Pelindo Gratiskan Biaya Peti Kemas Bantuan Bencana ke Sumatra 

author Dadang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Peti Emas di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (Humas Pelindo)
Peti Emas di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (Humas Pelindo)

Jurnas.net - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) menggratisman seluruh biaya layanan peti kemas yang mengangkut bantuan kemanusiaan ke Aceh dan Sumatra. Tujuannya untuk memastikan logistik bantuan tiba lebih cepat dan tanpa hambatan biaya.

Pembebasan tersebut mencakup biaya container handling charges, penumpukan, serta layanan receiving dan delivery, baik di terminal pelabuhan asal (muat) maupun terminal tujuan (bongkar). Kebijakan ini berlaku di seluruh terminal yang dikelola PT Pelindo Terminal Petikemas sejak 1 Desember 2025.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, menegaskan kebijakan ini merupakan bentuk nyata peran BUMN dalam mendukung penanganan bencana nasional serta meringankan beban para pengirim bantuan.

“Pelindo Terminal Petikemas memberikan pembebasan biaya penanganan peti kemas bantuan kemanusiaan sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dan masyarakat agar distribusi bantuan berjalan cepat dan efektif,” kata Widyaswendra, Jumat, 19 Desember 2025.

Untuk memastikan kebijakan berjalan tepat sasaran, perusahaan pelayaran diminta menyampaikan data pendukung seperti nama kapal, tanggal pelayanan, muatan kapal, serta nomor peti kemas yang berisi bantuan. Selanjutnya, pengelola terminal akan melakukan verifikasi sebelum pembebasan biaya diberlakukan.

Menurut Widyaswendra, mekanisme pembebasan biaya telah disosialisasikan kepada para pengguna jasa. Pihak terminal juga diminta aktif berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), agar program kemanusiaan ini berjalan maksimal dan tanpa kendala administratif.

Dukungan terhadap pengiriman bantuan juga datang dari sektor pelayaran. Presiden Direktur PT Meratus Line, Slamet Raharjo, menyampaikan bahwa Meratus melalui Meratus Foundation membuka layanan pengiriman bantuan secara gratis menuju Sumatra.

Pengiriman bantuan dilayani melalui tiga rute utama, yakni Surabaya–Belawan, Jakarta–Belawan, dan Jakarta–Padang. Hingga saat ini, Meratus telah mengangkut 14 peti kemas bantuan yang berasal dari masyarakat umum maupun instansi, termasuk hasil kerja sama dengan Indonesian National Shipowners' Association (INSA).

“Bantuan tersebut disalurkan ke posko-posko bantuan di Aceh, Medan, dan Padang. Kami masih membuka kesempatan bagi masyarakat dan instansi yang ingin mengirimkan bantuan,” kata Slamet.

Namun demikian, Slamet menjelaskan bahwa pengiriman bantuan selanjutnya baru dapat dilayani pada Januari 2026, menyusul kebijakan pembatasan operasional angkutan truk selama masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang mulai berlaku pada Jumat (19/12).

Langkah kolaboratif antara operator terminal dan perusahaan pelayaran ini diharapkan mampu mempercepat alur logistik bantuan serta memastikan kebutuhan korban bencana dapat segera terpenuhi.

Berita Terbaru

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Puguh Wiji Pamungkas: Penanganan Pengangguran Tak Cukup Andalkan Job Fair

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:51 WIB

Jurnas.net – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan program bursa kerja atau j…

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Motif Suami Siri Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Karena Takut Kejahatannya Terbongkar

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:33 WIB

Jurnas.net - Kekhawatiran aksinya terbongkar diduga menjadi motif Dwi Bagus Martono (40) membunuh anak tirinya, AGM, yang baru berusia empat tahun di Kota…

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Gresik Bidik Peringkat Tiga POPDA Jatim 2026, Bonus Emas Naik Jadi Rp 10 Juta

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:09 WIB

Jurnas.net — Kabupaten Gresik membidik posisi tiga besar dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III J…

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Ibu dan Anak Dibunuh di Dua Lokasi, Suami Siri di Madiun Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:38 WIB

Jurnas.net - Penyidik Polda Jawa Timur menjerat Dwi Bagus Martono (DBM), pria berusia 40 tahun asal Kota Madiun, dengan pasal pembunuhan berencana atas dugaan…

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Gus Lilur Jajaki Bisnis Batu Bara dan Lobster di Vietnam, Tetap Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:27 WIB

Jurnas.net - Pengusaha Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menjajaki peluang bisnis batu bara dan budi daya benih bening…

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Ibu dan Anak Dibunuh di Hotel Madiun, Polisi Dalami Dugaan Jasad Dihancurkan dengan Mesin Giling

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Senin, 26 Okt 2026 10:01 WIB

Jurnas.net - Polisi mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DH (30) dan anaknya yang masih berusia empat tahun, AG, di Kota…