Kemenag Beri 'Tanda Cinta PAI' untuk Banyuwangi: Semua Guru Agama Islam Berhasil Tersertifikasi

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sekjen Kemenag RI, Kamaruddin Amin, menyerahkan penghargaan kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Sekjen Kemenag RI, Kamaruddin Amin, menyerahkan penghargaan kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net - Kabupaten Banyuwangi kembali mencatat prestasi nasional setelah menerima Anugerah Tanda Cinta PAI (Pendidikan Agama Islam) 2025 dari Kementerian Agama RI. Penghargaan ini diberikan karena Banyuwangi dianggap sebagai salah satu daerah paling progresif dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Sekjen Kemenag RI, Kamaruddin Amin, kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Jakarta, beberapa waktu lalu. Kemenag menilai Banyuwangi berhasil menjadi daerah yang sangat aktif mendorong guru PAI mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), sebuah program prioritas nasional sesuai Asta Cita Presiden RI 2024–2029 dan amanat UU Guru dan Dosen.

Pada 2024, Banyuwangi memfasilitasi 379 guru PAI tingkat SD dan SMP untuk mengikuti PPG. Sementara pada 2025, daerah ini kembali mengirim 246 guru. Dengan demikian, Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang tuntas memfasilitasi seluruh guru agama Islam untuk mengikuti PPG sesuai ketentuan Kemenag.

“Ini bentuk komitmen Banyuwangi menghadirkan pendidikan agama yang berkualitas. Penguatan karakter bangsa dimulai dari guru yang kompeten dan profesional,” ujar kata Ipuk, Jumat, 5 Desember 2025.

Ipuk menegaskan bahwa keberhasilan Banyuwangi tidak terlepas dari kolaborasi pemerintah daerah, sekolah, dan Kemenag dalam memperkuat kualitas pendidikan agama.

“Kami berterima kasih atas apresiasi Kemenag. Upaya ini adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan generasi muda mendapat pendidikan agama yang baik dan berkarakter,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, menjelaskan bahwa seluruh peserta PPG menjalani pendidikan intensif selama empat bulan di perguruan tinggi yang ditunjuk Kemenag.

“Untuk Banyuwangi, pelaksanaan PPG terpusat di UIN KHAS Jember. Semua guru PAI yang mengikuti PPG telah melewati tahapan lengkap sesuai standar Kemenag,” jelasnya.

Selain meningkatkan kompetensi, PPG juga menjadi syarat penting bagi guru untuk mendapatkan sertifikat pendidik, yang berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran serta kesejahteraan guru.

Dengan konsistensi mengirim ratusan guru ke PPG setiap tahun, Banyuwangi dinilai berhasil menjalankan kebijakan prioritas nasional dari akar rumput. Daerah ini menjadi contoh implementasi program penguatan pendidikan agama yang berjalan efektif dan terukur.

“Pengiriman guru di 2024 dan 2025 memastikan seluruh guru PAI kami tersertifikasi. Ini bukan hanya urusan administrasi, tetapi bagian dari peningkatan kualitas pembelajaran agama di kelas,” pungkas Suratno.

Berita Terbaru

Jelang HPN 2026, Ketua MPR Dorong Pers Jaga Integritas di Era Konten Digital

Jelang HPN 2026, Ketua MPR Dorong Pers Jaga Integritas di Era Konten Digital

Rabu, 14 Jan 2026 06:21 WIB

Rabu, 14 Jan 2026 06:21 WIB

Jurnas.net - Pertemuan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, di Kompleks…

Jejak Masjid Kayu 201 Tahun di Situbondo: Cicit Kyai Mas Su'ud Usung Dakwah Global Sejuta Masjid 

Jejak Masjid Kayu 201 Tahun di Situbondo: Cicit Kyai Mas Su'ud Usung Dakwah Global Sejuta Masjid 

Senin, 12 Jan 2026 13:27 WIB

Senin, 12 Jan 2026 13:27 WIB

Jurnas.net - DiDesa Kayuputih, Situbondo, berdiri sebuah bangunan kayu tua yang kini lebih sering disebut langgar atau musala. Sederhana bentuknya, tetapi…

Copet di Wisata Religi Sunan Ampel Surabaya Dibekuk Polisi Berkat Rekaman CCTV

Copet di Wisata Religi Sunan Ampel Surabaya Dibekuk Polisi Berkat Rekaman CCTV

Senin, 12 Jan 2026 08:27 WIB

Senin, 12 Jan 2026 08:27 WIB

Jurnas.net - Kasus pencurian dompet di kawasan wisata religi Sunan Ampel, Surabaya, kembali membuktikan pentingnya sistem pengawasan dan kepedulian jamaah…

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Lamongan, Strategi Jaga Daya Beli Jelang Ramadan

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Lamongan, Strategi Jaga Daya Beli Jelang Ramadan

Senin, 12 Jan 2026 07:15 WIB

Senin, 12 Jan 2026 07:15 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak hanya menggelar pasar murah, tetapi sekaligus mengubah pendekatan intervensi harga dengan menyasar…

Polda Jatim Tangkap Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati di Ponpes Bangkalan

Polda Jatim Tangkap Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati di Ponpes Bangkalan

Sabtu, 10 Jan 2026 18:06 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 18:06 WIB

Jurnas.net - Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santriwati di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, kini tidak hanya…

Gus Lilur Desak KPK Buka Jejak Dana Korupsi Kuota Haji, dan Pemeriksaan Ketum PBNU Jika Ada Bukti

Gus Lilur Desak KPK Buka Jejak Dana Korupsi Kuota Haji, dan Pemeriksaan Ketum PBNU Jika Ada Bukti

Sabtu, 10 Jan 2026 11:48 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 11:48 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum Netra Bakti Indonesia (NBI) sekaligus Owner Kabantara Grup, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, atau Gus Lilur, mendesak Komisi…