MAKI Jatim: Langkah Armuji Coret Wibawa Arek Suroboyo

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua LSM MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru MAKI. (Insani/Jurnas.net)
Ketua LSM MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru MAKI. (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Penandatanganan surat permohonan maaf oleh Wakil Wali Kota Surabaya Armuji terus menuai polemik dan memicu kemarahan publik. Sejumlah tokoh masyarakat menilai peristiwa ini bukan sekadar kesalahan etika pejabat, melainkan telah menyeret harga diri, harkat, dan martabat Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawan ke dalam pusaran kontroversi yang memalukan.

Ketua LSM MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru MAKI, secara terbuka menyebut tindakan tersebut sebagai preseden buruk yang mencoreng kehormatan Surabaya sekaligus melemahkan wibawa kepemimpinan daerah.

“Ini bukan perkara sepele. Ini soal harga diri Surabaya dan kebanggaan arek Suroboyo. Kejadian ini memalukan dan mencoreng nama besar Kota Pahlawan,” kata Heru, Rabu, 7 Januari 2025.

Kritik lebih keras disampaikan Drg David, tokoh masyarakat Surabaya. Ia mengecam langkah Armuji yang secara sadar menandatangani surat permohonan maaf tersebut, yang menurutnya menunjukkan ketidakcermatan dan ketidakpekaan sebagai pejabat publik.

“Sebagai Wakil Wali Kota, tindakan itu mencederai perasaan arek Suroboyo. Ini menorehkan luka mendalam dan bertentangan dengan karakter warga Surabaya yang selama ini dikenal berani dan tegas,” katanya.

Heru MAKI menilai, polemik ini justru membuka babak baru kegaduhan sosial di Surabaya. Ia menyebut situasi pascakejadian berpotensi memicu dinamika perlawanan yang semakin masif, seiring menguatnya rasa ketersinggungan publik terhadap kepemimpinan kota.

Sebagai respons atas situasi tersebut, sejumlah tokoh masyarakat sepakat menginisiasi Apel Siaga Arek Suroboyo WANI, yang diklaim sebagai bentuk penolakan terhadap premanisme sekaligus kritik atas narasi pengkotakan berbasis suku yang kembali mencuat di ruang publik.

“Apel siaga akan digelar di halaman Balai Kota. Ini akan menjadi simbol perlawanan dan dipastikan melibatkan massa dalam jumlah besar,” ujar Heru.

Apel tersebut disebut-sebut sebagai bentuk tekanan moral terhadap Pemerintah Kota Surabaya, sekaligus penegasan sikap keras arek Suroboyo terhadap segala bentuk narasi yang dinilai merendahkan identitas dan martabat warga.

Tak hanya itu, Heru MAKI bersama Drg David, Mas Purnama, dan Mas Ruddy Gaol juga berencana mendatangi Kampus UNITOMO. Mereka ingin meminta klarifikasi langsung dari Rektor UNITOMO terkait konsep dan desain pertemuan sebelumnya yang dinilai turut memperkeruh suasana dan disebut digagas sepenuhnya oleh pihak kampus.

Di tengah situasi yang kian memanas, satu pesan keras terus digaungkan oleh para pengkritik: "Surabaya bukan kota yang bisa dipermalukan, dan slogan Suroboyo WANI bukan sekadar jargon tanpa makna"

Berita Terbaru

Pengguna Commuter Line di Stasiun Yogyakarta Meningkat 34 Persen 

Pengguna Commuter Line di Stasiun Yogyakarta Meningkat 34 Persen 

Sabtu, 02 Mei 2026 14:53 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 14:53 WIB

Jurnas.net - Momen libur panjang pada pekan ini menjadi atensi pengelola transportasi umum Commuter Line. KAI Commuter Area 6 Yogyakarta menambah jadwal perjala…

Al Irsyad Surabaya Tempa Kader Muda dengan Sentuhan Kepemimpinan dan Kewirausahaan

Al Irsyad Surabaya Tempa Kader Muda dengan Sentuhan Kepemimpinan dan Kewirausahaan

Sabtu, 02 Mei 2026 11:03 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 11:03 WIB

Jurnas.net - Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks mulai dari krisis moral generasi muda hingga tekanan sosial di era digital Al Irsyad Al Islamiyah…

Strategi Golkar Jatim Menuju 2029: Bangun Mesin Politik Responsif, Bidik Pemilih Muda dan Perempuan

Strategi Golkar Jatim Menuju 2029: Bangun Mesin Politik Responsif, Bidik Pemilih Muda dan Perempuan

Sabtu, 02 Mei 2026 09:46 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 09:46 WIB

Jurnas.net – Di tengah lanskap politik yang semakin dinamis dan ekspektasi publik yang terus meningkat, DPD Partai Golkar Jawa Timur memilih mengubah p…

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Sri Sultan Perintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota Siapkan SE Awasi TPA

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 19:15 WIB

Jurnas.net - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengambil langkah tegas menyikapi maraknya kasus kekerasan anak di TPA…

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Daycare Little Aresha Diduga Telah Beroperasi Bertahun-tahun

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:32 WIB

Jurnas.net - Daycare Little Aresha yang berlokasi di Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta diduga beroperasi sebelum terjadi pandemi covid-19. Pandem…

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Pansus DPRD Kuliti Bobrok BUMD Jatim: Ketergantungan Ekstrem, Aset Terbengkalai dan Kinerja Amburadul

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:27 WIB

Jurnas.net - kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur terkuak dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jatim. Alih-alih menjadi mesin penggerak…