Dialog PWI - DPRD Gresik Soroti Paradoks Industri: PDRB Tinggi Tapi PAD Masih Rendah

author Insani

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dialog Publik bertajuk “Smart Budgeting & Smart Revenue: Arah Baru Peningkatan PAD untuk Kemandirian Daerah". (Insani/Jurnas.net)
Dialog Publik bertajuk “Smart Budgeting & Smart Revenue: Arah Baru Peningkatan PAD untuk Kemandirian Daerah". (Insani/Jurnas.net)

Jurnas.net - Di tengah statusnya sebagai salah satu pusat industri terbesar di Jawa Timur, Kabupaten Gresik justru dihadapkan pada ironi fiskal: kontribusi industri terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sangat dominan, tetapi Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih jauh dari potensi maksimal. Kesenjangan inilah yang menjadi benang merah Dialog Publik bertajuk “Smart Budgeting & Smart Revenue: Arah Baru Peningkatan PAD untuk Kemandirian Daerah” yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik bersama DPRD Gresik.

Dialog yang berlangsung di salah satu hotel di GKB Gresik, Kamis, 22 Januari 2026, ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan ruang refleksi bersama atas arah kebijakan fiskal Gresik ke depan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke-80 PWI.

Hadir sebagai narasumber, Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, serta Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir. Forum ini turut dihadiri jajaran pimpinan DPRD, kepala OPD penghasil, perwakilan dunia usaha, akademisi, hingga para kepala desa.

Ketua PWI Gresik Deni Alisetiono menegaskan, dialog publik ini merupakan bentuk peran aktif pers dalam pembangunan daerah. Menurutnya, tantangan daerah hari ini bukan sekadar menambah anggaran, tetapi memastikan anggaran benar-benar berdampak.

“Smart budgeting bukan soal besar-kecilnya APBD, tapi bagaimana setiap rupiah bekerja untuk kesejahteraan rakyat. Di sinilah fungsi pers tidak hanya mengabarkan, tapi ikut memberi arah dan solusi,” kata Deni.

Ia menambahkan, kemandirian daerah mustahil dicapai tanpa keberanian melakukan inovasi pendapatan. Digitalisasi, kolaborasi lintas sektor, serta keberpihakan pada potensi lokal menjadi kunci keluar dari ketergantungan fiskal.

Sementara itu, Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim, secara lugas menyebut Gresik menghadapi paradoks fiskal. Dengan hampir seribu perusahaan besar dan lebih dari 50 persen PDRB ditopang industri pengolahan, PAD Gresik seharusnya tidak stagnan di kisaran Rp1,1 triliun.

“Gresik ini kaya industri, tapi miskin kemandirian fiskal. Jangan sampai daerah hanya jadi lokasi produksi, sementara nilai tambahnya lari ke luar. Potensi itu harus dikapitalisasi,” tegas Lutfil.

Ia menilai ketergantungan PAD pada pajak dan retribusi konvensional sudah tidak relevan. Pemerintah daerah, menurutnya, harus berani membuka sumber pendapatan baru melalui penguatan BUMD, optimalisasi perizinan, hingga inovasi kebijakan berbasis data.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, mengakui bahwa struktur PAD Gresik masih timpang. Pada 2025, lebih dari 95 persen PAD bersumber dari pajak daerah, terutama PBB, BPHTB, dan PBJT listrik. “Kondisi ini tidak sehat dalam jangka panjang. Karena itu, pendekatan smart revenue kami dorong agar PAD lebih beragam dan berkelanjutan,” ujar Alif.

Salah satu sektor yang kini digarap serius adalah Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), terutama di kawasan industri. Menurut Alif, optimalisasi PBG berpotensi menjadi sumber PAD baru yang signifikan jika dikelola secara transparan dan profesional.

Dari sisi legislatif, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir menyoroti tekanan fiskal akibat pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp539 miliar. Dampaknya, anggaran infrastruktur terpaksa dipangkas.

“PAD menjadi kunci menutup celah ini. Tapi kami tegaskan, efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” tandas Syahrul.

Ia menekankan pentingnya menjaga iklim investasi yang sehat agar ekonomi bergerak, lapangan kerja tercipta, dan PAD meningkat secara alami. Dalam dialog tersebut, kalangan akademisi dan pelaku usaha turut menyumbang gagasan, mulai dari pembentukan badan riset industri, penguatan vokasi berbasis kebutuhan industri, hingga revitalisasi BUMD sebagai mesin baru pendapatan daerah.

Berita Terbaru

Hemat Energi, Setwan DPRD Jatim Wajibkan ASN Naik Transportasi Umum Setiap Jumat

Hemat Energi, Setwan DPRD Jatim Wajibkan ASN Naik Transportasi Umum Setiap Jumat

Rabu, 29 Apr 2026 17:48 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 17:48 WIB

Jurnas.net – Upaya efisiensi anggaran tak lagi berhenti pada pemangkasan belanja, tetapi mulai menyentuh pola hidup aparatur sipil negara (ASN). Sekretariat D…

Inovasi PLN: Lahan di Bawah Jaringan Listrik Disulap Jadi Agroeduwisata, Raih Nominasi TOP CSR 2026

Inovasi PLN: Lahan di Bawah Jaringan Listrik Disulap Jadi Agroeduwisata, Raih Nominasi TOP CSR 2026

Rabu, 29 Apr 2026 16:27 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 16:27 WIB

Jurnas.net – Di tengah tantangan menjaga keandalan jaringan listrik, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) justru m…

Setwan DPRD Jatim Peringkat Dua Keterbukaan Informasi di Tengah WFH dan Efisiensi

Setwan DPRD Jatim Peringkat Dua Keterbukaan Informasi di Tengah WFH dan Efisiensi

Rabu, 29 Apr 2026 15:23 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 15:23 WIB

Jurnas.net – Di saat banyak lembaga pemerintah menghadapi tekanan akibat efisiensi anggaran dan skema kerja fleksibel, Sekretariat DPRD Jawa Timur justru m…

Polda Jatim Gunakan ETLE Handheld, 748 Pelanggaran Lalu Lintas Langsung Ditindak

Polda Jatim Gunakan ETLE Handheld, 748 Pelanggaran Lalu Lintas Langsung Ditindak

Rabu, 29 Apr 2026 13:42 WIB

Rabu, 29 Apr 2026 13:42 WIB

Jurnas.net - Penegakan hukum lalu lintas di Jawa Timur mulai bergeser ke arah yang lebih modern dan responsif. Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur bersama …

Jelang Muktamar NU, Gus Lilur Ungkap Pertarungan Sunyi di Balik Pemilihan Rais Aam dan Ketum

Jelang Muktamar NU, Gus Lilur Ungkap Pertarungan Sunyi di Balik Pemilihan Rais Aam dan Ketum

Selasa, 28 Apr 2026 18:24 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 18:24 WIB

Jurnas.net – Dinamika menuju Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 mulai menunjukkan pola yang tidak sepenuhnya kasat mata. Di balik mekanisme formal, muncul “…

Sri Sultan Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Kekerasan di DIY, Buntut Kasus Daycare Little Aresha

Sri Sultan Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Kekerasan di DIY, Buntut Kasus Daycare Little Aresha

Selasa, 28 Apr 2026 08:39 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 08:39 WIB

Jurnas.net – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, memberikan respons tegas terkait kasus kekerasan anak yang terjadi di dayc…