Ekspor Banyuwangi Tembus Rp3,9 Triliun di 2025, Produk Lokal Diekspor ke 80 Negara

author Wulansari

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, saat melepas ekspor ikan kalengan. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, saat melepas ekspor ikan kalengan. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Jurnas.net - Kinerja ekspor Kabupaten Banyuwangi sepanjang 2025 mencatatkan capaian signifikan. Nilai ekspor daerah di ujung timur Pulau Jawa itu menembus 232 juta dolar AS atau setara Rp 3,9 triliun, menandai penguatan peran Banyuwangi sebagai salah satu simpul perdagangan internasional berbasis daerah.

Capaian tersebut mengalami kenaikan cukup tajam dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 196 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,3 triliun. Secara persentase, nilai ekspor Banyuwangi tumbuh 18,33 persen, mencerminkan meningkatnya daya saing produk lokal di pasar global.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menilai pertumbuhan ekspor ini tidak lepas dari konsistensi daerah dalam membangun ekosistem industri yang berorientasi pasar internasional. “Produk Banyuwangi kini tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga telah menjangkau berbagai belahan dunia. Hingga saat ini, ekspor Banyuwangi telah menembus sekitar 80 negara tujuan,” kata Ipuk, Selasa, 20 Januari 2026. 

Negara tujuan ekspor tersebut tersebar luas, meliputi kawasan Asia, Afrika, Eropa, Amerika, hingga Australia, menunjukkan bahwa produk Banyuwangi mampu bersaing di berbagai karakter pasar dengan standar yang berbeda.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, menjelaskan ekspor Banyuwangi tidak bertumpu pada satu komoditas, melainkan didukung oleh 27 produk unggulan yang terus dikembangkan. Komoditas tersebut mencakup ikan hias, batu apung, koral, ikan kaleng, olahan rempah, produk pertanian, kerajinan, hingga buah segar.

Keberagaman produk ini menunjukkan bahwa Banyuwangi tidak hanya mengandalkan kekayaan alam mentah, tetapi juga mendorong proses hilirisasi dan pengolahan bernilai tambah. "Dominasi nilai ekspor masih berasal dari sektor perikanan, khususnya ikan kaleng. Ini menunjukkan kekuatan industri pengolahan yang telah terbangun di Banyuwangi,” kata Nanin.

Salah satu eksportir terbesar adalah PT Pacific Harvest, perusahaan pengolahan ikan yang beroperasi di Kecamatan Muncar. Produk ikan kalengan dari perusahaan ini dikirim ke berbagai negara dengan skema kontrak jangka panjang.

“Sekali pengiriman bisa puluhan ton. Bahkan pada kondisi tertentu, volume pengiriman bisa mencapai 40 kontainer per hari,” jelas Nanin.

Lebih dari sekadar angka, pertumbuhan ekspor dinilai menjadi indikator penting meningkatnya aktivitas ekonomi lokal. Rantai pasok ekspor melibatkan nelayan, petani, pelaku UMKM, hingga industri pengolahan, sehingga dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pemkab Banyuwangi, lanjut Nanin, terus mendorong peningkatan volume dan nilai ekspor melalui penguatan ekosistem industri, penyederhanaan perizinan, serta perluasan akses pasar internasional. “Ekspor yang tumbuh membuka peluang investasi baru. Banyuwangi memiliki keunggulan bahan baku, infrastruktur yang terus berkembang, serta iklim usaha yang relatif kondusif bagi investor,” ujarnya.

Berita Terbaru

Pemprov Jatim Gelar Peralatan Bencana 2026 di Pacitan, Perkuat Sinergi dan Kesiapsiagaan

Pemprov Jatim Gelar Peralatan Bencana 2026 di Pacitan, Perkuat Sinergi dan Kesiapsiagaan

Selasa, 21 Jul 2026 18:53 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 18:53 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman bencana melalui Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana P…

Jelang HUT Ke-81 RI, Masyarakat Diharap Manfaatkan Promo Tambah Daya Listrik Diskon 50 Persen

Jelang HUT Ke-81 RI, Masyarakat Diharap Manfaatkan Promo Tambah Daya Listrik Diskon 50 Persen

Selasa, 21 Jul 2026 17:01 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 17:01 WIB

Jurnas.net – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mengajak masyarakat m…

PLN UIT JBM Luncurkan ELSINDUK GEMES di Gresik, Perkuat Ekonomi Sirkular Lewat Bank Sampah

PLN UIT JBM Luncurkan ELSINDUK GEMES di Gresik, Perkuat Ekonomi Sirkular Lewat Bank Sampah

Selasa, 21 Jul 2026 15:29 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 15:29 WIB

Jurnas.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. …

Gresik Punya Sentra IKM Logam, Fasilitas Produksi Bersama yang Siap Tingkatkan Daya Saing UMKM

Gresik Punya Sentra IKM Logam, Fasilitas Produksi Bersama yang Siap Tingkatkan Daya Saing UMKM

Selasa, 21 Jul 2026 13:41 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 13:41 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kabupaten Gresik resmi mengoperasikan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Logam di Desa Hulaan, Kecamatan Menganti. Fasilitas ini…

27.710 Warga Kota Malang Menganggur, DPRD Jatim Minta Pemkot Perkuat Link and Match Dunia Kerja

27.710 Warga Kota Malang Menganggur, DPRD Jatim Minta Pemkot Perkuat Link and Match Dunia Kerja

Selasa, 21 Jul 2026 12:31 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 12:31 WIB

Jurnas.net – Tingginya angka pengangguran di Kota Malang menjadi sorotan Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya, Puguh Wiji P…

Surabaya Klaim MPLS Ramah Anak Berjalan Sesuai Rencana, Siswa Siap Ikuti Pembelajaran Reguler

Surabaya Klaim MPLS Ramah Anak Berjalan Sesuai Rencana, Siswa Siap Ikuti Pembelajaran Reguler

Selasa, 21 Jul 2026 11:19 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 11:19 WIB

Jurnas.net – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di seluruh s…