Audit BPK Jadi Penanda Arah, Khofifah Perkuat Fondasi Ketahanan Pangan dan Pendidikan Jatim

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima LHP audit BPK. (Humas Pemprov Jatim)
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima LHP audit BPK. (Humas Pemprov Jatim)

Jurnas.net - Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur bukan sekadar agenda administratif. Bagi Gubernur Khofifah Indar Parawansa, momen ini menjadi titik refleksi sekaligus penguatan arah kebijakan, terutama dalam dua sektor krusial, yakni ketahanan pangan dan pendidikan menengah.

Bertempat di Kantor BPK Perwakilan Jawa Timur, Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, Selasa (27/1/2026), Khofifah menerima langsung LHP pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) dari Kepala Perwakilan BPK Jatim Yuan Candra Djaisin.

LHP tersebut mencakup pemeriksaan kinerja atas upaya pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan Jawa Timur tahun anggaran 2023 hingga Semester I 2025 di Surabaya, Kediri, dan Lamongan. Selain itu, BPK juga menyerahkan laporan pemeriksaan kepatuhan atas kegiatan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan menengah tahun 2024 hingga Triwulan III 2025 pada Pemprov Jatim dan instansi terkait.

“Bagi kami, pemeriksaan ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi menjadi alat ukur objektif untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan akuntabilitas, dan memperbaiki kualitas pelayanan publik,” ujar Khofifah.

Ia menegaskan, seluruh rekomendasi BPK akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan perundang-undangan, sekaligus dijadikan dasar pengambilan kebijakan yang lebih presisi.
Ketahanan Pangan: Audit sebagai Alarm Dini
Dalam pemeriksaan kinerja ketahanan pangan, BPK mencatat sejumlah catatan penting, di antaranya masih terbatasnya desain kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) serta koordinasi lintas kementerian yang dinilai belum optimal.

Khofifah tidak menampik catatan tersebut. Ia menyebut, Pemprov Jatim justru menjadikan temuan BPK sebagai alarm dini untuk mempercepat pembenahan, khususnya pada sektor irigasi dan perlindungan lahan pertanian. “Kami sudah memperkuat koordinasi dengan kabupaten/kota, perangkat daerah, Kementerian PU, dan Kementerian Pertanian. Bahkan saya membawa belasan kepala daerah bertemu langsung Menteri PU, membawa peta irigasi lengkap dari Pangdam V Brawijaya,” ungkapnya.

Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, juga telah menyusun kajian sedimentasi waduk dan rawa, membangun basis data jaringan irigasi tersier sebagai fondasi perencanaan rehabilitasi, serta memperketat pengendalian alih fungsi lahan melalui regulasi, pendataan, dan pengawasan.
Tak hanya itu, sinkronisasi data antara Lahan Sawah Dilindungi (LSD), lahan pertanian bukan hutan, dan Lahan Baku Sawah (LBS) terus dilakukan bersama Kanwil ATR/BPN.

“Sinkronisasi ini penting agar kebijakan kita tidak berjalan di atas data yang berbeda-beda. Dalam waktu dekat Kanwil ATR/BPN juga akan berkoordinasi dengan Dirjen ATR/BPN,” jelasnya.
Pendidikan Menengah: Dari Catatan Menuju Perbaikan Sistemik

Sementara dalam pemeriksaan kepatuhan sarana dan prasarana pendidikan menengah, BPK menyoroti aspek perencanaan, pengadaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban, hingga pengawasan.

Menanggapi hal tersebut, Khofifah menyatakan Pemprov Jatim telah melakukan perbaikan sistemik, mulai dari perencanaan berbasis data, penertiban pengadaan barang dan jasa agar lebih transparan dan efisien, hingga penguatan pengawasan mutu program pendidikan. “Kami ingin memastikan setiap rupiah anggaran pendidikan benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas layanan dan keberlanjutan program,” tegasnya.

Di tengah catatan evaluatif BPK, Khofifah juga memaparkan capaian strategis Jawa Timur. Di awal 2026, Pemprov Jatim menerima Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI atas kontribusi dalam mendukung swasembada pangan nasional 2025. Sepanjang 2025, Jatim juga tercatat sebagai produsen padi dan beras tertinggi nasional.

