Surabaya Tunggu Juknis dari Kemendikdasmen Terkait Sistem PPDB Diganti SPMB

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Posko PPDB Online di SDN Menanggal 601 Surabaya. (Dok: Humas Pemkot Surabaya)
Posko PPDB Online di SDN Menanggal 601 Surabaya. (Dok: Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, siap menerapkan pergantian sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada tahun ajaran 2025. Kini, Pemkot menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

"Pada intinya kami siap menerapkan sistem baru. Sosialisasi akan dilakukan secara masif agar informasi ini tersebar luas ke masyarakat," kata Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, Senin, 3 Februari 2025.

Yusuf memastikan perubahan sistem ini tidak akan mengganggu proses penerimaan siswa baru di Kota Pahlawan. Pemkot Surabaya juga akan mengintensifkan sosialisasi agar masyarakat memahami perubahan yang terjadi.

Menurutnya, perubahan sistem ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan. Salah satu perubahan utama adalah penghapusan sistem zonasi, yang kini digantikan dengan sistem domisili.

"Dari laporan yang saya terima, sistem zonasi dihapus dan diganti dengan domisili. Secara umum, mekanismenya hampir sama dengan PPDB sebelumnya, hanya saja ada sedikit perubahan dalam persentase penerimaan siswa sesuai kebijakan masing-masing daerah," jelasnya.

Baca Juga : Keputusan Pj Gubernur Jatim UMK dan UMSK 2025: Tertinggi Surabaya dan Situbondo Teredah

Meski demikian, Yusuf menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu Petunjuk Teknis (Juknis) resmi dari Kemendikdasmen sebelum menyusun skema pelaksanaan SPMB di Surabaya. Setelah Juknis turun, Pemkot akan menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti praktisi pendidikan, Dewan Pendidikan, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) cabang Surabaya, guna menyesuaikan skema penerimaan dengan kondisi daerah.

"Begitu pedoman dari pusat diterbitkan, kami akan segera melakukan pembahasan bersama para praktisi dan stakeholder terkait agar skema penerimaan siswa baru sesuai dengan kondisi di Kota Surabaya," katanya.

Yusuf mengimbau para orang tua untuk tidak khawatir terhadap perubahan sistem ini. Pendaftaran siswa baru tetap akan dipermudah, bahkan sekolah akan membantu dalam prosesnya.

"Kami harap orang tua tidak cemas. Informasi terkait SPMB akan disosialisasikan secara bertahap melalui media sosial dan media massa. Selain itu, sekolah juga akan membantu dalam proses pendaftaran siswa baru," ujarnya.

Seperti diketahui, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, telah memperkenalkan SPMB sebagai pengganti PPDB. Dalam sistem baru ini, akan diterapkan empat jalur pendaftaran, yang detailnya masih dalam tahap finalisasi oleh kementerian.

Pernyataan ini disampaikan Abdul Mu'ti dalam Forum Konsultasi Publik terkait Rancangan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah tentang Sistem Penerimaan Murid Baru, yang digelar di Jakarta pada Kamis, Januari 2025.

Dengan adanya perubahan sistem ini, masyarakat diharapkan terus mengikuti perkembangan informasi dari Kemendikdasmen dan Dinas Pendidikan setempat agar tidak mengalami kendala dalam proses penerimaan siswa baru tahun ajaran 2025.

Berita Terbaru

Pengguna Commuter Line di Stasiun Yogyakarta Meningkat 34 Persen 

Pengguna Commuter Line di Stasiun Yogyakarta Meningkat 34 Persen 

Sabtu, 02 Mei 2026 14:53 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 14:53 WIB

Jurnas.net - Momen libur panjang pada pekan ini menjadi atensi pengelola transportasi umum Commuter Line. KAI Commuter Area 6 Yogyakarta menambah jadwal perjala…

Al Irsyad Surabaya Tempa Kader Muda dengan Sentuhan Kepemimpinan dan Kewirausahaan

Al Irsyad Surabaya Tempa Kader Muda dengan Sentuhan Kepemimpinan dan Kewirausahaan

Sabtu, 02 Mei 2026 11:03 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 11:03 WIB

Jurnas.net - Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks mulai dari krisis moral generasi muda hingga tekanan sosial di era digital Al Irsyad Al Islamiyah…

Strategi Golkar Jatim Menuju 2029: Bangun Mesin Politik Responsif, Bidik Pemilih Muda dan Perempuan

Strategi Golkar Jatim Menuju 2029: Bangun Mesin Politik Responsif, Bidik Pemilih Muda dan Perempuan

Sabtu, 02 Mei 2026 09:46 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 09:46 WIB

Jurnas.net – Di tengah lanskap politik yang semakin dinamis dan ekspektasi publik yang terus meningkat, DPD Partai Golkar Jawa Timur memilih mengubah p…

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Jurnas.net - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengambil langkah tegas menyikapi maraknya kasus kekerasan anak di TPA…

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Jurnas.net - Daycare Little Aresha yang berlokasi di Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta diduga beroperasi sebelum terjadi pandemi covid-19. Pandem…

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Jurnas.net - kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur terkuak dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jatim. Alih-alih menjadi mesin penggerak…