Sidang MKD: Saksi Ungkap Skenario Medsos di Balik Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni dkk

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI melanjutkan sidang etik terhadap lima anggota DPR nonaktif di gedung DPR Jakarta. (Istimewa)
Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI melanjutkan sidang etik terhadap lima anggota DPR nonaktif di gedung DPR Jakarta. (Istimewa)

Jurnas.net - Sidang lanjutan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI mengungkap fakta baru yang mengejutkan dalam sidang pada Senin, 3 November 2025. Sejumlah saksi ahli menyampaikan analisis mendalam, soal kasus yang menimpa anggota DPR nonaktif Ahmad Sahroni, Uya Kuya, Eko Patrio, Nafa Urbach, dan Adies Kadir.

Temuan para ahli mengindikasikan adanya skenario digital melalui medsos seperti facebook, TikTok, yang terstruktur untuk memicu kerusuhan dan penjarahan yang ditargetkan.

Ahli kriminologi Universitas Indonesia (UI), Adrianus Meliala, menilai peristiwa demonstrasi besar di akhir Agustus lalu bukan semata aksi spontan. Ia menemukan adanya indikasi provokasi terencana melalui penyebaran konten hoaks di berbagai kanal digital.

"Ada sepuluh rumah yang diserang, tapi hanya rumah-rumah tertentu yang dijarah. Ini menunjukkan adanya targeted looting, atau penjarahan yang memang ditargetkan kepada pihak tertentu,” kata Adrianus, di hadapan majelis hakim MKD.

Menurutnya, konten-konten video yang beredar saat itu sengaja diproduksi untuk membangun narasi sebab-akibat palsu antara kemarahan publik dan aksi penjarahan.

"Video-video itu menampilkan seolah-olah penjarahan terjadi karena kemarahan rakyat kepada anggota DPR. Padahal itu bagian dari upaya mempengaruhi publik untuk melakukan tindakan serupa,” jelasnya.

Ia juga mengungkap adanya triggering content ajakan-ajakan digital yang mendorong massa untuk bertindak anarkis. "da seruan yang mengarahkan: ‘kumpul di sini’, ‘bakar Monas’, ‘serang Mabes Polri’. Ini menunjukkan provokasi sistematis,” tegas Adrianus.

Baca Juga : Penjarahan Rumah Sahroni: Pakar Sebut Skenario Terencana dan Terlalu Rapi untuk Kebetulan

Sementara itu, pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, yang hadir sebagai saksi ahli media sosial, mengonfirmasi adanya penggiringan narasi digital yang terorganisir menjelang aksi demonstrasi di DPR.

Berdasarkan analisis data percakapan di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, dan X (Twitter), Ismail menemukan adanya pergeseran narasi signifikan sejak 14 Agustus 2025.

"Awalnya isu yang beredar terkait aksi buruh pada 25 Agustus. Namun sejak tanggal 14, muncul arah baru yang justru menargetkan DPR, dan bukan lagi isu buruh,” ujarnya.

Ismail menyebut aktivitas tersebut berasal dari akun-akun anonim yang tampak bekerja secara sistematis membangun gelombang kemarahan.

"Lonjakan percakapan tentang demonstrasi di DPR meningkat tajam antara 19 hingga 25 Agustus. Ini menunjukkan ada desain opini yang dibentuk sejak awal,” pungkasnya.

Berita Terbaru

BARONG Group Jajaki Akuisisi Pabrik Rokok di Malaysia, Gus Lilur Konsultasi ke KBRI Kuala Lumpur

BARONG Group Jajaki Akuisisi Pabrik Rokok di Malaysia, Gus Lilur Konsultasi ke KBRI Kuala Lumpur

Senin, 16 Mar 2026 03:32 WIB

Senin, 16 Mar 2026 03:32 WIB

Jurnas.net – Upaya ekspansi industri rokok Indonesia ke pasar internasional terus dilakukan pelaku usaha nasional. Salah satunya dilakukan oleh Bandar Rokok N…

Jelang Nyepi, Penyeberangan Bali–Jawa Lumpuh Sejauh 30 Km

Jelang Nyepi, Penyeberangan Bali–Jawa Lumpuh Sejauh 30 Km

Minggu, 15 Mar 2026 20:57 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:57 WIB

Jurnas.net – Wakil Menteri Perhubungan Suntana turun langsung meninjau kepadatan antrean kendaraan pemudik dari Bali menuju Jawa yang terjadi di jalur menuju P…

Khofifah Berangkatkan 3.000 Pemudik Gratis Jalur Laut dari Jangkar ke Raas dan Sapudi

Khofifah Berangkatkan 3.000 Pemudik Gratis Jalur Laut dari Jangkar ke Raas dan Sapudi

Minggu, 15 Mar 2026 18:04 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 18:04 WIB

Jurnas.net – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi memberangkatkan 3.000 peserta program Mudik-Balik Gratis Angkutan Lebaran 2026 moda t…

BARONG Grup Tuntaskan Tahap Awal, Gus Lilur Rancang 19 Pabrik Rokok dan Ribuan PR UMKM di Tiga Provinsi

BARONG Grup Tuntaskan Tahap Awal, Gus Lilur Rancang 19 Pabrik Rokok dan Ribuan PR UMKM di Tiga Provinsi

Minggu, 15 Mar 2026 13:00 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 13:00 WIB

Jurnas.net – Pengusaha rokok asal Jawa Timur, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, menyatakan telah menuntaskan tahap awal pembangunan bisnis rokok yang ia rintis …

Safari Ramadan KAHMI Jatim Ditutup di Kediri, 150 Alumni HMI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Safari Ramadan KAHMI Jatim Ditutup di Kediri, 150 Alumni HMI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Minggu, 15 Mar 2026 09:24 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 09:24 WIB

Jurnas.net - Rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang digelar oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur resmi ditutup pada…

Gus Halim Sentil Legislator PKB: Jangan Terlena, Caleg Cadangan Siap Rebut Kursi

Gus Halim Sentil Legislator PKB: Jangan Terlena, Caleg Cadangan Siap Rebut Kursi

Jumat, 13 Mar 2026 21:36 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 21:36 WIB

Jurnas.net - Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim, melontarkan pesan tegas kepada para anggota legislatif petahana dari Partai…