Pilpres 2024, Pasangan Anies-Muhaimin Bakal Jadi Kuda Hitam di Jatim

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. (Instagram Cak Imin)
Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. (Instagram Cak Imin)

Jurnas.net - Pasangan bacapres/bacawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar bakal menjadi kuda hitam di Jawa Timur pada Pilpres 2024 mendatang. Ini jika Pilpres digelar dalam dua putaran.

"Jika Pilpres digelar dua putaran, pasangan Anies-Muhaimin bisa menjadi kuda hitam di Jatim," kata Direktur Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), Baihaki Sirajt, saat merilis hasil survei Pilpres 2024, Rabu, 1 November 2023.

Jika disimulasikan antara Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin di Jatim, lanjut Baihaki, pasangan Ganjar-Mahfud 42,9 persen, unggul tipis dari Anies-Muhaimin 40,2 persen. Sedangkan 16,9 persen menjawab tidak tahu/tidak menjawab.

Lalu Prabowo-Gibran 53,7 persen, unggul dari Anies-Muhaimin 37,5 persen dan 8,8 persen tak menjawab atau tidak tahu. Meski demikian, kata Baihaki, posisi Anies-Muhaimin tetap bisa menjadi kuda hitam di Jatim.

Sebab, kata dia, Jatim merupakan basis Nahdliyin sebesar 74,3 persen, 16,7 persen Muhammadiyah, LDII/AL-Irsyad/Persis 3,9 persen, dan organisasi kristen dan lainnya 5,1 persen. "Biar bagaimanapun, suara NU di Jatim dominan. Sehingga Anies-Muhaimin tetap menjadi kuda hitam," katanya.

Survei ARCI dilakukan pada 22-27 Oktober 2023. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 1.200 responden yang tersebar proporsional di 38 kabupaten/kota Jatim. Survei ARCI memiliki margin of error sebesar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. (Mal)

Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Digitalisasi Arsip Cak Kartolo untuk Memori Kolektif Bangsa 2026 dan Literasi Budaya

Pemkot Surabaya Digitalisasi Arsip Cak Kartolo untuk Memori Kolektif Bangsa 2026 dan Literasi Budaya

Rabu, 14 Jan 2026 10:08 WIB

Rabu, 14 Jan 2026 10:08 WIB

Jurnas.net - Upaya pelestarian budaya di Kota Surabaya memasuki babak baru. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak hanya menjaga ludruk sebagai tontonan,…

Hebat! Prabowo Kagum Dengar Pidato Bahasa Inggris Siswa Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Hebat! Prabowo Kagum Dengar Pidato Bahasa Inggris Siswa Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Rabu, 14 Jan 2026 09:18 WIB

Rabu, 14 Jan 2026 09:18 WIB

Jurnas.net - M. Kiendra Lian Damarta, siswa kelas X Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, mungkin tidak pernah membayangkan dirinya akan berdiri di…

Pemkot Surabaya: 27 Rumah Kompos Hemat APBD Rp14 Miliar dan Perkuat Ekonomi Sirkular Kota

Pemkot Surabaya: 27 Rumah Kompos Hemat APBD Rp14 Miliar dan Perkuat Ekonomi Sirkular Kota

Rabu, 14 Jan 2026 08:12 WIB

Rabu, 14 Jan 2026 08:12 WIB

Jurnas.net - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengolah sampah organik menjadi kompos bukan sekadar urusan kebersihan kota. Program ini secara nyata…

Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang, Tegaskan Misi Cetak Pemimpin Antikorupsi

Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang, Tegaskan Misi Cetak Pemimpin Antikorupsi

Rabu, 14 Jan 2026 07:36 WIB

Rabu, 14 Jan 2026 07:36 WIB

Jurnas.net - Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan kampus terbaru SMA Taruna Nusantara (TN) di Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa, 13 Januari 2026.…

Jelang HPN 2026, Ketua MPR Dorong Pers Jaga Integritas di Era Konten Digital

Jelang HPN 2026, Ketua MPR Dorong Pers Jaga Integritas di Era Konten Digital

Rabu, 14 Jan 2026 06:21 WIB

Rabu, 14 Jan 2026 06:21 WIB

Jurnas.net - Pertemuan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, di Kompleks…

Jejak Masjid Kayu 201 Tahun di Situbondo: Cicit Kyai Mas Su'ud Usung Dakwah Global Sejuta Masjid 

Jejak Masjid Kayu 201 Tahun di Situbondo: Cicit Kyai Mas Su'ud Usung Dakwah Global Sejuta Masjid 

Senin, 12 Jan 2026 13:27 WIB

Senin, 12 Jan 2026 13:27 WIB

Jurnas.net - DiDesa Kayuputih, Situbondo, berdiri sebuah bangunan kayu tua yang kini lebih sering disebut langgar atau musala. Sederhana bentuknya, tetapi…