DPRD Sentil Khofifah: Jangan Bangga Pendapatan Pemprov Jatim Surplus Saat Kemiskinan dan Pengangguran Masih Tinggi

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah atau Gus Atho'. (Humas DPRD Jatim)
Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah atau Gus Atho'. (Humas DPRD Jatim)

Jurnas.net – Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah atau Gus Atho', mengkritik tajam di tengah capaian pendapatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur pada Tahun Anggaran 2025. Pasalnya, di balik capaian fiskal yang melampaui target, masih ada persoalan mendasar yang dinilai belum terselesaikan, yakni tingginya angka kemiskinan dan pengangguran yang masih membayangi masyarakat Jawa Timur.

Gus Atho' pun menyentil kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, agar tidak terjebak pada kebanggaan atas capaian angka-angka keuangan semata. Menurutnya, keberhasilan fiskal baru dapat disebut berhasil apabila berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam Nota Keuangan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025, pendapatan daerah tercatat mencapai Rp29,88 triliun atau 104,65 persen dari target yang ditetapkan. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp18,44 triliun atau 107,83 persen dari target. Namun, capaian tersebut dinilai belum cukup menjadi tolok ukur keberhasilan pemerintahan.

“Pendapatan daerah yang melampaui target tentu patut diapresiasi. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pendapatan itu diterjemahkan menjadi manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Jangan sampai angka pendapatan naik, tetapi masyarakat tidak merasakan perubahan yang signifikan,” kata Gus Atho', Selasa, 23 Juni 2026.

Politisi PKB itu menegaskan, ukuran keberhasilan pemerintah daerah bukan sekadar tingginya pendapatan maupun deretan penghargaan yang diperoleh, termasuk opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Menurutnya, masyarakat membutuhkan hasil nyata berupa berkurangnya kemiskinan, terbukanya lapangan pekerjaan, dan meningkatnya kualitas pelayanan publik.

“Pertanyaan yang harus dijawab Pemprov adalah apakah kenaikan pendapatan tersebut berbanding lurus dengan penurunan angka kemiskinan, terbukanya lapangan kerja baru, dan meningkatnya kualitas pendidikan maupun kesehatan. Itu yang menjadi ukuran utama,” tegasnya.

Sorotan tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menunjukkan jumlah penduduk miskin di Jawa Timur pada September 2025 masih mencapai 3,8 juta jiwa atau sekitar 9,30 persen dari total penduduk. Meski mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya, angka tersebut tetap menunjukkan bahwa jutaan warga Jawa Timur masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup dasar.

Di sektor ketenagakerjaan, persoalan lain juga belum sepenuhnya terselesaikan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur pada Februari 2025 tercatat sebesar 3,61 persen. Angka tersebut setara dengan ratusan ribu masyarakat usia produktif yang belum terserap ke dunia kerja.

Ironisnya, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi. Bagi Gus Atho', kondisi tersebut menjadi alarm bahwa kekuatan fiskal Jawa Timur belum sepenuhnya berhasil dikonversi menjadi kesejahteraan yang merata.

Selain itu, Gus Atho' juga menyoroti masih adanya sisa anggaran yang mengendap di kas daerah. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pemerintah belum cukup agresif mengubah kekuatan fiskal menjadi program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Jangan sampai pemerintah terlalu fokus mengejar target pendapatan, tetapi kurang agresif memastikan anggaran tersebut kembali kepada masyarakat melalui program-program yang produktif dan berdampak langsung,” ujarnya.

Gus Atho' menilai APBD seharusnya menjadi instrumen utama untuk mempercepat pembangunan ekonomi daerah, memperluas lapangan kerja, memperkuat sektor UMKM, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mempercepat penurunan kemiskinan. Karena itu, DPRD Jawa Timur memastikan akan mengawal secara ketat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025.

"Evaluasi tidak hanya akan difokuskan pada sisi penerimaan, melainkan juga pada efektivitas belanja dan dampak pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat," ucapnya.

Menurutnya, besarnya pendapatan daerah semestinya menjadi instrumen untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar menjadi capaian administratif yang dibanggakan. Sebab, kata dia, publik pada akhirnya akan menilai keberhasilan sebuah pemerintahan dari perubahan nyata yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dari surplus angka di atas kertas.

"APBD pada akhirnya bukan soal angka-angka di laporan keuangan. Yang paling penting adalah apakah rakyat Jawa Timur hidup lebih sejahtera dibanding tahun sebelumnya. Itu yang harus menjadi fokus bersama,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Gus Lilur Lengkapi Laporan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Lengkapi Laporan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 05 Nov 2026 20:03 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 20:03 WIB

Jurnas.net – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur kembali mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, 5 November 2026. Kedatangannya untuk …

Putra Sang Fajar FC Resmi Diluncurkan, Warisi Api Perjuangan Bung Karno lewat Sepak Bola

Putra Sang Fajar FC Resmi Diluncurkan, Warisi Api Perjuangan Bung Karno lewat Sepak Bola

Kamis, 05 Nov 2026 19:17 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 19:17 WIB

Jurnas.net — Putra Sang Fajar Football Club (PSF FC) resmi diperkenalkan kepada publik melalui peluncuran klub, skuad, dan jersey di Blitar, Kamis (5/11/2026). …

Raih Green Card, Geopark Ijen Berhasil Pertahankan Status UNESCO Global Geopark 

Raih Green Card, Geopark Ijen Berhasil Pertahankan Status UNESCO Global Geopark 

Kamis, 05 Nov 2026 14:06 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 14:06 WIB

