Dari Tukang Cukur hingga Penjual Penyetan, Tiga Mahasiswi Surabaya Wujudkan Mimpi Jadi Sarjana

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anisah Wahyu Triska Setyoko Putri (21), penerima beasiswa tampak membantu ibunya menjual nasi penyetan di Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
Anisah Wahyu Triska Setyoko Putri (21), penerima beasiswa tampak membantu ibunya menjual nasi penyetan di Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Program Beasiswa Pemuda Tangguh yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menjadi harapan nyata bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Lebih dari sekadar bantuan finansial, program ini menjadi penyambung mimpi bagi para pemuda Kota Pahlawan yang nyaris harus mengubur cita-cita menempuh pendidikan tinggi akibat keterbatasan ekonomi.

Kisah inspiratif datang dari tiga mahasiswi Surabaya: Devina Shafira Yasmine, Ramadhani Fitriana, dan Anisah Wahyu Triska Setyoko Putri. Berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda, ketiganya dipersatukan oleh satu semangat yang sama: menjadikan pendidikan sebagai jalan mengangkat derajat keluarga.

Devina Shafira Yasmine (22), mahasiswi semester 8 Program Studi Hukum Tata Negara Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), sempat berada di titik terendah ketika kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Sebagai anak yatim piatu, beban biaya pendidikan nyaris memaksanya berhenti kuliah.

“Waktu itu saya benar-benar berpikir tidak bisa melanjutkan kuliah. Rasanya dunia runtuh,” ujar Devina, Rabu, Februari 2026.

Namun, sejak menerima Beasiswa Pemuda Tangguh pada semester 4, harapan itu kembali tumbuh. Devina kini dapat fokus menyelesaikan studinya dan mengejar cita-cita menjadi jaksa atau hakim. “Beasiswa ini seperti jalan keluar yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Saya bisa belajar dengan tenang dan berani bermimpi lagi,” katanya.

Manfaat serupa juga dirasakan Ramadhani Fitriana (21), mahasiswi Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Putri dari seorang tukang potong rambut dan ibu guru TK ini mengisahkan bagaimana orang tuanya kerap berutang demi membayar UKT setiap semester. “Dulu orang tua harus pinjam uang untuk bayar kuliah. Sekarang Alhamdulillah tidak lagi. Bahkan saya dapat uang saku bulanan, jadi tidak membebani orang tua,” tutur Fitri, sapaan akrabnya.

Selain kuliah, Fitri aktif mengajar mengaji di TPQ. Ia pun bertekad menjadi sarjana pertama di keluarganya dan bercita-cita berkarier sebagai back-end developer. “InsyaAllah saya akan memanfaatkan beasiswa ini sebaik mungkin. Kakak dan orang tua saya pernah kuliah, tapi tidak sampai lulus. Saya ingin memutus rantai itu,” ujarnya.

Program Beasiswa Pemuda Tangguh juga menjangkau mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Salah satunya Anisah Wahyu Triska Setyoko Putri (21), mahasiswi Administrasi Publik Universitas Wijaya Putra. Anak seorang penjual penyetan ini sempat berencana mengambil cuti kuliah karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak menentu.

“Jujur saya kaget sekaligus senang. Rasanya seperti rezeki nomplok. Dengan beasiswa ini, saya yakin bisa lulus tepat waktu dan tidak jadi cuti,” kata Anisah.

Di sela kesibukan kuliah, Anisah tetap membantu ibunya berjualan dan mulai merintis karier sebagai konten kreator. Ia memiliki mimpi besar untuk suatu hari menjadi anggota legislatif dan memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil.

Atas manfaat yang dirasakan, ketiga mahasiswi ini kompak menyampaikan rasa terima kasih kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Bagi mereka, Beasiswa Pemuda Tangguh bukan sekadar bantuan administratif, melainkan investasi masa depan. “Terima kasih Pak Wali Kota. Beasiswa ini membuat kami berani bermimpi menjadi sarjana pertama di keluarga kami masing-masing,” ucap mereka senada.

Melalui program Beasiswa Pemuda Tangguh, Pemkot Surabaya menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada lagi pemuda Kota Pahlawan yang putus kuliah karena alasan biaya. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mencetak generasi unggul, berdaya saing, dan siap berkontribusi membangun Surabaya di masa depan.

Berita Terbaru

SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026, Sinyal Kepercayaan Investor ke Kawasan Industri Jatim

SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026, Sinyal Kepercayaan Investor ke Kawasan Industri Jatim

Sabtu, 03 Okt 2026 14:10 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 14:10 WIB

Jurnas.net — PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) kembali mencatatkan komitmen investasi melalui penandatanganan dua Letter of Intent (LoI) dengan PT F…

Bahaya Eksploitasi Digital di Balik Konten Lucu Anak

Bahaya Eksploitasi Digital di Balik Konten Lucu Anak

Jumat, 02 Okt 2026 16:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 16:20 WIB

Jurnas.net - Maraknya konten lucu bersama anak di media sosial mendapat banyak perhatian warganet, namun konten tersebut memunculkan indikasi bentuk…

Kisah Biarawati Katholik Asal Timor Lester Beri Ceramah di Unisa Yogyakarta

Kisah Biarawati Katholik Asal Timor Lester Beri Ceramah di Unisa Yogyakarta

Jumat, 02 Okt 2026 09:10 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 09:10 WIB

Jurnas.net - Suster Dulce Maria Guterres, FDCC, seorang biarawati Katolik asal Timor-Leste berdiri pada mimbar saat Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-27 di…

Tumpeng Raksasa 3 Meter Jadi Ikon HUT ke-20 SMAN 1 Kebomas, Sarat Makna Tradisi dan Kebersamaan

Tumpeng Raksasa 3 Meter Jadi Ikon HUT ke-20 SMAN 1 Kebomas, Sarat Makna Tradisi dan Kebersamaan

Rabu, 30 Sep 2026 21:15 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 21:15 WIB

Jurnas.net – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 SMAN 1 Kebomas, Gresik, Jawa Timur, berlangsung meriah. Ribuan siswa larut dalam kemeriahan yang tidak hanya …

Gus Lilur: Saya Siap Perang Pidana, Tapi Ada 3 Syarat untuk Menepi dari Polemik NU

Gus Lilur: Saya Siap Perang Pidana, Tapi Ada 3 Syarat untuk Menepi dari Polemik NU

Selasa, 29 Sep 2026 13:18 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 13:18 WIB

Jurnas.net - Polemik pasca-Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, belum sepenuhnya mereda. Warga…

MBG dan KDMP yang Gerus Ruang Fiskal Dinilai Bebani Kesejahteraan Masyarakat 

MBG dan KDMP yang Gerus Ruang Fiskal Dinilai Bebani Kesejahteraan Masyarakat 

Selasa, 29 Sep 2026 08:39 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 08:39 WIB

Jurnas.net - Persoalan kesejahteraan masyarakat masih menjadi perhatian di tengah berbagai dinamika perekonomian nasional. Setahun setelah tujuh Desakan…