Menu MBG Banyak Dikeluhkan, Anggota DPR Desak Evaluasi Total

author M. Saifulloh

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Banyak menu Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah dikeluhkan oleh siswa. (Foto/IG)
Banyak menu Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah dikeluhkan oleh siswa. (Foto/IG)

JAKARTA – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat Ramadan banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Beragam masalah bermunculan mulai dari menu yang dianggap tidak layak konsumsi, porsi terlalu minimalis, hingga dugaan ada permainan harga di bawah ketentuan. Protes dilayangkan oleh masyarakat baik secara langsung maupun dengan cara mengunggah video atau foto MBG ke media sosial dan akhirnya viral.

Menyikapi hal ini, anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan evaluasi menyeluruh menyusul temuan menu yang dianggap tidak layak dan jauh dari standar gizi yang dijanjikan.

Dia menegaskan, Ramadan seharusnya menjadi momentum peningkatan kualitas asupan bagi anak-anak yang berpuasa, bukan justru menjadi alasan penurunan standar. Ia menyayangkan munculnya laporan dari berbagai daerah mengenai paket makanan yang nilai ekonominya ditaksir bahkan tidak menyentuh angka Rp10.000.

“Jangan sampai program ini justru menimbulkan keluhan dan kekecewaan di masyarakat. Ramadan bukan alasan untuk menurunkan kualitas. Justru harus menjadi momentum meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak,” tegas Neng Eem di Jakarta.

Laporan miring muncul dari sejumlah daerah, salah satunya di Kabupaten Kudus. Orang tua siswa mengeluhkan paket MBG yang hanya berisi kacang goreng, roti abon, susu kotak kecil, telur rebus, dan sebutir jeruk. Kondisi serupa terjadi di Lumajang, di mana siswa hanya menerima susu 125 ml, telur asin, dan jeruk yang masih mentah. Kemudian terbaru di Jombang, sejumlah roti yang dibagikan ke balita dan anak usia SD, ditemukan berjamur.

Neng Eem menekankan bahwa persoalan ini bukan sekadar masalah tampilan yang tidak menarik, melainkan indikasi adanya ketidakpatuhan terhadap pedoman anggaran dan standar kalori nasional. “Jika ditemukan ketidaksesuaian, harus ada pembinaan hingga sanksi administratif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Jangan sampai keluhan masyarakat dianggap angin lalu,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Politisi PKB ini meminta BGN segera menyusun standar khusus menu Ramadan. Standar ini harus mencakup daya tahan makanan agar tetap layak dikonsumsi saat berbuka, komposisi gizi yang seimbang, hingga transparansi nilai paket di setiap daerah.

Menurutnya, pengawasan ketat diperlukan agar setiap rupiah anggaran negara benar-benar mendarat di piring siswa dalam bentuk nutrisi yang berkualitas, bukan sekadar pelengkap formalitas.

“Anak-anak yang berpuasa tetap membutuhkan asupan bergizi seimbang untuk menjaga kesehatan dan konsentrasi belajar. Kami butuh langkah cepat agar ada kejelasan komposisi gizi dan nilai kalori yang cukup,” pungkas Neng Eem.

Berita Terbaru

PSIM Jaga Tradisi Lewat Slogan 'Honor the Legacy' Tapaki Usia ke 97

PSIM Jaga Tradisi Lewat Slogan 'Honor the Legacy' Tapaki Usia ke 97

Sabtu, 05 Sep 2026 08:07 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 08:07 WIB

Jurnas.net – PSIM Jogja genap menginjak usia ke-97 tahun pada Sabtu, 5 September 2026. Momentum pertambahan umur ini dirayakan manajemen Laskar Mataram dengan m…

Kebakaran Hutan Merembet ke Pondok Bunder, Jalur Pendakian Kawah Ijen Ditutup

Kebakaran Hutan Merembet ke Pondok Bunder, Jalur Pendakian Kawah Ijen Ditutup

Jumat, 04 Sep 2026 13:44 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 13:44 WIB

Jurnas.net — Kebakaran hutan di kawasan Pegunungan Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, meluas hingga mendekati Pondok Bunder, salah satu jalur menuju Kawah Ijen. K…

Peringati HUT ke-81 Kejaksaan RI, Kejari Ngawi Gandeng KOMPAK Tanam Pohon Produktif di Srigati

Peringati HUT ke-81 Kejaksaan RI, Kejari Ngawi Gandeng KOMPAK Tanam Pohon Produktif di Srigati

Jumat, 04 Sep 2026 11:07 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 11:07 WIB

Jurnas.net — Peringatan Hari Lahir ke-81 Kejaksaan Republik Indonesia di Kabupaten Ngawi tidak sekadar diisi dengan seremoni. Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi b…

Survei ARCI: Jember Home Care Jadi Program Primadona, 82,3 Persen Warga Puas

Survei ARCI: Jember Home Care Jadi Program Primadona, 82,3 Persen Warga Puas

Jumat, 04 Sep 2026 10:34 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 10:34 WIB

Jurnas.net — Program Jember Home Care menjadi salah satu program Pemerintah Kabupaten Jember yang mendapat respons paling positif dari masyarakat. Meski baru b…

Amankan Jaringan Listrik Saat Festival Layang-layang, PLN UIT JBM Siagakan Personel di Surabaya

Amankan Jaringan Listrik Saat Festival Layang-layang, PLN UIT JBM Siagakan Personel di Surabaya

Kamis, 03 Sep 2026 15:08 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 15:08 WIB

Jurnas.net — PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) mengambil langkah preventif untuk menjaga keselamatan masyarakat s…

Gesah Bareng Bupati Banyuwangi, Beasiswa hingga Masa Depan Anak Disabilitas Jadi Sorotan

Gesah Bareng Bupati Banyuwangi, Beasiswa hingga Masa Depan Anak Disabilitas Jadi Sorotan

Kamis, 03 Sep 2026 14:09 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 14:09 WIB

Jurnas.net — Persoalan pendidikan di Banyuwangi tidak hanya berhenti pada akses masuk sekolah dan proses belajar mengajar. Masa depan siswa setelah lulus, t…