Jurnas.net – Geopark Ijen berhasil mempertahankan status UNESCO Global Geopark (UGGp) setelah meraih Green Card atau Kartu Hijau dalam Sidang Dewan UGG ke-11 d…

Hampir Enam Tahun Kasus Graha KAHMI Sumenep Mandek, Japai Desak Polda Jatim Terbitkan SP3

Hampir Enam Tahun Kasus Graha KAHMI Sumenep Mandek, Japai Desak Polda Jatim Terbitkan SP3

Kamis, 05 Nov 2026 10:47 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 10:47 WIB

Jurnas.net - Penanganan perkara yang berlarut-larut di Polda Jawa Timur kembali menuai kritik. Kali ini, sorotan tertuju pada penyitaan tanah dan Gedung Graha…

Semangat Hari Pahlawan, SIER Himpun 150 Kantong Darah untuk Kemanusiaan

Semangat Hari Pahlawan, SIER Himpun 150 Kantong Darah untuk Kemanusiaan

Rabu, 04 Nov 2026 17:22 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 17:22 WIB

Jurnas.net – Memperingati Hari Pahlawan 2026, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menggelar kegiatan donor darah bekerja sama dengan Instalasi T…

Keberanian Internal Polri Ungkap Penyadapan Ilegal Jadi Momentum Perkuat Marwah Kepolisian

Keberanian Internal Polri Ungkap Penyadapan Ilegal Jadi Momentum Perkuat Marwah Kepolisian

Rabu, 04 Nov 2026 08:32 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 08:32 WIB

Jurnas.net – PDI Perjuangan menyambut baik sekaligus memberikan apresiasi terhadap ketegasan dan keberanian Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam m…

Polda Jatim Bongkar Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Negara Rugi Rp35,7 Miliar

Polda Jatim Bongkar Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Negara Rugi Rp35,7 Miliar

Rabu, 04 Nov 2026 07:04 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:04 WIB

Jurnas.net – Kepolisian Daerah Jawa Timur mengungkap praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) bersubsidi di 22 lokasi y…

Toko Kelontong di Yogyakarta Dipaksa Tutup dan Pemilik Diintimidasi

Toko Kelontong di Yogyakarta Dipaksa Tutup dan Pemilik Diintimidasi

Selasa, 03 Nov 2026 22:46 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 22:46 WIB

Jurnas.net - Aksi tutup paksa toko kelontong Madura oleh LSM ‘Keluarga Madura Yogyakarta' (KMY) kembali terjadi. Jika sebelumnya terjadi pada Juni 2026, di k…

Pertama di Kota Batu, Pertunjukan Mermaid Hadir di Eco Active Park Jatim Park Group

Pertama di Kota Batu, Pertunjukan Mermaid Hadir di Eco Active Park Jatim Park Group

Selasa, 03 Nov 2026 16:11 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 16:11 WIB

Jurnas.net – Kota Batu, Jawa Timur, menghadirkan pengalaman wisata keluarga baru melalui pertunjukan teatrikal putri duyung atau mermaid bertajuk "The E…

PBNU Apresiasi Ketegasan Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

PBNU Apresiasi Ketegasan Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 Nov 2026 14:53 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 14:53 WIB

PBNU mengapresiasi langkah cepat Kapolri dalam merespons keluhan masyarakat terkait tindakan aparat kepolisian dalam penegakan hukum di Sukoharjo…

Drama Musikal hingga Pasha Ungu Semarakkan Malam Peringatan Hari Pahlawan

Drama Musikal hingga Pasha Ungu Semarakkan Malam Peringatan Hari Pahlawan

Selasa, 03 Nov 2026 14:29 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 14:29 WIB

Peringatan Hari Pahlawan di Taman Fatahillah Kota Tua, Jakarta Barat pada 1-2 November 2026 berlangsung meriah.…

Sulitnya Asuransi Mobil Listrik Jadi Alarm Kesiapan Industri Nasional

Sulitnya Asuransi Mobil Listrik Jadi Alarm Kesiapan Industri Nasional

Selasa, 03 Nov 2026 14:08 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 14:08 WIB

Sikap sejumlah perusahaan asuransi yang masih berhati-hati dalam memberikan perlindungan terhadap mobil listrik menjadi alarm bagi pemerintah…

Gelar Munas Tarjih di Surabaya, Muhammadiyah Siapkan Pembahasan Pengikut Agnostik hingga Penanganan Lansia

Gelar Munas Tarjih di Surabaya, Muhammadiyah Siapkan Pembahasan Pengikut Agnostik hingga Penanganan Lansia

Selasa, 03 Nov 2026 07:25 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 07:25 WIB

Jurnas.net - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyiapkan pembahasan sejumlah hal penting dalam Musyawarah Nasional (Munas) XXXIII Tarjih…

Legislator PKB: Usut Tuntas Kasus Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

Legislator PKB: Usut Tuntas Kasus Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

Senin, 02 Nov 2026 10:58 WIB

Senin, 02 Nov 2026 10:58 WIB

Peristiwa penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an di Sukoharjo, Jawa Tengah, oleh tim gabungan kepolisian beberapa waktu lalu, terindikasi melanggar HAM…

Ketum PBNU Angkat Suara Sikapi Insiden Sukoharjo

Ketum PBNU Angkat Suara Sikapi Insiden Sukoharjo

Senin, 02 Nov 2026 10:30 WIB

Senin, 02 Nov 2026 10:30 WIB

Ketua Umum PBNU KH Kikin Abdul Hakim atau Gus Kikin mengimbau masyarakat, khususnya di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tetap tenang.…