Jurnas.net - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mengimbau ratusan juru parkir (jukir) agar segera melakukan validasi dan perpanjangan Kartu Tanda Anggota (KTA) tahun 2026. Hingga akhir Januari 2026, lebih dari 500 jukir tercatat belum memperbarui KTA, padahal legalitas tersebut menjadi syarat utama untuk bertugas di lapangan.
Berdasarkan data Dishub Surabaya, dari total 1.747 juru parkir resmi yang terdaftar pada tahun 2025, baru 1.069 jukir yang telah melakukan validasi kontrak kerja dan perpanjangan KTA untuk tahun 2026.
Data tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Trio Wahyu Wibowo, saat menerima audiensi Paguyuban Juru Parkir Surabaya (PJS), Jumat, 30 Januari 2026.
Audiensi tersebut menjadi ruang dialog antara Dishub dan perwakilan jukir, termasuk membahas persoalan di lapangan serta penindakan Tindak Pidana Ringan (Tipiring).
Trio menegaskan bahwa pengelolaan parkir di Kota Surabaya telah memiliki dasar hukum yang kuat. Dishub, melalui UPT Parkir Tepi Jalan Umum (TJU), menjalankan fungsi pengelolaan, pengaturan, pengawasan, sekaligus pembinaan jukir sesuai regulasi yang berlaku.
“Kami bekerja berdasarkan Peraturan Daerah dan Peraturan Wali Kota. Itu menjadi dasar kami dalam mengelola dan mengawasi parkir di seluruh wilayah Kota Surabaya,” ujar Trio.
Menurutnya, pembinaan hanya diberikan kepada jukir yang terdaftar resmi dan tercatat di UPT Parkir. Proses validasi KTA menjadi instrumen penting untuk memastikan petugas parkir yang bertugas benar-benar memiliki status legal dan terlindungi secara administrasi. “Fungsi kami adalah membina petugas parkir yang sudah terdaftar secara resmi. Mereka yang mengajukan diri, memenuhi syarat administratif, itulah yang kami bina,” jelasnya.
Trio menambahkan, proses perpanjangan KTA merupakan agenda rutin tahunan yang selalu disosialisasikan sejak akhir tahun. Pemberitahuan kepada jukir, kata dia, sudah disampaikan sejak Desember 2025, dan proses validasi mulai dibuka pada 23 Desember 2025. “Namun sampai batas rekapitulasi terakhir, yang sudah memvalidasi KTA baru 1.069 jukir. Artinya masih ada lebih dari 500 petugas parkir yang belum memperpanjang,” ungkapnya.
Dishub menegaskan, validasi KTA bersifat wajib. Setiap jukir yang bertugas di lokasi parkir resmi harus melengkapi tiga atribut utama, yakni KTA aktif, rompi resmi Dishub, dan peluit, yang seluruhnya telah difasilitasi oleh pemerintah kota. “Kalau bertugas, wajib membawa KTA yang terlihat, memakai rompi resmi, dan dilengkapi peluit. Ini penting, bukan hanya soal tertib, tapi juga perlindungan bagi jukir itu sendiri,” tegas Trio.
Dishub Surabaya juga memberikan apresiasi kepada 1.069 jukir yang telah taat administrasi. Kelengkapan atribut dinilai mampu menciptakan rasa aman, nyaman, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan parkir resmi. “Kalau lengkap, jukir bertugas lebih tenang, lebih aman, dan masyarakat juga merasa nyaman,” ujarnya.
Editor : Rahmat Fajar
Berita Terbaru
Rabu, 04 Nov 2026 08:32 WIB
Rabu, 04 Nov 2026 08:32 WIB
Jurnas.net – PDI Perjuangan menyambut baik sekaligus memberikan apresiasi terhadap ketegasan dan keberanian Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam m…
Selasa, 03 Nov 2026 22:46 WIB
Selasa, 03 Nov 2026 22:46 WIB
Jurnas.net - Aksi tutup paksa toko kelontong Madura oleh LSM ‘Keluarga Madura Yogyakarta' (KMY) kembali terjadi. Jika sebelumnya terjadi pada Juni 2026, di k…
Selasa, 03 Nov 2026 16:11 WIB
Selasa, 03 Nov 2026 16:11 WIB
Jurnas.net – Kota Batu, Jawa Timur, menghadirkan pengalaman wisata keluarga baru melalui pertunjukan teatrikal putri duyung atau mermaid bertajuk "The E…
Selasa, 03 Nov 2026 14:53 WIB
Selasa, 03 Nov 2026 14:53 WIB
PBNU mengapresiasi langkah cepat Kapolri dalam merespons keluhan masyarakat terkait tindakan aparat kepolisian dalam penegakan hukum di Sukoharjo…
Selasa, 03 Nov 2026 14:29 WIB
Selasa, 03 Nov 2026 14:29 WIB
Peringatan Hari Pahlawan di Taman Fatahillah Kota Tua, Jakarta Barat pada 1-2 November 2026 berlangsung meriah.…
Selasa, 03 Nov 2026 14:08 WIB
Selasa, 03 Nov 2026 14:08 WIB
Sikap sejumlah perusahaan asuransi yang masih berhati-hati dalam memberikan perlindungan terhadap mobil listrik menjadi alarm bagi pemerintah…
Selasa, 03 Nov 2026 07:25 WIB
Selasa, 03 Nov 2026 07:25 WIB
Jurnas.net - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyiapkan pembahasan sejumlah hal penting dalam Musyawarah Nasional (Munas) XXXIII Tarjih…
Senin, 02 Nov 2026 10:58 WIB
Senin, 02 Nov 2026 10:58 WIB
Peristiwa penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an di Sukoharjo, Jawa Tengah, oleh tim gabungan kepolisian beberapa waktu lalu, terindikasi melanggar HAM…
Senin, 02 Nov 2026 10:30 WIB
Senin, 02 Nov 2026 10:30 WIB
Ketua Umum PBNU KH Kikin Abdul Hakim atau Gus Kikin mengimbau masyarakat, khususnya di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tetap tenang.…
Minggu, 01 Nov 2026 22:14 WIB
Minggu, 01 Nov 2026 22:14 WIB
Jurnas.net - PSIM Yogyakarta resmi mengakhiri puasa kemenangan di BRI Super League 2026/2027 pascamengandaskan perlawanan Borneo FC Samarinda dalam laga yang…
Minggu, 01 Nov 2026 10:49 WIB
Minggu, 01 Nov 2026 10:49 WIB
Oleh: Wakit Nurohman Advokat dan Mahasiswa Magister Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) Putusan Mahkamah Agung Nomor 742 K/TUN/2026 mengenai Surat Keterangan…
Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB
Sabtu, 31 Okt 2026 19:32 WIB
Jurnas.net – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, H. Ali Mufthi, mendukung upaya pemulangan Jimat Klontong, pusaka bersejarah yang menjadi bagian dari identitas …
Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB
Sabtu, 31 Okt 2026 18:21 WIB
Oleh: Prof. Dr. Dian Anita Nuswantara, S.E., M.Si., Ak., CA, CIPSAS Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Perekonomian tidak hanya bergerak melalui…
Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB
Sabtu, 31 Okt 2026 13:14 WIB
Jurnas.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab…
Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB
Sabtu, 31 Okt 2026 11:05 WIB
Jurnas.net – Penanganan dugaan peredaran rokok ilegal oleh Polres Probolinggo menjadi sorotan setelah dua orang yang dipersoalkan massa demonstran disebut d…