Bupati Ipuk Takziyah ke Rumah Ketua KPPS di Banyuwangi yang Meninggal Karena Kelelahan

Reporter : Redaksi
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, saat takziyah ke rumah duka almarhum Dulhanan (50), Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 18 Desa/Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. (Dok: Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani takziyah ke rumah duka almarhum Dulhanan (50), Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 18 Desa/Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, yang meninggal dunia saat bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di hari pencoblosan, 14 Februari 2024 lalu.

Bupati Ipuk datang ke rumah duka di Dusun Pasinan Timur, Desa/Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, untuk mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga, Kamis, 22 Februari 2024.

Baca juga: Banyuwangi Jadi Tuan Rumah ASEAN-ID Blue 2026, Delegasi ASEAN hingga Selandia Baru Bahas Ekonomi Biru 

Di rumah duka Ipuk bertemu istri almarhum, Rofikoh, yang didampingi oleh kedua anaknya.

"Atas nama Pemkab Banyuwangi kami turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Dulhanan. Semoga almarhum diterima di sisi Allah. Beliau meninggal saat bertugas, Insya Allah khusnul khotimah," kata Ipuk.

Baca juga: Banyuwangi Ekspor 270 Ton Sarden Senilai Rp10 Miliar, Tembus Eropa hingga Timur Tengah

Ipuk juga memberikan semangat kepada dua anak Dulhanan yang masih duduk di bangku kelas 11 SMA, dan 6 SD, untuk tabah dan terus semangat belajar. Pada anak yang pertama, Ipuk menawarkan kursus tambahan untuk meningkatkan skill dan kemampuan.

"Nanti difasilitasi kecamatan untuk mendapat kursus tambahan. Bisa kursus bahasa atau yang lain sesuai minat, agar menambah skill. Tetap semangat untuk belajar ya," kata Ipuk, dan kemudian membacakan doa tahlil untuk almarhum.

Baca juga: Tradisi Kebo-keboan Alasmalang, Kearifan Lokal Banyuwangi yang Terus Dijaga Lintas Generasi

Diketahui, Dulhanan meninggal dunia karena kelelahan saat bertugas sebagai penyelenggara Pemilu. Dia mengeluh sakit saat proses penghitungan suara.

Mendiang sempat dibawa ke puskesmas, namun karena kondisinya kian memburuk selanjutnya dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Rogojampi, dan meninggal di rumah sakit tersebut.

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Berita Terpopuler
Berita Terbaru