Di sektor pendidikan, Jatim mencetak dua Rekor MURI pada 25 Januari 2026. Pertama, sebagai pelopor dan pelaksana Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) terbanyak dengan melibatkan 764 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta. Kedua, sebagai pemrakarsa Gerakan Penanaman Ragam Tanaman Produktif dan Penaburan Benih Ikan Serentak, yang melibatkan lebih dari 110 ribu guru dan murid.

“Rekomendasi dalam LHP ini justru memperkuat reasoning kami untuk mempercepat irigasi tersier sekaligus menyiapkan generasi emas 2045,” tandas Khofifah.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPK Jatim Yuan Candra Djaisin menegaskan bahwa pemeriksaan kali ini diselaraskan dengan prioritas pembangunan nasional, termasuk RPJMN. "Pendekatan kami bukan hanya administratif, tapi bagaimana audit ini memberi kontribusi nyata bagi evaluasi dan perbaikan kebijakan,” ujarnya.

Pada 2025, BPK secara nasional memfokuskan pemeriksaan pada sektor ketahanan pangan dan pembangunan manusia, khususnya pendidikan. Hasil pemeriksaan tersebut dirangkum dan direkomendasikan kepada pemerintah pusat, termasuk disampaikan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

“Agar diketahui secara utuh apa saja permasalahan dan tantangan nyata di sektor ketahanan pangan,” pungkas Yuan.

Berita Terbaru

BARONG Group Jajaki Akuisisi Pabrik Rokok di Malaysia, Gus Lilur Konsultasi ke KBRI Kuala Lumpur

BARONG Group Jajaki Akuisisi Pabrik Rokok di Malaysia, Gus Lilur Konsultasi ke KBRI Kuala Lumpur

Senin, 16 Mar 2026 03:32 WIB

Senin, 16 Mar 2026 03:32 WIB

Jurnas.net – Upaya ekspansi industri rokok Indonesia ke pasar internasional terus dilakukan pelaku usaha nasional. Salah satunya dilakukan oleh Bandar Rokok N…

Jelang Nyepi, Penyeberangan Bali–Jawa Lumpuh Sejauh 30 Km

Jelang Nyepi, Penyeberangan Bali–Jawa Lumpuh Sejauh 30 Km

Minggu, 15 Mar 2026 20:57 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 20:57 WIB

Jurnas.net – Wakil Menteri Perhubungan Suntana turun langsung meninjau kepadatan antrean kendaraan pemudik dari Bali menuju Jawa yang terjadi di jalur menuju P…

BARONG Grup Tuntaskan Tahap Awal, Gus Lilur Rancang 19 Pabrik Rokok dan Ribuan PR UMKM di Tiga Provinsi

BARONG Grup Tuntaskan Tahap Awal, Gus Lilur Rancang 19 Pabrik Rokok dan Ribuan PR UMKM di Tiga Provinsi

Minggu, 15 Mar 2026 13:00 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 13:00 WIB

Jurnas.net – Pengusaha rokok asal Jawa Timur, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, menyatakan telah menuntaskan tahap awal pembangunan bisnis rokok yang ia rintis …

Safari Ramadan KAHMI Jatim Ditutup di Kediri, 150 Alumni HMI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Safari Ramadan KAHMI Jatim Ditutup di Kediri, 150 Alumni HMI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Minggu, 15 Mar 2026 09:24 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 09:24 WIB

Jurnas.net - Rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang digelar oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur resmi ditutup pada…

Gus Halim Sentil Legislator PKB: Jangan Terlena, Caleg Cadangan Siap Rebut Kursi

Gus Halim Sentil Legislator PKB: Jangan Terlena, Caleg Cadangan Siap Rebut Kursi

Jumat, 13 Mar 2026 21:36 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 21:36 WIB

Jurnas.net - Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim, melontarkan pesan tegas kepada para anggota legislatif petahana dari Partai…

Pemkot Surabaya Pastikan THR PPPK Cair, Penuh Waktu 100 Persen dan Paruh Waktu Rp2 Juta

Pemkot Surabaya Pastikan THR PPPK Cair, Penuh Waktu 100 Persen dan Paruh Waktu Rp2 Juta

Jumat, 13 Mar 2026 16:55 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 16:55 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota Surabaya memastikan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Pegawai Pemerintah dengan…