara RT 002/RW 007, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40562.
WhatsApp: 0838-2122-5622
Email: [y.rakyatbanturakyatindonesiasehat@outlook.com](mailto:y.rakyatbanturakyatindonesiasehat@outlook.com)
Editor : Roni K