DPRD Gunakan Hak Angket Soal Polemik Sewa Rumdis Wabup Blitar

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rumah pribadi Bupati Blitar, Rini Syarifah, di Jalan Rijani, Blitar. (Istimewa)
Rumah pribadi Bupati Blitar, Rini Syarifah, di Jalan Rijani, Blitar. (Istimewa)

Jurnas.net - Fraksi PAN DPRD Kabupaten Blitar telah mengusulkan hak angket pada Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah. Pasalnya alih-alih diberikan rumah dinas yang layak, Wakil Bupati Blitar malah disuruh 'ngekos' di Pendopo Ronggo Hadi Negoro. Sedangkan Bupati Blitar malah menyewakan rumah pribadinya untuk ia tinggali sendiri dengan anggaran rumdis wabup Blitar, Jumat, 20 Oktober 2023.

Ketua DPD PAN Kabupaten Blitar, Susi Narulita telah menyatakan pihaknya akan mengusulkan hak angket pada Bupati Blitar, Hj. Rini Syarifah, sebagai tindak lanjut dari sewa rumah dinas untuk wabup. “Di mana salah satu kader terbaik kami, yakni Pak Wabup yang tidak diberikan fasilitas rumah dinas secara tidak layak,” kata Susi.

Tidak hanya itu, Susi yang juga sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar ini menjelaskan kalau Wabup Rahmat hanya tinggal di sebuah kamar di Pendopo Ronggo Hadi Negoro, sementara hak untuk mendapatkan fasilitas rumah dinas diambil oleh Ibu Bupati Blitar.

“Dimana rumah yang dikontrak (disewa) di Jl. Rinjani, Kota Blitar, tapi yang menempati kan beliau (Bupati Blitar). Sementara Pak Wabup sebelum tinggal di Wisma Moeradi, kan tinggal di sebuah kamar di pendopo itu pun dengan fasilitas seadanya,” jelasnya.

Ditambahkan juga oleh Susi jika tidak ramai diviralkan terkait sewa rumah dinas Wabup Blitar, mungkin saja Pak Wabup tidak dipindahkan ke Wisma Moeradi. “Meskipun di Wisma Moeradi juga kurang layak menurut saya, karena bangunannya minim perawatan,” ujar Susi.

Maka dari itu ditegaskan Susi, sepertinya Pemkab Blitar tidak ada niat, untuk menyediakan fasilitas rumah dinas yang layak untuk wabup. “Maka Fraksi PAN mengusuljan dibentuknya Pansus Hak Angket, dan kami juga akan berkomunikasi dengan fraksi-fraksi yang lain,” katanya.

Dikarenakan syarat dari terbentuknya Pansus Hak Angket di antaranya diajukan oleh minimal 7 orang anggota, atau minimal 2 fraksi di DPRD Kabupaten Blitar terang Susi.

Adanya Usulan Hak Angket ini ternyata juga didukung oleh Fraksi Gerakan Pembangunan Nasional (GPN), yang terdiri dari Partai Gerindra, Nasdem, PPP dan PKS yang total memiliki 10 kursi di DPRD Kabupaten Blitar.

“Melihat persoalan sewa rumah dinas Wabup Blitar, rasanya perlu bagi fraksi kami untuk menggunakan Hak Angket. Bupati harus menjelaskan semua secara terbuka dan transparan, kami juga akan membuat surat pada pimpinan dewan, agar difasilitasi pembentukan pansus,” kata Wakil Ketua DPRD yang juga politisi Partai Gerindra, Mujib.

Sebagai informasi, polemik sewa rumah dinas Wabup Blitar menjadi perhatian publik yang mendapat sorotan berbagai pihak. Setelah terungkapnya jika fasilitas rumah dinas yang seharusnya untuk Wabup Blitar, ternyata yang disewa rumah Bupati Blitar, Rini Syarifah di Jalan Rinjani No 1, Kota Blitar.

Pemkab Blitar melalui Bagian Umum menyewa selama 20 bulan sejak Mei 2021 – Desember 2022 senilai Rp490 juta. Jadi rumah Bupati Blitar disewakan pada pemkab, uangnya diterima Bupati Blitar dan yang menempati Bupati Blitar.

Kondisi ini menuai protes dan kritikan mulai dari LSM, DPRD hingga elemen masyarakat lainnya. Bahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar kabarnya, juga melakukan pengusutan.

Sementara Wabup Blitar, Rahmat Santoso, mengatakan bahwa dirinya baru tahu ada fasilitas rumah dinas, setelah adanya demo dari LSM GPI pada April 2021. Karena pendopo sedianya untuk bupati, padahal bukan keinginan Wabup Rahmat tinggal di pendopo.

“Saya yang diminta tinggal di pendopo oleh Mbak Rini (Bupati Blitar), itupun hanya 1 kamar dan untuk membenahi dapur serta kamar mandi juga pakai uang saya sendiri,” kata Wakil Ketua DPW PAN Jatim ini.

Terkait munculnya usulan Hak Angket dari DPRD Kabupaten Blitar, pria yang juga Ketua Umum DPP Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) ini justru senang agar bisa diungkap yang sebenarnya seperti apa.

“Malah bagus toh biar jelas, siapa yang sebenarnya bermain dan siapa yang menggunakan uangnya serta untuk apa. Yang pasti saya tidak pernah tandatangan surat apapun dan tidak pernah menerima uang terkait sewa rumah dinas,” pungkasnya. (Mal)

Berita Terbaru

Bersama Bisa Bekerja Sama, Menuju Swasembada, Petani Sejahtera

Bersama Bisa Bekerja Sama, Menuju Swasembada, Petani Sejahtera

Senin, 12 Okt 2026 22:51 WIB

Senin, 12 Okt 2026 22:51 WIB

Oleh: Ahmad Ajib Ridlwan Wakil Dekan Bidang II Fakultas Ketahanan Pangan Unesa, serta Guru Besar Bidang Kewirausahaan Sosial Islam FEB Unesa Sekitar pukul…

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Gus Lilur Soroti Dugaan Transaksi Suara Muktamar NU, Minta KPK Telusuri Aliran Dana

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 15:34 WIB

Jurnas.net - Tokoh masyarakat sekaligus kiai kampung Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, melontarkan dugaan adanya praktik…

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Rais Aam PBNU Buruk, Ngamuk ala Cakades Terpuruk

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 12:11 WIB

Jurnas.net - Kita sering melihat dalam kontestasi Pilkades, banyak calon kepala desa (cakades) membangun jalan dan membantu memasang lampu penerangan di…

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Tekanan dan Misi Mendulang Poin Perdana PSS Sleman di Kandang  

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 09:18 WIB

Jurnas.net - PSS Sleman membawa misi meraih poin perdana saat menjamu PSM Makassar pada pekan keempat Super League di Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman,…

Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

Shin Tae-yong Mulai Ucapkan Peluang Juara Persija

Minggu, 11 Okt 2026 05:54 WIB

Minggu, 11 Okt 2026 05:54 WIB

Jurnas.net - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong mulai melontarkan kans juara timnya usai menang atas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Kabupaten…

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Tembus Rp 23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:37 WIB

Jurnas.net – Realisasi investasi di Kota Surabaya, Jawa Timur, mencapai Rp 23,608 triliun hingga semester I 2026. Capaian tersebut setara dengan sekitar 53 p…