Miris! Lansia 87 Tahun Hidup Sebatang Kara di Gubuk 1x2 Meter 

author Kurniawan

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kartimah (87), lansia yang bertahan hidup seorang diri di gubuk berukuran sekitar 1x2 meter di kawasan Tambaksari sebelum mendapat penanganan dari Pemkot Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
Kartimah (87), lansia yang bertahan hidup seorang diri di gubuk berukuran sekitar 1x2 meter di kawasan Tambaksari sebelum mendapat penanganan dari Pemkot Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

Jurnas.net - Di balik hiruk-pikuk Kota Pahlawan, Kartimah (87) menjalani hari tuanya dalam kesunyian. Ia bertahan hidup seorang diri di sebuah gubuk sempit berukuran sekitar 1x2 meter di kawasan Tambaksari, Surabaya. Kondisi memprihatinkan tersebut akhirnya mengetuk kepedulian warga dan mendapat respons cepat dari Pemerintah Kota Surabaya.

Melalui Dinas Sosial Kota Surabaya, pemerintah kota segera melakukan penjangkauan setelah menerima laporan masyarakat. Kartimah kemudian dievakuasi dan dibawa ke Griya Werdha Jambangan guna mendapatkan perawatan serta pendampingan yang lebih layak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Surabaya, Imam Mahmudi, menegaskan bahwa langkah cepat tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi warga lanjut usia yang masuk kategori rentan.

“Begitu ada laporan, saya langsung minta tim turun ke lokasi. Lansia dalam kondisi seperti itu tidak boleh dibiarkan sendirian tanpa perlindungan,” ujar Imam, Jumat, 13 Februari 2026.

Saat pertama kali ditemui petugas, Kartimah sempat menolak dipindahkan. Ia mengaku sudah terbiasa dan merasa nyaman tinggal di gubuk sederhananya di kawasan Jalan Mendut, Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari.
Namun, melalui pendekatan persuasif dan dialog dari hati ke hati, Kartimah akhirnya bersedia dibawa ke Griya Werdha.

“Kami rayu secara baik-baik. Pertimbangannya demi keselamatan dan kesejahteraan beliau. Tinggal seorang diri di tempat sempit dan tidak layak tentu sangat berisiko,” jelas Imam.

Berdasarkan data Dinsos, Kartimah tercatat ber-KTP Tambaksari Selatan dan telah tinggal di gubuk tersebut sekitar empat tahun terakhir. Ia lahir di Lamongan, suaminya telah lama meninggal dunia, dan tidak memiliki anak maupun saudara kandung. Meski masih memiliki keponakan, pihak keluarga tersebut tidak bersedia menampungnya.

“Karena bukan keluarga inti, tidak ada kesediaan untuk merawat secara penuh,” terang Imam.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Kartimah berjualan kelontong kecil seperti minuman ringan. Ia juga kerap menerima bantuan dari warga sekitar, serta bantuan sekitar Rp100 ribu per bulan dari keponakannya.

Secara fisik, Kartimah masih mampu berjalan, meski pernah menjalani operasi akibat kecelakaan sekitar lima tahun lalu. Saat masa pemulihan, ia sempat tinggal bersama keponakannya sebelum akhirnya kembali hidup sendiri.

Layanan Gratis dan Pendampingan Penuh
Imam memastikan seluruh layanan di Griya Werdha Jambangan diberikan secara gratis bagi lansia miskin dan terlantar. Selain kebutuhan dasar seperti tempat tinggal, makan, dan layanan kesehatan, para penghuni juga mendapatkan pendampingan psikososial serta berbagai aktivitas sosial.

“Untuk lansia miskin atau terlantar semuanya gratis. Kami ingin memastikan mereka tetap sehat, terawat, dan merasa dihargai di masa tuanya,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Rais Aam Ternyata Awam: Plagiat dan Salah Pasang Harkat Saat Pidato Penutupan Munas - Konbes NU 

Rais Aam Ternyata Awam: Plagiat dan Salah Pasang Harkat Saat Pidato Penutupan Munas - Konbes NU 

Minggu, 28 Jun 2026 16:03 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 16:03 WIB

Catatan atas Pidato Kiai Miftah di Penutupan Munas-Konbes NU di Bangkalan Saya menyimak pidato berbahasa Arab Kiai Miftahul Akhyar dalam Munas-Konbes NU di…

Sungai Code di Yogyakarta Dinormalisasi untuk Kembalikan Fungsi Alami dan Perbaikan Lingkungan

Sungai Code di Yogyakarta Dinormalisasi untuk Kembalikan Fungsi Alami dan Perbaikan Lingkungan

Sabtu, 27 Jun 2026 20:45 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 20:45 WIB

Jurnas.net - Pemerintah Kota Yogyakarta memulai proses normalisasi Sungai Code dengan menurunkan alat berat di kawasan Jembatan Sarjito. Normalisasi tersebut me…

Kolaborasi Desainer dan Seniman di Balik Batik Livable Art Purana dan Puragraph 

Kolaborasi Desainer dan Seniman di Balik Batik Livable Art Purana dan Puragraph 

Sabtu, 27 Jun 2026 18:51 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 18:51 WIB

Jurnas.net – Sejumlah kain batik panjang dipajang di salah satu sudut bangunan Hörbiss di YATS Colony Yogyakarta. Deretan kain batik itu ditelurkan hasil kolabo…

Kelangkaan Pertalite dan Bio Solar Dinilai Gagalnya Distribusi, DPRD Jatim Desak Pertamina Bertanggung Jawab

Kelangkaan Pertalite dan Bio Solar Dinilai Gagalnya Distribusi, DPRD Jatim Desak Pertamina Bertanggung Jawab

Sabtu, 27 Jun 2026 14:19 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 14:19 WIB

Jurnas.net – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Bio Solar di berbagai daerah di Jawa Timur mendapat sorotan tajam dari Anggota K…

Perjalanan Tengkar KH Miftahul Akhyar

Perjalanan Tengkar KH Miftahul Akhyar

Sabtu, 27 Jun 2026 13:12 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 13:12 WIB

Jurnas.net – Dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang terus menjadi sorotan publik memunculkan keprihatinan dari kalangan warga Nahdlatul U…

Banyuwangi BMX Supercross 2026 Resmi Dimulai, Satu-satunya Kejuaraan BMX Indonesia Berlabel UCI

Banyuwangi BMX Supercross 2026 Resmi Dimulai, Satu-satunya Kejuaraan BMX Indonesia Berlabel UCI

Sabtu, 27 Jun 2026 11:09 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 11:09 WIB

Jurnas.net – Kabupaten Banyuwangi kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi sport tourism unggulan di Indonesia. Hal itu ditandai dengan b…