Sistem Parkir Non Tunai, Strategi Pemkot Tertibkan Parkir Liar di Surabaya

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Masyarakat mulai bayar parkir QRIS alias non tunai. (Humas Pemkot Surabaya)
Masyarakat mulai bayar parkir QRIS alias non tunai. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Peringatan Hari Bela Negara (HBN) ke-77 di Surabaya tahun ini tak berhenti pada seremoni upacara. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya justru memanfaatkan momentum tersebut untuk menyentuh urat nadi persoalan kota: konflik parkir di ruang publik. Melalui peluncuran sistem pembayaran parkir non-tunai di Jalan Sedap Malam, Jumat (19/12/2025), Pemkot menghadirkan definisi baru bela negara—hadir dalam bentuk disiplin, kejujuran, dan ketertiban sehari-hari.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa bela negara di era modern bukan lagi soal angkat senjata, melainkan keberanian membangun sistem yang adil dan transparan. Digitalisasi parkir, menurutnya, menjadi medium untuk merawat kerukunan warga sekaligus mengikis potensi konflik antara juru parkir (jukir), pengusaha, dan pengguna kendaraan.

“Bela negara juga berarti menjaga rasa persaudaraan. Saya tidak ingin warga Surabaya merasa seperti ditangkap saat membayar pajak atau parkir. Dengan sistem non-tunai, semuanya jelas dan transparan. Tidak ada jukir meminta lebih, dan masyarakat pun menghormati jukir karena ada kepastian aturan,” kata Eri, Jumat, 19 Desember 2025.

Ia menekankan, inovasi parkir non-tunai bukan sekadar strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), melainkan upaya membangun ulang kepercayaan publik terhadap pemerintah. Dengan sistem digital, setiap transaksi tercatat, setiap hak terlindungi, dan setiap kewajiban memiliki batas yang jelas.

Tak hanya bagi warga dan jukir, kepastian sistem juga diberikan kepada pelaku usaha. Eri menyebut, pengusaha kini dapat mengelola lahan parkirnya secara mandiri melalui perangkat e-Toll atau gate system tanpa khawatir gangguan maupun pungutan liar.

“Kalau pengusaha merasa aman dan nyaman, roda ekonomi Surabaya akan bergerak lebih kuat. Tidak boleh ada lagi parkir yang menjadi sumber konflik,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menjelaskan bahwa sistem pembayaran parkir non-tunai akan diuji coba secara masif hingga Januari 2026. Masyarakat dapat menggunakan kartu e-Toll, e-Money, maupun QRIS sebagai metode pembayaran.

Dalam pelaksanaannya, para jukir akan dibekali alat Electronic Data Capture (EDC) atau aplikasi khusus di ponsel mereka. Pemkot menargetkan pada Februari 2026 sistem ini sudah diterapkan penuh di 1.510 titik lokasi parkir dengan melibatkan 1.749 jukir resmi.

“Implementasi akan dilakukan bertahap. Pertengahan Januari diterapkan di 717 titik, kemudian akhir Januari bertambah 716 titik. Februari nanti berlaku serentak di seluruh Surabaya,” jelas Trio.

Ia menambahkan, kartu e-Toll menjadi opsi utama karena dinilai lebih cepat dan stabil dibandingkan QRIS yang masih bergantung pada kualitas jaringan dan proses aplikasi perbankan.

Untuk memastikan transparansi dan akurasi data, Dishub juga akan memasang 50 unit CCTV portabel di titik-titik strategis. Perangkat ini dapat dipindahkan sesuai kebutuhan untuk memantau jumlah kendaraan secara real-time.

“CCTV ini fleksibel, bisa kami geser dari Jalan Sedap Malam ke Tunjungan atau lokasi lain sesuai kebutuhan pengawasan,” ujar Trio.

Berita Terbaru

Refleksi Sejarah Golkar, Sekjen Tekankan Kader Harus Relevan Menjawab Kebutuhan Rakyat

Refleksi Sejarah Golkar, Sekjen Tekankan Kader Harus Relevan Menjawab Kebutuhan Rakyat

Minggu, 15 Feb 2026 21:38 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 21:38 WIB

Jurnas.net - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, M. Sarmuji, mengingatkan seluruh kader agar kembali pada ruh dasar kelahiran Golkar, yakni sebagai…

Bahlil Targetkan 73 Persen Pemilih Produktif Jadi Basis Kemenangan Golkar 2029

Bahlil Targetkan 73 Persen Pemilih Produktif Jadi Basis Kemenangan Golkar 2029

Minggu, 15 Feb 2026 17:43 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 17:43 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan arah baru strategi politik partainya dalam menghadapi Pilkada dan Pemilu 2029. Golkar,…

Bahlil Optimistis Golkar Jatim Tambah Kursi DPRD hingga DPR RI pada 2029

Bahlil Optimistis Golkar Jatim Tambah Kursi DPRD hingga DPR RI pada 2029

Minggu, 15 Feb 2026 16:26 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 16:26 WIB

Jurnas.net - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyatakan optimisme tinggi terhadap kekuatan Partai Golkar di Jawa Timur dalam menghadapi Pilkada…

Ali Mufthi: Golkar Jatim Siap Jadi Kunci Kemenangan Nasional di 2029

Ali Mufthi: Golkar Jatim Siap Jadi Kunci Kemenangan Nasional di 2029

Minggu, 15 Feb 2026 14:16 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 14:16 WIB

Jurnas.net - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk menjadi salah satu penopang utama kemenangan Partai Golkar…

Sejarah Baru Golkar Dimulai dari Jatim, Bahlil Apresiasi Inovasi Pelantikan Serentak DPD 

Sejarah Baru Golkar Dimulai dari Jatim, Bahlil Apresiasi Inovasi Pelantikan Serentak DPD 

Minggu, 15 Feb 2026 13:44 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 13:44 WIB

Jurnas.net - Sejarah baru politik nasional tercatat dari Jawa Timur. Untuk pertama kalinya di Indonesia, 38 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar tingkat…

HUT ke-52 SIER, Dirut Danareksa Turun Langsung Donor Darah Bersama Karyawan dan Warga

HUT ke-52 SIER, Dirut Danareksa Turun Langsung Donor Darah Bersama Karyawan dan Warga

Minggu, 15 Feb 2026 08:36 WIB

Minggu, 15 Feb 2026 08:36 WIB

Jurnas.net - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) yang merupakan anggota Holding BUMN …