Presiden Jokowi Bakal Resmikan Jembatan Kaca Seruni Point Bromo Akhir November 2023

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat melintas di Jembatan Kaca Seruni Point di Kawasan Bromo. (Instagram Khofifah.ip)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat melintas di Jembatan Kaca Seruni Point di Kawasan Bromo. (Instagram Khofifah.ip)

Jurnas.net - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan bakal meresmikan Jembatan Kaca Seruni Point di Kawasan Bromo, Jawa Timur, pada Minggu, 26 November 2023 mendatang. Jembatan yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu, juga telah melalui uji kelayakan aman untuk umum.

"Insya Allah rencananya nanti Pak Presiden (Jokowi) yang akan meresmikan pada 26 November mendatang. Uji kelayakan juga sudah dilakukan dan kekuatannya aman," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Sabtu, 4 November 2023.

Khofifah memastikan kelayakan dan kekuatan Jembatan Seruni Point lebih baik dari Jembatan Kaca Limpakuwus di Banyumas, Jawa Tengah. Di mana kaca hanya satu lapis dengan ketebalan sekitar 1 cm.

Berbeda dengan Jembatan Kaca Seruni Point, memiliki dua lapis kaca total ketebalan 25.52 mm. Kaca yang digunakan berukuran 1.8 m x 1.5 meter, dengan jenis kaca struktural Tempered Glass ditambah laminasi Interlayer Sentry Glass Plus, dan bobot satu segmen lantai mencapai 180 kilogram.

"Jadi, jika dibanding jembatan kaca yang ada di Banyumas sangat jauh. Karena ketebalan kaca di Seruni Point sangat tebal, dan safetynya sangat aman," kata Bebeb murah senyum itu.

Menurut Khofifah, Jembatan Kaca Seruni Point juga telah dilakukan uji kelayakan dengan simulasi uji kekuatan menahan beban, menggunakan bantalan karet jembatan dengan dinaiki delapan orang dewasa. Hasilnya aman terkendali.

Dengan uji kelayakan itu, kata dia, membuktikan bahwa kaca yang digunakan di Jembatan Kaca Seruni Point, lima kali lebih kuat dari beban rencana. Jembatan itu diketahui memiliki panjang 120 meter dengan lebar 1,8 meter, di atas jurang dengan kedalaman 80-100 meter.

"Setelah melalui beberapa apa, tes kelayakan, tes beban, kualitas kekuatannya Insya Allah sangat aman," pungkasnya. (Mal)

Berita Terbaru

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Dugaan Politik Uang Muktamar NU: Rp 250 Juta Dikembalikan ke KPK, Begini Kronologinya

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:11 WIB

Jurnas.net – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, warga Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal sebagai kiai kampung, membeberkan dokumen yang disebutnya …

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

HUT Apotek K-24 ke 24, Dekatkan dan Ajak Masyarakat Lebih Sehat

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 13:36 WIB

Jurnas.net - Memasuki usia ke-24 tahun, Apotek K-24 mengajak masyarakat terlibat dalam perayaan perjalanan panjangnya melalui kegiatan olahraga bertajuk K-24…

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

PSIM Kembali Diperkuat Jebolan Akademi Swansea City

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 08:20 WIB

Jurnas.net - PSIM Yogyakarta harus menjalani laga kandang tanpa penonton saat menjamu PSM Makassar pada Jumat, 16 Oktober 2026. Namun, PSIM mendapat angin…

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Lima Pejabat BNPB Jadi Tersangka Korupsi, LPKAN Desak KPK Telusuri Aliran Anggaran 2023-2025

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 16:32 WIB

Jurnas.net – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (DPP LPKAN Indonesia) mengecam dugaan korupsi yang menyeret lima pejabat B…

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Ini Penyebab Polusi Udara Surabaya Sempat Tidak Sehat, PM2.5 Jadi Parameter Kritis

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 14:02 WIB

Jurnas.net – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mencatat konsentrasi partikel halus PM2.5 menjadi salah satu parameter kritis kualitas udara di Kota P…

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kurangi Beban TPA, TPST Dadapan Lamongan Ditargetkan Olah 50 Ton Sampah per Hari

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 13:17 WIB

Jurnas.net – Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memperkuat upaya pengelolaan sampah melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dadapan …