Usai Bonek Tewas Dibacok, DPRD Jatim Minta Perayaan Suporter Dievaluasi Total

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Surabaya, Lilik Hendarwati. (Fraksipksjatim)
Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Surabaya, Lilik Hendarwati. (Fraksipksjatim)

Jurnas.net – Tragedi tewasnya seorang suporter Persebaya atau Bonek berinisial GAD (18) saat rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Persebaya ke-99 menjadi peringatan keras bahwa euforia sepak bola tidak boleh lagi dibayar dengan hilangnya nyawa manusia.

Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Surabaya, Lilik Hendarwati, menilai peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pola penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar, khususnya konvoi dan perayaan suporter.

Di sisi lain, Lilik mengapresiasi langkah cepat Polrestabes Surabaya yang berhasil menangkap pelaku pembacokan dalam waktu singkat sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan keadilan kepada masyarakat. “Saya turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya salah satu warga dalam rangkaian perayaan ulang tahun Persebaya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Lilik, Selasa, 23 Juni 2026.

Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur itu menegaskan, keberhasilan aparat kepolisian mengungkap kasus tersebut patut diapresiasi. Namun, proses hukum harus dikawal hingga tuntas agar memberikan efek jera sekaligus memastikan rasa keadilan bagi keluarga korban.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kegembiraan dan semangat kebersamaan tidak boleh berujung pada hilangnya nyawa manusia. Aparat penegak hukum perlu mengusut tuntas pelaku pembacokan dan memastikan proses hukum berjalan secara adil sehingga memberikan rasa aman bagi masyarakat,” katanya.

Lilik mengingatkan bahwa kecintaan terhadap klub kebanggaan semestinya menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat solidaritas, dan membangun budaya sportivitas yang sehat. Menurutnya, tindakan kekerasan, provokasi, dan perilaku yang membahayakan keselamatan tidak boleh mendapat ruang dalam setiap kegiatan suporter.

“Kepada seluruh suporter dan peserta konvoi, saya mengajak untuk menjadikan budaya mendukung klub kebanggaan sebagai sarana mempererat persaudaraan, bukan membuka ruang bagi tindakan kekerasan, provokasi, ataupun perilaku yang membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.

Ia menilai tragedi tersebut sekaligus menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem pengamanan pada setiap kegiatan yang melibatkan ribuan orang. Lilik menegaskan setidaknya ada enam aspek yang harus menjadi perhatian bersama dalam penyelenggaraan kegiatan besar seperti konvoi suporter.

Pertama, perencanaan dan perizinan yang matang, mulai dari penentuan rute, titik kumpul, waktu pelaksanaan, hingga estimasi jumlah peserta. Kedua, pengamanan berlapis di titik-titik yang berpotensi menimbulkan kerumunan maupun konflik. Ketiga, memperkuat koordinasi dengan komunitas suporter sebagai mitra strategis dalam menjaga ketertiban dan memberikan edukasi kepada peserta.

Keempat, menerapkan aturan yang tegas, termasuk larangan membawa senjata tajam, minuman keras, petasan berbahaya, dan tindakan yang mengganggu ketertiban umum. Kelima, menyediakan pos kesehatan, layanan darurat, dan jalur evakuasi untuk mengantisipasi situasi yang tidak diinginkan. Keenam, mengintensifkan kampanye keselamatan agar seluruh peserta konvoi tetap tertib, menghormati pengguna jalan lain, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

“Hal-hal tersebut harus menjadi perhatian bersama antara pemerintah daerah, kepolisian, penyelenggara, komunitas suporter, dan seluruh pihak terkait agar kegiatan besar seperti ini dapat berjalan aman dan kondusif,” tegasnya.

Lilik berharap tragedi yang menimpa salah satu suporter Persebaya itu menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk membangun budaya suporter yang lebih dewasa dan bertanggung jawab. Menurutnya, keberhasilan sebuah perayaan bukan diukur dari besarnya keramaian yang tercipta, melainkan dari kemampuan seluruh pihak menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan bersama.

Ia menegaskan bahwa kecintaan terhadap sepak bola harus diwujudkan melalui sportivitas dan penghormatan terhadap sesama manusia. “Kecintaan terhadap klub sepak bola harus diwujudkan dalam semangat sportivitas, kedewasaan, dan penghormatan terhadap keselamatan sesama. Tidak ada euforia yang sebanding dengan hilangnya satu nyawa,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Polisi Usut Penyalahgunaan Ambulans untuk Mencuri Kursi Taman Milik Pemkot Surabaya

Polisi Usut Penyalahgunaan Ambulans untuk Mencuri Kursi Taman Milik Pemkot Surabaya

Jumat, 07 Agu 2026 16:04 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 16:04 WIB

Jurnas.net – Dugaan pencurian kursi taman milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengungkap modus yang tidak biasa. Terduga pelaku diduga memanfaatkan mobil a…

Delegasi Internasional Sebut Banyuwangi Contoh Nyata Implementasi Nilai Islam yang Inklusif

Delegasi Internasional Sebut Banyuwangi Contoh Nyata Implementasi Nilai Islam yang Inklusif

Jumat, 07 Agu 2026 15:42 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 15:42 WIB

Jurnas.net – Keramahan masyarakat Banyuwangi dan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari menarik perhatian peserta konferensi internasional I…

Guru Besar ITS Gagas Kendaraan Otonom Laut dan Udara, Perkuat Konektivitas Indonesia

Guru Besar ITS Gagas Kendaraan Otonom Laut dan Udara, Perkuat Konektivitas Indonesia

Jumat, 07 Agu 2026 14:10 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 14:10 WIB

Jurnas.net – Karakter Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau menghadirkan tantangan besar dalam menjaga konektivitas, keamanan, s…

Surabaya Raih Dua Penghargaan Nasional, Satu Data Berbasis NIK Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Surabaya Raih Dua Penghargaan Nasional, Satu Data Berbasis NIK Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 07 Agu 2026 13:28 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 13:28 WIB

Jurnas.net – Transformasi digital berbasis data kependudukan yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menunjukkan hasil nyata. Melalui i…

Transportasi Bawean Lumpuh, Warga Desak Pemkab Gresik Akhiri Solusi Tambal Sulam

Transportasi Bawean Lumpuh, Warga Desak Pemkab Gresik Akhiri Solusi Tambal Sulam

Jumat, 07 Agu 2026 08:21 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 08:21 WIB

Jurnas.net – Lumpuhnya layanan penyeberangan Gresik–Bawean akibat cuaca buruk kembali memantik kritik masyarakat. Berbagai elemen warga Bawean menilai per…

Legislator Jatim Gagas 'Sabuk Wisata Desa Malang Raya', Dorong Pariwisata Jadi Sumber PAD Baru

Legislator Jatim Gagas 'Sabuk Wisata Desa Malang Raya', Dorong Pariwisata Jadi Sumber PAD Baru

Jumat, 07 Agu 2026 07:04 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 07:04 WIB

Jurnas.net – Di tengah tantangan keterbatasan fiskal yang dihadapi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sektor pariwisata dinilai dapat menjadi sumber pertumbuhan e…